Dua seorang kaka adik layaknya candramawa hitam bercampur putih sulit untuk disatukan menjadi satu warna karena sebuah perbedaan... mencari Rahasia untuk menemukan kebenaran, mereka berharap menjadi Sembagi arutala yang berarti cita cita dan rembula...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
☆
Kamar rumah sakit yang tadinya suram kini menjadi hidup kembali usai di bersihkan, kemudian setelah itu di lanjut dengan sarapan bersama disitu membuat suasana di ruangan semakin hidup dengan di penuhi canda tawa setelah kejadian semalam.
“Wishh mantep banget dah ni buryam” celetuk Athar.
“Setuju sih” ungkap Shankara.
Skip sesudah makan
“Kai ini obat lo udah mau abis,mau gue ambilin sekarang ga?” tanya Zegara.
“Nanti aja” jawabnya, Zegara mengangguk lalu atensinya beralih pada Cakra.
“Obat lo juga mau abis, mau diambilin sekarang atau nanti?”
“Nanti aja, bareng Kai…” lagi-lagi helaan nafas terdengar dari mulut Zegara, cowok itu memijat pelipisnya sedari kemarin ia benar-benar merasa menjadi pengasuh untuk para bayi besar ini, kalau begini ia lebih memilih mengurus bayi asli bukan?
“Bang…” gumam Kaisar pelan saat menarik ujung pakaian Zegara tentu membuatnya menoleh dan mengangkat alisnya.
“Bang Zevan ga bisa dihubungin?” tanyanya, sedari kemarin Kaisar tak bisa berpikir tenang lantaran terus memikirkan keadaan Zevan.
“Gue sama yang lain udah nyoba buat kontak dia, tapi gada respon sama sekali..” mendengar itu membuat Kaisar semakin khawatir…Zegara yang merasakan itu mulai mengacak-acak rambut hitam legam milik Kaisar.
“Yang penting sekarang lo fokus sama penyembuhan lo dulu, si Zevan bisa di urus nanti”
“Iya”
“A-apa gue coba cari Zevan?” usul Cakra secara tiba-tiba.
“Lo? cari Zevan?” ujar Nathaniel, diangguki Cakra.
“Lo cari mati? dengan kondisi lo yang masih parah itu, lo niat buat cari Zevan? itu sama aja kayak lo nyerahin diri sendiri ke dia” tambahnya.
“Yang dibilang Nathan bener, gue tau lo ngerasa bersalah tapi kalo lo masih ngotot cari Zevan, gue yakin lo balik-balik pasti udah babak belur lagi” tutur Deandra.
“T-tapi-”
“Udah..” celetuk Kaisar, seluruh atensi beralih padanya.
“Kalo lo ngerasa bersalah, lo fokus penyembuhan dulu, setelah itu pikirin gimana caranya minta maaf yang bener..” papar Kaisar, Cakra termenung…ah.. kenapa otaknya akhir-akhir ini begitu bodoh ya? dia dari kemarin hanya bisa menyesali perbuatannya yang tak menepati janji Zevan tanpa memikirkan cara meminta maaf dengan benar…Cakra memukul dahinya sendiri…di barengi dengan tetesan air mata mulai mengalir dari matanya.