Bab 36

48 28 1
                                        

Mr

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mr. Haris tersenyum dan melangkah sedikit mundur, memberi ruang bagi Mella untuk menyelesaikan catatannya. "Oke, kalau sudah selesai, langsung rapikan bukunya, ya," katanya sambil menunggu murid lainnya yang sudah siap untuk melanjutkan pelajaran.

Mella akhirnya selesai juga menulis materi, lalu dengan cepat menutup bukunya, merasa lega karena bisa mengejar ketinggalan.

Setelah menutup bukunya, Mella menarik napas lega dan menatap Mr. Haris, yang sudah siap untuk melanjutkan pelajaran. Mella merasa sedikit lebih tenang, meskipun sempat terburu-buru sebelumnya.
Mr. Haris melihat ke seluruh kelas, memastikan bahwa semua murid sudah siap. "Baik, teman-teman, kita lanjutkan ya," ujarnya sambil menyiapkan materi selanjutnya di papan tulis.

Mr. Haris melangkah mundur sedikit dari papan tulis dan menatap murid-muridnya. "Pastikan kalian semua siap, ya. kita hanya punya sedikit waktu sebelum bel istirahat kedua berbunyi," katanya sambil tersenyum.

Suasana di kelas semakin tenang, dan semua murid mulai fokus ke papan tulis, siap untuk mencatat materi baru yang akan disampaikan. Mella mengatur kembali posisinya, mengangkat pensil, dan menyiapkan dirinya untuk menyerap materi selanjutnya. meski pikirannya sempat melayang tadi, kini ia merasa lebih siap untuk menghadapi pelajaran.

Dengan begitu, Mr. Haris mulai menjelaskan topik baru dengan penuh semangat, sementara murid-muridnya mulai mencatat dengan tekun, termasuk Mella yang berusaha tetap fokus

Mr. Haris melanjutkan penjelasannya dengan penuh semangat, menjelaskan topik baru yang berhubungan dengan materi sebelumnya. ia menulis rumus-rumus dan poin-poin penting di papan tulis, memberikan contoh-contoh yang jelas agar para murid bisa lebih memahami.

Mella berusaha tetap fokus, meskipun sesekali pikirannya mengembara. ia mencatat dengan cepat, berusaha menangkap inti dari apa yang dijelaskan Mr. Haris. keinginan untuk mengikuti pelajaran dengan baik membuatnya menenangkan pikiran dan kembali ke materi yang ada.

Di sekitar Mella, suasana kelas semakin hening, semua murid tampak serius mencatat, termasuk Azkina yang sebelumnya sempat menggodanya. Dengan suasana yang lebih fokus, Mella merasa lebih mudah untuk mengikuti alur pelajaran dan memahami setiap detail yang diberikan.

Azkina menoleh ke arah Mella dan dengan cepat berkata, "Mel, nemenin gue ke toilet sebentar."

Mella mengangguk,segera berdiri. "Oke, ayo." Keduanya meminta izin kepada Mr. Haris sebelum keluar kelas. Setelah mendapat izin, mereka berjalan keluar, menuju wc bersama-sama, sementara suasana kelas tetap berlangsung seperti biasa.

Azkina, Mella, meminta izin ke Mr Haris " Mr saya izin ke toilet" ucap azkina

Mr. Haris melihat ke arah Azkina dan Mella dengan ekspresi sedikit bingung dan berkata, "Kenapa ke toilet harus berdua? kan bisa sendiri."

Azkina sedikit terdiam, merasa canggung, namun kemudian menjawab, "Ya, Mr. Haris, cuma temenin sebentar."

Mr. Haris tersenyum kecil, lalu berkata, "Baiklah, cepat ya. jangan lama-lama."

"Azkina [Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang