Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Azkina tidak berkata apa-apa lagi, membiarkan Mella tenggelam dalam pikirannya sendiri. Ia tahu bahwa sahabatnya butuh waktu untuk memahami apa yang sedang ia rasakan.
Namun, sebelum ia sempat mencari jawaban, bel tanda pulang berbunyi, membuatnya sedikit terlonjak. Azkina menutup bukunya merapihkan buku kedalam tas dan tersenyum. "Udah, yuk, kita pulang" katanya ringan
Mella mengangguk, masih dengan pikiran yang sedikit melayang. Ia memasukkan bukunya ke dalam tas dan bangkit berdiri, mengikuti Azkina keluar kelas.
Azkina melirik ke arahnya dan tersenyum penuh arti. "Lo yakin nggak ada yang mau lo cari dulu sebelum pulang?" godanya.
Mella melotot kecil. "Ih, apaan sih! Udah, ayo jalan," sahutnya cepat, menarik lengan sahabatnya agar segera pergi sebelum pikirannya makin kacau.
Azkina hanya tertawa kecil, menikmati bagaimana sahabatnya mulai menunjukkan tanda-tanda yang ia duga sejak awal.
Saat mereka berjalan keluar gerbang sekolah, ponsel Azkina bergetar. Ia mengeluarkannya dari tas dan melihat notifikasi pesan dari Arbani. Azkina membuka ponselnya dan melihat pesan dari Arbani
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Azkina memutar matanya membaca pesan dari Arbani yang spam terus. Ia merasa sedikit kesal tapi lebih banyak geli. Ia melirik Mella yang masih menatapnya dengan penuh selidik.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.