bab 29

78 50 1
                                        

"Apa gw ngomong ke Mella aja pas istirahat soal tadi, Azkina sama Arbani?" Ia merasa agak ragu, namun rasa penasaran tetap  untuk mencari tahu lebih banyak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Apa gw ngomong ke Mella aja pas istirahat soal tadi, Azkina sama Arbani?" Ia merasa agak ragu, namun rasa penasaran tetap untuk mencari tahu lebih banyak. ia pun memutuskan untuk menunggu istirahat dan berbicara dengan Mella, berharap bisa mendapatkan sedikit pencerahan

Arbani memperhatikan Grandy yang tampak melamun terus sepanjang waktu. Dia merasa penasaran dan akhirnya bertanya, "Grandy, kenapa lo melamun terus dari tadi? Ada masalah?"

Grandy terkejut mendengar pertanyaan itu, lalu dia mencoba menjelaskan, "Oh, engga kok, cuma mikirin sesuatu."

Arbani masih merasa penasaran dan menatap Grandy dengan ragu. "Mikirin apa?" tanya Arbani, mencoba menggali lebih dalam.

Grandy sedikit mengalihkan pandangannya, ragu untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya ada di pikirannya. "Cuma... hal-hal yang harus gua selesaikan aja," jawabnya dengan suara pelan, berharap Arbani tak mendesak lebih lanjut.

Arbani merasa ada yang aneh dengan jawaban Grandy, tapi dia memilih untuk tidak mendesak lebih jauh. "Oke, kalau gitu, tapi kalau butuh bantuan, bilang aja ya." kata Arbani sambil mengangguk, meskipun dia masih sedikit khawatir

Grandy tersenyum tipis dan mengangguk, merasa sedikit lega karena tidak harus menjelaskan lebih jauh. Namun, di dalam pikirannya, masih banyak hal yang belum bisa ia selesaikan.

****
Mella bertanya kepada Azkina di kelas, " Lo tadi berangkat sekolah sama siapa?"

Azkina menjawab, " Gw ketemu Arbani di bus," dengan nada santai.

Mella yang mendengar langsung mengernyitkan dahi, penasaran dengan apa yang terjadi di antara mereka. "Oh ya? Kalian ngobrol apa?" tanya Mella, mencoba menggali lebih banyak.

Azkina tersenyum tipis, "Nggak banyak sih, cuma ngobrol ringan." Mella mengangguk, tetapi tetap merasa ada yang aneh. "Tapi lo kelihatan kayaknya tahu lebih banyak, kan?" tanya Mella, mencoba mencari tahu lebih dalam. Azkina hanya mengangkat bahu dan berkata, "Kadang orang cuma butuh waktu buat mikir sendiri. Aku juga nggak mau terlalu ikut campur." Mella terdiam sejenak, berpikir apakah sebaiknya dia juga memberi ruang untuk Arbani.

Mella berpikir sejenak, mencoba mencerna kata-kata Azkina. Memang, terkadang orang butuh ruang untuk menyelesaikan masalah mereka sendiri. Mella lalu mengangguk pelan, merasa sedikit lebih tenang. "Iya, mungkin lo benar," jawab Mella

Kadang mereka cuma butuh waktu." Namun, meskipun begitu, Mella tak bisa sepenuhnya menghilangkan rasa ingin tahunya tentang apa yang sebenarnya sedang mengganggu Arbani. dia memutuskan untuk tetap memberi ruang, tapi juga tetap waspada, seandainya suatu saat Arbani butuh dukungan.

"Azkina [Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang