About the past

6.9K 450 9
                                        

Entah Ghali harus menganggap hidupnya sebagai keberuntungan atau apa. Dia dapat hidup kembali dengan tubuh orang lain, tetapi tidak mengetahui apakah tubuh yang ditempatinya masih dalam fase kehidupan atau sudah di fase kematian. Jika seseorang itu masih berada di fase kehidupan, bukankah itu berarti dia telah mengambil hak-nya?

Setelah kecelakaan di kehidupan pertama dan dia hidup kembali dengan jiwanya yang menempati raga anak bungsu keluarga Damaston, kini dia kembali menjalani hidup di tubuh asing lain setelah si bungsu Damaston diracun.

Dia mengalami tiga fase kehidupan pada tiga tubuh yang berbeda.

Saat itu tubuh yang dimasuki jiwanya ini berusia 23 tahun, merupakan seorang pemuda luntang-lantung yang tidak memiliki keluarga dan hidup sendirian di jalanan ibukota.

Karena tidak ada seorang pun yang mengenal identitas pemuda ini, akhirnya Ghali memilih nama aslinya untuk digunakan.

Ketika memasuki tubuh pemuda itu Ghali tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Sifatnya yang masih kekanak-kanakan tidak cukup sesuai untuk ia jalani sebagai gelandangan. Selama sebulan lebih dia menjalani kehidupan yang keras di jalanan ibukota, akhirnya dia mulai merubah sifatnya perlahan untuk menjadi lebih dewasa. Dia sadar bahwa sejak di kehidupan pertamanya, dia benar-benar tidak bisa bersikap sebagaimana usianya.

Karena kehidupan yang tidak memungkinkan, dia terpaksa menjadi pengemis. Namun, keberuntungan sepertinya masih berpihak padanya. Sekitar tiga bulan dia hidup di jalanan setelah menempati raga itu, ada seorang wanita yang bersikap sangat baik padanya.

Wanita itu adalah pemilik butik di seberang jalan tempat ia biasa mengemis. Awalnya Ghali berhati-hati karena dia tidak mengenal wanita itu, dan sepertinya wanita itu juga tidak mengenal dia, pemilik tubuh yang asli, sebelumnya. Tetapi sikap wanita itu perlahan membuat Ghali terbiasa dan tidak menghindarinya sama sekali, dia sangat baik dan tulus.

Setiap jam makan siang dia akan datang padanya dengan membawa makanan. Wanita bernama Arinda itu akan duduk bersamanya dan menemaninya makan sambil mengobrol.

Lambat laun akhirnya Ghali tahu alasan Arinda berbuat baik padanya. Arinda mengaku padanya bahwa Ghali ini mengingatkan dia pada anaknya yang meninggal karena tumor otak beberapa bulan sebelumnya. Seharusnya saat ini dia seusia Ghali.

Setelah anaknya meninggal, Arinda bercerai dengan suaminya. Dia sekarang lebih fokus pada bisnisnya agar dapat melupakan kesedihannya. Dari lantai dua butiknya Arinda selalu memperhatikan Ghali sejak pemuda itu datang mengemis di seberang jalan.

Walau berpenampilan kumuh, tetapi Arinda tahu bahwa pemuda itu sangat tampan dan memiliki temperamen yang baik. Hingga setelah empat bulan kedekatan mereka, Arinda mengajukan diri untuk mengangkat Ghali sebagai anak tirinya. Bagaimanapun Arinda juga sudah mulai tua dan dia butuh seseorang untuk menemaninya.

Ghali ragu-ragu ketika mendapat penawaran itu. Dia sama sekali tidak berpikiran untuk memanfaatkan kebaikan Arinda, tetapi meski dia menolak dengan cara yang halus pun, Arinda masih terus bernegosiasi. Akhirnya karena bujukan Arinda yang datang berkali-kali, Ghali pun menerimanya. Lagipula, sudah lama dia tidak mendapatkan figur seorang ibu untuk memperhatikannya.

Arinda yang merasa sangat bahagia langsung mengurus surat-suratnya. Walaupun agak sulit karena asal usul Ghali yang tidak diketahui, tetapi karena koneksi yang dimilikinya, akhirnya Arinda bisa mencapai keinginannya untuk mengadopsi Ghali.

Meskipun Arinda kaya, dia tahu bahwa urusan hak waris untuk anak tiri tidak akan mudah, jadi dia mengajari Ghali cara berbisnis dan membimbingnya untuk membangun usaha sendiri. Ghali tidak keberatan, karena alasan yang Arinda berikan padanya memang masuk akal.

GHALI (HOLD)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang