the end

50 16 2
                                        

Sementara itu Mella sudah tersadar dari komanya, Alina, Elvino merasa senang, Mella sudah tersadar,dan alina memanggil Azkina Arbani  untuk masuk ke ruangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Sementara itu Mella sudah tersadar dari komanya, Alina, Elvino merasa senang, Mella sudah tersadar,dan alina memanggil Azkina Arbani untuk masuk ke ruangan. Mereka berdua berlari menuju ruangan Mella

" Mella sudah tersadar " Jawab Alina dengan penuh senang

Azkina langsung memeluk Mella dengan erat " akhirnya lo tersadar juga, gue sangat senang"

" Gue juga senang... aku merasa sangat lelah " kata Mella dengan lemas

Azkina mengangguk " Lo harus bertahan mell... "

" Gue bener bener sangat lemah kina, gue mau tidur dulu " jawab Mella dengan keadaan lemah seolah ia akan pergi

Azkina menggeleng kepala " Tidak boleh bicara seperti itu, harus bertahan mell..."

Tittt

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tittt....

Setelah itu Mella tidak bisa bertahan , ia menghembuskan nafas terakhir dan suara monitor detak jantung berhenti, Azkina, Arbani, Alina, Elvino. terkejut, mendengar suara monitor detak jantung Mella yang berhenti, Aina berteriak memanggil dokter. " dokterr..... "

Tak lama kemudian dokter datang dan mencoba melakukan CPR pada Mella, tetapi tidak ada berhasil, namun Mella telah pergi meninggalkan keluarganya, dokter menghelas napas ia memberitahu kabar duka dan berkata" Pak, Bu. anak ibu sudah tiada, saya mengucapkan bela sungkawa "

Alina, teriak, kencang, menangis atas kehilangan putrinya " Mella!!! bangun sayang.... jangan tinggalkan Mama sayang!!!!" Alina terus menangis, memeluk tubuh Mella, yang sudah tidak bernyawa lagi. Elvino mencoba menenangkan istrinya, namun ia sendiri tidak sanggup menahan airmata

" Apa........?! Tidak mungkin ini terjadi.... " Kata azkina yang bersedih kehilangan sahabatnya

Arbani memeluk azkina mencoba menenangkannya " Azkina..... Mella sudah pergi, sekarang Mella sudah tenang di alam sana, kenangan kamu bersamanya selalu ada "

Azkina mengangguk, ia masih menangis " aku tidak bisa menerima kenyataan bahwa Mella pergi secepat ini "

Alina, Elvino terus menangis, menerapi kehilangan putri mereka, mereka berdua tidak bisa menerima kenyataan bahwa Mella sudah pergi.

Sementara itu, arshaka masih di taman, ia tidak tahu apa yang terjadi di rumah sakit, namun arshaka kembali ke rumah sakit , ia melihat keluarga sedang menangis.

arshaka kebingungan ada apa yang terjadi, arshaka bertanya pada orang tuanya ia tidak bicara, arshaka memutuskan bicara kepada Arbani " ada apa terjadi Arbani?" Tanya arshaka dengan kebingungan

Namun Arbani tidak menjawab, dan berlahan kasih tahu kabar duka ini.

Arbani menelan ludahnya mencoba mengucapkan kata-kata sulit " kakak arshaka.... Mella sudah pergi selamanya."

Arshaka terkejut, dengan mata lebar " Apaa......?! tidak mungkin.....! " ia tidak menyangka bahwa adeknya udah tiada

Arshaka langsung berlari menuju ruangan, melihat tubuhnya Mella yang sudah tidak bernyawa lagi, arshaka terjatuh, menangis keras.

" Mella.....! bangun dek.....! jangan tinggalkan kakak!!!! " Arshaka terus menangis, memeluk tubuh Mella.

Alina, Elvino langsung memeluk arshaka, mereka berdua berkata, " Maafkan kami..... kami tidak bisa melindungi Mella....."

Setelah beberapa jam, perawat membawa jenazah Mella, ke ruang jenazah dan memutuskan untuk membawa Mella ke rumah duka

Di saat dirumah duka, melakukan upacara pemakaman untuk Mella. Setelah upacara pemakaman selesai, keluarga Azkina, Arbani dan teman-teman mella pada datang, mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Mella, mereka semua masih terlihat terkejut bersedih atas kehilangan Mella

Namun, di tengah kesedihan ini, ada juga momen-momen kebahagiaan dan cinta yang telah dibagikan oleh Azkina dan Arbani. Mereka telah menemukan cinta dan kebahagiaan bersama, dan ini dapat menjadi sumber kekuatan bagi mereka untuk menghadapi kesedihan ini.

Semoga cerita ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya cinta, keluarga, dan persahabatan dalam menghadapi kesulitan dan kesedihan.

. Tamat .


"Azkina [Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang