Dua seorang kaka adik layaknya candramawa hitam bercampur putih sulit untuk disatukan menjadi satu warna karena sebuah perbedaan... mencari Rahasia untuk menemukan kebenaran, mereka berharap menjadi Sembagi arutala yang berarti cita cita dan rembula...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
☆
Pukul 09.20 pagi
Ruangan rumah sakit terasa sunyi, hanya diiringi bunyi alat medis yang monoton. Mereka duduk terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing, mengulang-ingat kejadian kemarin yang masih membekas. Keheningan itu penuh dengan pertanyaan yang belum terjawab.
“Jadi?” celetuk Zegara memecah keheningan yang terjadi di ruangan itu.
“Sebenarnya apa motif mereka tiba-tiba nyerang lo berdua?” tanya Athar.
“Gue.. gue sama sekali gatau..” jawab lirih Cakra, terlihat jelas dari raut wajah cowok itu bahwa ia kelelahan juga bingung.
“Lo punya musuh ga sebelumnya?” kali ini Arion yang bertanya. Wah sungguh keajaiban
“Kalo punya musuh mah semuanya juga punya kali malahan wajar itu..” jawab Nathaniel.
Semuanya pun termenung mencoba mencari jawaban yang bisa menjawab kejadian semalam.
“Tunggu…kemarin salah satu dari mereka pas lo tanyain ada yang jawab, kalo mereka dari kelompok yang namanya AZ” ungkap Deandra dan diangguki oleh Cakra.
“AZ?…” gumam Zevan.
“Selain itu, apa ada petunjuk lain?” imbuhnya.
“Gue sama sekali udah gatau apa-apa, dia pisahin gue sama Kaisar dan.. dan mereka langsung main kekerasan” jelas Cakra.
“Bajingan, sebenarnya apa rencana mereka..” kesal Zegara.
“Saat ini kita gada bukti sama petunjuk yang lebih jelas, jadi kita ga bisa langsung nyimpulin ini semua.” sambungnya.
“Mau gimana lagi kan? posisi Cakra ama Kaisar waktu itu juga emang lagi kagak beruntung” celetuk Athar.
Brukk..
“CAKRA!!” teriak Galaxy yang menahan tubuh Cakra yang ingin terjatuh tadi.
“Gue udah bilang sama lo, istirahat! kondisi lo itu masih lemes” tutur Zegara.
Galaxy juga Zegara mulai membopong tubuh Cakra ke arah ranjang di sebelah Kaisar.
“ARGHHHHH!!”
Brakk
Suara pintu tertutup dengan keras, dan pelakunya adalah Zevan, cowok itu dari kemarin tak bisa mengendalikan amarahnya.