Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Halo semua saya buat prolog dulu, selamat baca semua
Namun, di balik semua itu, ada satu hal yang membuat banyak orang penasaran: sikap dinginnya terhadap cowok. Tak peduli seberapa populer atau tampannya seseorang, Azkina tetap cuek.
Bagi teman-temannya, itu sudah bukan hal baru. Tapi bagi para cowok yang mencoba mendekatinya, ini menjadi teka-teki.
Beberapa dari mereka mencoba dengan pujian. Azkina? Dia memang cuek banget. Mau sepopuler atau seganteng apa pun cowok yang datang, dia tetap datar. Teman-temannya sih udah biasa, tapi buat yang baru kenal, itu bisa bikin bingung.
Ada yang coba deketin pakai rayuan. Ada juga yang sok perhatian. Tapi hasilnya? Ya tetap sama. Azkina cuma senyum tipis, jawab seperlunya, lalu lanjut jalan kayak nggak terjadi apa-apa.
Bukan berarti dia nggak ramah. Dia cuma... punya prioritas lain. Cinta? Nggak masuk list-nya untuk sekarang.
Bukan berarti dia nggak ramah. Dia cuma tahu apa yang penting buat hidupnya sekarang—mimpi, tanggung jawab, dan mungkin... hal-hal yang belum siap dia ceritain ke siapa pun.
Tapi tetap saja, banyak yang bertanya-tanya—apa yang membuatnya begitu tak tergapai? Apakah hatinya benar-benar sedingin itu, atau hanya sedang melindungi sesuatu yang rapuh di dalam?
Beberapa orang mengira Azkina hanya terlalu fokus pada ambisi dan tanggung jawabnya. Yang lain percaya, ada sesuatu di masa lalunya yang membuatnya menjaga jarak. Tapi tak ada yang benar-benar tahu jawabannya—karena Azkina sendiri tak pernah merasa perlu menjelaskan.
Baginya, hidup Hidup, baginya, tak pernah berhenti—meski tanpa cinta. Setidaknya sampai seseorang datang, membawa keraguan pada keyakinan yang selama ini ia genggam.
Azkina bukan tipe yang mudah ditebak—dan mungkin justru itulah yang membuatnya semakin menarik di mata banyak orang. Namun, ia lebih memilih menjaga jarak daripada mengambil risiko untuk kecewa. Ia tahu, tidak semua orang yang mendekat datang dengan ketulusan. Dan tidak semua perhatian membawa niat yang baik.
Baginya, lebih baik dikenal sebagai sosok yang dingin daripada harus membuka hati hanya untuk dikecewakan. Ia tidak butuh drama, tidak butuh perhatian berlebihan, dan yang pasti—tidak butuh cinta yang hanya datang untuk sekadar singgah. Namun, hidup sering kali tak berjalan sesuai rencana. Mungkin, suatu saat nanti, akan ada seseorang yang cukup berani untuk melewati dinding itu
Azkina lebih memilih kesendirian yang tenang—tempat di mana ia bisa fokus pada hal-hal yang benar-benar penting: masa depan, impian, dan tanggung jawab yang harus ia emban. Baginya, cinta bukanlah tujuan hidup, melainkan sesuatu yang rumit dan sarat risiko.
Meskipun ia berusaha menjauh dari perasaan yang mengganggu, dunia luar kadang datang tanpa diduga. Dalam kesibukan dan keramaian, seseorang bisa hadir—seperti semilir angin yang menyentuh tanpa peringatan.
Azkina tahu betul bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Cinta, meskipun ingin ia hindari, bisa datang begitu saja tanpa bisa dihentikan. Namun, untuk saat ini, Azkina tetap berpegang teguh pada keyakinannya. Ia lebih memilih menjaga jarak, menghindari potensi luka, dan tetap fokus pada hal-hal yang benar-benar penting baginya.