16 - Kode 2

22 3 0
                                        


••

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seorang pria membuka pintu itu dengan pelan, memastikan tidak ada suara yang terlalu keras. Ia melihat ke dalam ruangan itu netra emerald nya yang tajam melihat seseorang yang terbaring di atas tempat tidur. Cahaya lampu yang lembut memancar dari samping, membuat bayangan dinding terlihat samar.

“Siapa kau!?” seru Kaisar kala menatap sesosok pria yang kini tepat berada di depannya.

Pria itu menatap intens ke arah Kaisar, kemudian terkekeh.

“Kau begitu mirip dengannya” ucapnya.

“Apa maksudmu?”

“Kau akan tau dengan sendirinya nanti.”

“Mau lo apa!?”

sekali lagi pria itu terkekeh

“Jangan terlalu emosional. Aku cuma penasaran…apa kalian masih percaya satu sama lain?”

Kaisar menatap tajam pria itu.

“Maksud lo?”

Pria itu mengangkat bahunya dengan acuh, lalu duduk di sebuah kursi yang dekat tempat tidur.

“Ada yang lebih besar dari ini semua. Tapi kalau aku jadi kau, aku akan mulai mencari siapa yang menarik tali di balik layar.” jelasnya.

Kaisar menunduk, ia sebenarnya tak paham apa yang tengah di katakan oleh seseorang di depannya ini, tapi entah kenapa dari dalam lubuk hati Kaisar seperti menyuruhnya untuk percaya di setiap perkataan yang pria itu lontarkan.

“Aku tau kau pasti bingung dengan semua ini kan? Karena semua terjadi secara tiba-tiba” imbuhnya dengan kekehan.

“Jawab pertanyaan gue. Apa mau kalia-”

“Ahh bacot lo.” potong seorang cowok yang sedari tadi diam mendengarkan, cowok itu berdiri dan menarik kerah baju Kaisar.

“Lo belum kapok di gebukin? atau mau gue gebukin lagi?”

Kaisar terkejut mendengar itu ia memberontak, cowok di depannya ini mengingatkan kejadian waktu ia di pukuli dengan balok kayu.

Mata cowok itu menatap tajam Kaisar yang terlihat ketakutan, senyuman terukir di bibirnya.

“Lo masih bocah.” sarkasnya, lalu melepaskan genggamannya pada kerah Kaisar.

“Sudah?” tanya santai pria itu melihat perkelahian di depannya, pria itu berdiri.

“Sepertinya, anak-anakku sudah membuatmu terkena banyak masalah ya?” imbuhnya.

Kaisar terdiam menunduk, tak berani mengangkat kepalanya.

“Untuk yang sudah ku beritahu sebelumnya padamu, entah kau percaya atau tidak… tapi yah itu urusan mu, aku hanya memberimu sedikit bahan untuk di pikirkan. Karena percayalah..” Pria itu mendekat dan berbisik tepat di telinga Kaisar.

Ini baru permulaan.

Setelah mendengar itu, badan Kaisar terasa tegang dan…gemetar? Kenapa pria di depannya ini seakan-akan memberinya sebuah kode? Otak jeniusnya kini blank, tak bisa berpikir dengan jernih.

‘Puk’

“Bye kucing”

Tepukan di kepalanya menyadarkan Kaisar yang melamun, lagi…mata ruby dan emerald itu bertemu..sedikit lama..mata emerald itu mengalihkan pandangannya, merasa akan jatuh jika terus di pandangi.

“Kau akan tau pada waktunya. ”

Pintu tertutup. Kaisar terdiam, pikirannya berkecamuk. Apa si kembar benar bisa di percaya? dan apa maksud dari kode pria itu?

Kaisar memilih duduk di atas ranjangnya, kenapa menjadi serumit ini? sudah di dunia nyata rumit dan sekarang di dunia lain pun ia harus merasakan masalah.

Ia merebahkan dirinya di ranjang, untuk sekarang ini Kaisar memilih tidur, dan akan memikirkannya di esok hari.

• • •

Di tengah malam yang dingin, angin berhembus kencang membuat siapapun akan mengeluh akibat dinginnya angin di tengah malam ini, sepertinya hujan sebentar lagi akan datang karena terdengar suara gemuruh riuh dari langit-langit malam.

Zevan cowok itu berdiri dengan linglung terlihat jelas dari raut wajahnya yang datar. Usai setelah kejadian yang menimpa adiknya, Zevan terlihat gila ia merasa gagal sebagai seorang abang.

Sejak dulu kelemahannya adalah adiknya, mau itu di dunia nyata ataupun di dunia sekarang kelemahan Zevan tetap sama melihat kondisi parah Kaisar membuat hatinya terasa di hujam beribu-ribu pisau dan tubuhnya menegang.

Selalu..selalu setiap ia melihat Kaisar menutup mata Zevan selalu di hantui rasa takut akan kehilangan.

Dan disinilah dia berdiri sendiri didepan markas Varnos, mata berwarna canary itu terlihat tajam dan…penuh emosi?

Zevan melangkahkan kakinya menuju markas Varnos dirinya tidak akan tinggal diam setelah apa yang terjadi pada adiknya.


waduh.. kira-kira Zevan lagi ngapain yah😣 kok sendirian? mau zeva temenin ga?
/dramatis

TBC
typo tandai!
jangan lupa buat vote dan follow yaa sengkuu 💜

A Secret [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang