17 - Takut

12 2 1
                                        

☆☆

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Dengan kasar dirinya mendobrak pintu markas mengakibatkan orang yang berada di dalam terkejut dan langsung bersiaga.

“Zevan?” lontar Nathaniel dengan nada terkejut.

“Lo ngapain kesini? keadaan Kaisar gimana? lo ga ngejaga dia?” tanya beruntun Marverino khawatir.

“Bacot.” decak Zevan membuat Nathaniel juga Marverino terkejut dengan seribu pertanyaan di otak mereka masing-masing.

Sementara si kembar, Kavian berdiri dari duduknya lalu melangkah ke Zevan dan menarik kerah bajunya.

“Berani-beraninya lo dateng kesini” bisiknya.

“Mana sendirian lagi, emang lo kaga takut apa hah? gausah sok merasa diri lo hebat.” hina Keandra.

Tak ada jawaban dari Zevan…

“Tuli? bisu lo?”

“Mau kalah kaga usah banyak omong.” ucap Zevan dengan menarik tangan Keandra lalu ia sedikit mengangkatnya dan kemudian…

Brukkk

Zevan membanting Keandra, Kavian yang melihat saudaranya di pukul telak oleh Zevan mulai marah cowok itu berlari dan ingin memukul Zevan menggunakan kakinya tapi naas sebelum pukulannya mengenai Zevan.

Dengan mudah dia menyeret kaki Keandra dan mulai membantingnya.

“ZEVAN LO GILA!?” pekik Marverino yang mulai tersulut emosi melihat kelakuan Zevan.

“Iya gila, kenapa kalo gue gila?” jawabnya lantang.

“Maksud lo apa hah!!? Tiba-tiba mukul abang lo sendiri!?”

Zevan tertawa mendengar perkataan Marverino.

“Abang? Lo kali yang gila.”

Marverino terlihat kesal saat di bilang gila oleh Zevan, sesaat cowok itu mulai tersulut emosi dan ingin memberikan pukulan untuk Zevan. Namun dihentikan oleh Nathaniel.

“Tenangin emosi lo, sekarang bukan waktunya buat gampang kepancing!” tuturnya.

“Dia udah keterlaluan!” balas Marverino.

“GUE TAU! GUE TAU BANGET LO KESEL, TAPI JANGAN SEENAKNYA LO MASUK KE PEMBICARAAN YANG BERHUBUNGAN SAMA KELUARGA!!” emosi Nathaniel juga turut terlihat, Marverino yang mendengar itu pun ekspresi wajahnya berubah menjadi bersalah dan menyesal.

“Najis punya adik pembunuh! Kalo gue bisa minta gue bakal nolak mentah-mentah punya adik kaya lo!” sarkas Kavian, sepertinya meskipun sudah di pukul beberapa kalipun mulut cowok itu tetap.. menyakitkan ya?

“Tch bacot lo, ga nganggep gue sama Kaisar lo pikir gue bakal peduli?”

“Heh! kalo bukan karena bunda, lo berdua udah mati dari dulu.” sindir Kaivan, cowok itu tetap menyindir Zevan dengan perkataannya yang terbilang tajam.

Dan…

Burggg

“Bacot anjing.”

Zevan menendang tepat di mulut Kaivan, membuatnya mundur sambil memegangi mulutnya yang berdarah.

Setelah itu terjadilah keributan di markas Vanostra, malam yang seharusnya sunyi kini harus di lapisi suara keributan yang riuh. Hujan juga mulai turun membasahi langit dan daratan bumi.

2 jam kemudian

Semua anggota Vanostra sudah di kalahkan oleh Zevan, cowok itu berdiri di tengah-tengah banyaknya anggota Vanostra yang sudah tumbang. Netra emas canary itu terlihat kosong… Zevan kira.. dengan cara ini amarahnya akan mereda….tapi kenapa?… kenapa!?… seakan-akan amarahnya semakin berada di ujung tanduk… di dalam pikirannya selalu terbayang kondisi Kaisar, dan itu membuat jiwa Zevan terguncang…

Zevan, masuk ke dalam markas Vanostra terlihat matanya seperti mencari sesuatu dan… ketemu, cowok itu mengambil sebuah botol bensin lalu mulai menuangkan bensin itu ke segala sudut markas.

Zevan kini berdiri di depan markas itu dengan membawa sebuah kayu yang sudah terlapisi bensin, kemudian ia menghidupkan pemantik api dan terlihat lah kobaran api yang mulai membesar.

Detik itu juga Zevan melemparkan kayu itu ke markas Vanostra, tak butuh waktu lama untuk si merah membakar semua yang ada. Zevan menatap kosong kejadian itu dan kini ia mulai beranjak pergi, fokusnya sekarang adalah menghampiri Kaisar.

Tanpa ia sadari, ternyata ada seorang anak kecil yang melihat kejadian itu dengan tatapan kosong.

“Sepertinya, kau sudah menetapkan jalan apa yang akan kau pilih selanjutnya.. tapi.. sayang sekali.. aku kecewa kepadamu, kau kalah di permainan ini. Aku menantikan dirimu di permainan berikutnya, aku harap kalian tak mengecewakan ku.” ujar anak itu.


Rein: Lu nih ya
Rein: Dr kmrn ngapain ga upload
Rein: BAB TAKUT ITU UDH LAMA BGT WOILAHH

Zeva: MAAFF😭😭 AK LUPAA

'GUYS MAAPKEUN AKU, KRNA TELAT UPLOAD 😭✌🏻'

TBC
typo tandai!
jangan lupa buat vote dan follow yaa sengkuu 💜

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 01, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

A Secret [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang