25-Mengelabui

2K 247 43
                                        

Nizar berjalan cepat menuju ruang kelas Julian dengan membawa sebatang cokelat yang lagi-lagi ditujukan untuknya. Sejak tahu jika Ergi dan Kael berkhianat pada Julian, Nizar sama sekali tak tertarik untuk mencemooh sepupunya itu. Ia tak peduli, apalagi berniat ikut campur ke dalam urusan mereka. Namun melihat Julian yang masih saja menganggunya dan juga Tasya, Nizar tak bisa diam saja.

Setibanya di kelas, Nizar mendapati Julian duduk di bangku belakang. Ada pula tiga siswa lain di ruangan itu, tapi fokus Nizar hanya tertuju pada Julian. Ia melempar cokelat di tangannya ke meja Julian hingga seketika mengambil alih perhatian lelaki itu.

Julian melepas airpods di telinganya, juga menurunkan kaki yang semula ia lentangkan di atas meja. Melihat cokelat yang Nizar banting di hadapannya, Julian cukup merasa terkejut.

"Mau sampai kapan lo bikin drama nggak bermutu kayak gini?" ucap Nizar, menatap Julian dengan perasaan lelah luar biasa. Entah kapan sepupunya itu bisa mengakhiri kelakuan buruknya. Bahkan dijauhi oleh kedua sahabatnya pun tak membuat Julian merasa jera.

"Stop ngadu domba gue sama saudara-saudara gue, karena itu nggak akan pernah berhasil! Mau lo apa, sih, sebenernya? Sepenting itukah buat lo ngelihat gue jauhan sama saudara-saudara gue? Please, berhenti ngelakuin hal norak kayak gini, Jul!"

Julian bangkit dari duduknya. Ia balas menatap Nizar dengan sorot dingin matanya. Berbagai tekanan dan kejadian beberapa hari terakhir ini sangat berpengaruh pada lonjakan emosinya. Sungguh salah saat Nizar datang padanya untuk mencari masalah.

"Kenapa gue harus berhenti? Kalau itu bisa bikin gue seneng, kenapa gue harus berhenti?"

Nizar memejam sejenak, tak habis pikir dengan jawaban yang keluar dari mulut Julian. "Denger, kalau lo ngerasa dunia ini nggak adil buat lo, lo nggak seharusnya hancurin hidup orang yang nggak bersalah. Daripada berusaha bikin gue bernasib sama kayak lo, lebih baik lo buka hati lo yang ketutup sama iri dengki itu!"

"Lo tau apa soal hidup gue, ha? Jangan mulai berlagak sok tau!"

"Lo apa nggak capek kayak gini terus, Jul? Lo sadar nggak kalau semua yang lo lakuin itu justru bikin lo makin benci sama hidup lo sendiri. Lo cuma bakal balik lagi ke titik awal karena yang berusaha lo lakuin selalu berakhir gagal. Lo nggak akan berhasil jauhin gue sama Laksa cuma karena sebatang cokelat itu. Lo nggak mungkin berhasil bikin Aidan benci gue walaupun lo mati-matin nempatin gue di posisi yang salah. Lo tau kenapa? Itu karena lo nggak pernah paham sama yang namanya kasih sayang. Jadi tolong berhenti ganggu hidup gue dan saudara gue, karena semua yang lo lakuin cuma bakal berakhir sia-sia!"

Julian hanya diam mendengarkan semua ucapan Nizar. Rasanya seperti semua kosa kata yang ia punya lesap begitu saja dari otaknya. Untuk pertama kalinya, ia dibuat bungkam oleh Nizar.

"Berhenti juga bikin orang lain nggak nyaman, termasuk Tasya. Berhenti sampai sini sebelum perbuatan buruk lo itu berbalik nyerang lo. Gue masih kasih lo kesempatan buat memperbaiki diri, tapi kalau lagi-lagi lo bikin masalah, jangan harap gue bakal diemin gitu aja!"

"Lo ... lo lagi ngancam gue, ha?"

"Ya!" tegas Nizar, menatap Julian tanpa rasa gentar sedikitpun. "Daripada ganggu hidup orang, lebih baik lo fokus buat bersihin hati lo. Jadi orang jahat nggak akan pernah bikin hidup lo tenang, Jul."

Nizar berbalik, hendak meninggalkan kelas sebab merasa sudah cukup. Namun teringat sesuatu, ia kembali menghadap Julian untuk sesaat. "Dan lagi, lo nggak usah ngemis-ngemis minta dua temen lo itu balik. Setelah ini jangan pernah salah lagi nyari temen," ucapnya sebelum benar-benar keluar dari ruangan.

Julian memandang kepergian Nizar dengan kening berkerut. Ia penasaran kenapa Nizar tahu jika Kael dan Ergi sedang menjauhinya. Apa semua terlihat sangat kentara? Namun apa pun itu, Julian rasanya marah sekali. Terlebih saat melihat Laksa yang sedari tadi berdiri di ambang pintu, menatapnya dengan senyum miring seolah sedang mengejek.

Selaksa Kasih✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang