Raymond's Hidden Plan

10.2K 645 4
                                        

Kendrick perlahan membuka matanya dan melihat sekelilingnya, dia ada di dalam kamarnya, dan ini sudah malam.

Biasanya setelah fase peralihan antara Zeta dan Kendrick menyebabkan Kendrick tidak begitu ingat kejadian sebelumnya.

Dia terdiam dan hanya memandangi langit-langit kamar dengan tatapan kosong. Ketika terdengar suara pintu yang dibuka, dia tetap pada posisinya.

"Kakak, saya membawakanmu makanan," ucap Aston.

Pemuda itu membawa nampan berisi semangkuk sup dan segelas air putih.

Dari pagi-pagi buta sampai sore dia sibuk mengurus perusahaan dan tidak tahu keadaan Kendrick sampai Lauren yang memberitahunya.

"Letakkan saja di meja," jawab Kendrick tanpa melihat ke arah Aston.

Aston meletakan nampan di atas meja, sesuai instruksi Kendrick, lalu dia duduk di atas kasur Kendrick dan menatapnya dalam diam.

"Kakak, kenapa kamu bisa menerima dia begitu saja? Maksudku, saya tahu kamu tidak menyukai Rio, tapi dia orang asing. Bagaimana kamu bisa..." Aston tercekat dan tidak melanjutkan kata-katanya.

Sama seperti Lauren, dia cukup mempertimbangkan setiap hal dengan akal sehat. Perpindahan jiwa jelas sesuatu yang tidak masuk akal, tetapi lebih aneh lagi adalah keterbukaan Kendrick sejak awal. Mau tidak mau itu membuatnya kebingungan.

Wajah Kendrick berubah suram. Dia sendiri juga tidak mengerti. Dia denial, tetapi ketika Zeta mengambil alih, di situlah tumpukan terdalam di hati Kendrick akan diungkapkan oleh Zeta.

Aston menghela nafas. "Saya pikir, Kakak masih memiliki sedikit saja rasa sayang untuk Rio, adik kita yang sesungguhnya. Sebenci apapun seseorang terhadap orang lain, tetapi pasti ada setitik rasa sayang jika itu adalah saudara sedarah. Saya tidak bermaksud membuatmu tersinggung atau apapun, tapi saya merasa itu tidak benar."

Di sini Aston juga tidak ada maksud untuk mendiskriminasi atau memojokkan Ghali yang kini menempati tubuh Rio, bagaimanapun itu di luar kendalinya. Tetapi Aston berhati putih, tidak sepenuhnya berada di kubangan gelap kebencian.

"Tidak perlu membahasnya," ucap Kendrick setelah lama terdiam.

Aston merasa sedikit kecewa. Dia lalu pamit keluar, meninggalkan Kendrick yang sama sekali tidak begerak.

Rio.

Selama ini Kendrick benar-benar membencinya tanpa keraguan. Anak berandal itu selalu membawa masalah dan hanya terhubung darah melalui ibu.

Saudara-saudaranya yang lain dan Henric, sedikit pengecualian untuk Aston, benar-benar acuh tak acuh pada Rio.

Tapi ucapan Aston tadi seperti menggoyahkan keyakinannya. Itu benar-benar menembus dalam hatinya, membuatnya gelisah tetapi entah karena apa, dan rasanya sangat tidak nyaman.

•••

Esok paginya Zilar membawa Rio kembali ke rumah utama.

Saat itu seluruh penghuni rumah sedang sarapan bersama. Zilar langsung menarik Rio yang tampak ragu-ragu untuk duduk di kursi dan ikut makan, sama sekali tidak menyapa yang lain.

"Nih, makan yang banyak biar makin gembul," ucap Zilar sambil menambahkan ayam kecap dan telur pada poring Rio.

Kendrick memperhatikan mereka berdua. Dia agak kurang antusias. Entahlah.

Setelah selesai makan pun dia pergi begitu saja. Tidak berkata apa pun.

Rio sedikit meliriknya, merasa ada yang aneh dengan Kendrick. Apakah dia belum berbaikan dengan Henric sehingga suasana hatinya masih buruk? Tapi Rio tidak yakin, justru agak janggal.

GHALI (HOLD)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang