Dua seorang kaka adik layaknya candramawa hitam bercampur putih sulit untuk disatukan menjadi satu warna karena sebuah perbedaan... mencari Rahasia untuk menemukan kebenaran, mereka berharap menjadi Sembagi arutala yang berarti cita cita dan rembula...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
☆
Tengah malam. Dunia seperti berhenti bernapas, tenggelam dalam keheningan yang aneh. Angin malam itu begitu dingin juga menusuk, lampu-lampu yang terletak di pinggir jalan mulai redup hanya ada keheningan di tengah malam, beda hal nya dengan kedua geng itu, mereka sama-sama terdiam tapi terdapat api amarah yang memendam.
“Minggir.” tekan Zevan.
“Tenangin diri lo atau lo gue pukul?” balas Zegara dengan emosi.
Nyatanya Zevan malah langsung menarik kerah baju Zegara dan menatap cowok itu tajam.
“Lo mau berantem?” tantangnya.
“Lo brengsek! urusin adek lo dulu baru lo bisa berantem sama gue!” imbuhnya.
Zevan terdiam. benar.. Kaisar yang paling penting sekarang..sialan.
Cowok itu mendorong kasar Zegara dan mulai beralih ke arah Cakra, Zevan menggendong Kaisar lalu tatapan tajamnya mengarah ke Cakra, yang dimana cowo itu sendiri hanya bisa menunduk takut.
“Siapa yang bawa mobil?” tanya Galaxy.
“Gue.” ujar salah satu anggota utama dari geng Vanostra yaitu Eden, cowok itu berjalan ke arah mobilnya lalu membukakan pintu belakang mobil, tanpa basa basi juga Zevan bergegas dengan menggendong Kaisar menuju ke Eden dan masuk ke dalam mobilnya.
“Rumah sakit mana?” tanya Deandra.
“Argraish” jawab Eden, lalu cowok itu mulai masuk ke mobilnya dan langsung pergi.
“Ayo kita juga pergi..” ajak Zegara.
“Cakra lo sama gue” imbuhnya.
“Tap-”
“Gausah banyak bacot lo, cepet naik” ujar Zegara yang sudah naik ke motornya.
Para anggota inti dari kedua geng itu pun mulai pergi menuju ke rumah sakit.
Anggota lain dari Vanostra masih berada di lokasi, karena Zegara menyuruh mereka untuk melacak atau menemukan sesuatu untuk dijadikan bukti.
• • •
Di rumah sakit argraish
Zevan berada di luar ruangan bersama dengan Eden, Kaisar sudah ditangani.
“Cakra lo harus di rawat juga..” celetuk Sagara yang khawatir, tapi cowok itu menggeleng.
“Gue anterin Cakra dulu” ujar Galaxy dan langsung menyeret Cakra menjauh dari sana.
Remaja-remaja itu masih terdiam dan terlarut dalam pikiran mereka masing-masing sampai pintu terbuka dan keluarlah dokter juga suster.
“Tuan Eden, kondisi dari adik anda bisa terbilang buruk terutama di bagian kepala, terdeteksi beberapa pukulan yang membuatnya bisa berakhir fatal jika tak segera ditangani” jelas dokter itu, Eden mengangguk.
“Lalu?”
“Untuk sekarang kondisi pasien sangat lemah akibat shock dan..pasien juga sudah sadar tapi kondisinya masih lemah jadi saya menyarankan untuk rawat inap..” imbuhnya.
“Lakukan apa yang menurutmu terbaik..” jawab Eden, dokter dan suster itu mengangguk dan membungkuk kemudian pergi.
Zevan segera masuk ke ruangan meninggalkan yang lain.
“Hahh..” Zegara duduk sembari memijit pelipisnya.
“Jangan ada yang masuk, biarin mereka berdua dulu..biarin Zevan nenangin emosinya.”
“Lo udah mulai bela dia sekarang?” celetuk Keandra dengan emosi yang tertahan.
“Gue ga bela dia, disini gada yang salah ndra..”
“Gada yang salah?! lo ga liat tadi Zevan tiba-tiba mukul gue sama Kavian?!” ketusnya.
“Bos.. Zevan ngelakuin itu karena liat kondisi adeknya parah.. mungkin dia juga kaget..” sahut Marverino.
“Mereka berdua juga adek lo kan? atau lo lupa?” sambung Kalingga.
“Maksud lo apa bangsat?!” Kavian menarik kerah baju Kalingga dengan emosi.
“Faktanya begitu kan?”
“Masalahnya apa sama lo?!”
“Udah udah! jangan berantem di sini! ga enak sama orang lain..” sela Zegara.
“Apa yang dikatakan Kalingga bener, Zevan sama Kaisar itu adek kalian berdua kan..lebih baiknya lo berdua masuk dah” usulnya.
“Lo udah gila apa gimana Ze? najis sama pembunuh!” decih Keandra.
“Sampai kapanpun gue ga bakal anggep mereka sebagai adek gue!” setelah itu si kembar mulai pergi.
“Sabar Ze” ujar Shankara.
“Dasar saudara keras kepala.”
Pukul 01.00
“Kita urus masalah ini besok aja, sekarang lo berdua istirahat aja..” ucap Nathaniel, di angguki yang lain.
“Kai lain kali lo harus hati-hati lagi.. lo ga tau kan? gilanya Zevan pas ngeliat kondisi lo tadi..” jelas Zegara, cowok itu melihat ke arah Zevan yang dimana sudah tertidur pulas sembari memegang tangan Kaisar.
Kaisar mengangguk samar, cowok itu terlihat lelah dengan semua kekacauan yang sudah terjadi tadi.
Pintu terbuka, menunjukkan 2 orang remaja laki-laki masuk kedalam ruangan.
“Kai..kai..” bisikan panik terdengar dari mulut Cakra, cowok itu langsung memeluk erat Kaisar.
“Maaf.. maaf gue ga bisa lindungin lo.. gue bodoh..maafin gue Kai..” sesal Cakra, sementara Kaisar masih terdiam dan melihat kondisi dari Cakra yang sama parahnya dengan dirinya.
Cta’k..
jentikan jari mendarat didahi Cakra.
“Gue gapapa..” jelas Kaisar yang akhirnya membuka suara.
“Udahlah..masalahnya udah berakhir, lo juga ga tau kan kalo hal ini bakal terjadi..” sambung Kaisar.
“Bukan…bukan itu, ini sama aja gue ngingkari janji yang gue buat sama Zevan buat jaga lo..” desisnya.
“Istirahat sana..” perintah Kaisar.
“Tapi Ka-”
“Lo bantah gue?”
Cakra menggeleng, dan perlahan cowok itu mundur dan duduk di salah satu sofa yang tersedia di ruangan.
“Nah, setengah masalahnya udah beres kan? mending kita bahas besok setelah Zevan bangun…” saran Galaxy.
“Lo gapapa kan Kai?” tanyanya, Kaisar mengangguk.
“Besok kita bicarakan masalah ini baik-baik” ujar Zegara mengacak-acak rambut hitam legam milik Kaisar.
Pada akhirnya di tengah malam di rumah sakit itu ada yang tetap berjaga di rumah sakit, sementara yang lain pulang untuk mengumpulkan tenaga. Semua beristirahat dengan harapan bahwa esok akan membawa jawaban yang lebih baik. Di tengah keheningan, waktu terus berjalan, menyiapkan mereka untuk hari yang baru.
jeng jeng.. mumpung bentar lagi malam tahun baru, kami bonuskan kalian dengan 2x upload bab👀‼️ yeyyy..‼️ Selamat Malam Tahun Baruu semuanyaa💜💜
TBC typo tandai! jangan lupa buat vote dan follow yaa sengkuu 💜