Spoiler : A new beginning

7K 465 18
                                        

5 years later

"Tuan, rapat saham akan segera dimulai."

Pemuda dengan tubuh setinggi 1,8 meter itu mengangguk. Dia memalingkan wajahnya dari pemandangan di luar gedung dan mengikuti asistennya untuk pergi ke ruang rapat.

"Dirga, ada berapa jadwal meeting hari ini?" tanyanya.

"Rapat saham untuk sekarang, lalu rapat dengan investor sekitar jam dua nanti. Itu saja," jawab asistennya yang bernama Dirga itu.

Si boss mengangguk dan akhirnya mereka sampai di ruang meeting.

Pertemuan itu selesai dalam satu jam, dia tidak membuang-buang waktu dan langsung pergi dari sana diikuti oleh Dirga.

Beberapa karyawan wanita yang berpapasan dengannya menundukkan kepala dengan wajah dan telinga yang memerah. Lagipula, siapa yang tidak terpesona dengan pria muda yang tampan dan mapan sepertinya? Dia juga masih lajang di umurnya yang sudah 28 tahun ini.

Dia tidak langsung kembali ke ruangannya, tetapi pergi ke kafetaria karena rasa lapar yang dirasanya. Tadi pagi dia tidak sempat sarapan karena merasa tidak terlalu lapar.

"Boss, Anda ingin makan apa? Saya yang akan memesankan untuk Anda."

"Tidak perlu, kau duduk saja di sini."

Setelah mengucapkan itu dia pergi mengantre untuk memesan makanan.

Dirga mengusap pangkal hidungnya dan terkekeh kecil. Boss-nya ini sangat unik, berbeda dari mantan boss-boss terdahulunya yang apa-apa harus dilayaninya, boss satu ini sangat mandiri dalam urusan personalnya.

Saat kembali pemuda itu sudah membawa nampan berisi dua mangkuk soto dan dua gelas es teh.

"Ini untukmu," ucapnya sambil menyerahkan seporsi soto dan es tehnya.

Sebenarnya Dirga tidak terlalu lapar, tapi dia juga tidak enak untuk menolak. Bukankah boss-nya ini terlalu baik?

"Tuan Ghali, terima kasih."

GHALI (HOLD)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang