9. Kepergok.

1K 79 11
                                        

"Oh."

"Sasuke, syukurlah. Kukira ayahmu"

Sasuke melebarkan pintunya, ia tidak terkejut sebenarnya jika membuka pintu lalu Naruto pulang dengan seperti ini.

"Dia terus merengek ingin pulang setelah mabuk parah, maafkan aku."

Sasuke hanya mengangguk, ia membopong Naruto masuk ke dalam dan berusaha membawanya ke kamar. Dengan susah payah Sasuke membawanya meski hampir terjatuh terus menerus.

"Sasuke."

"Sasuke, dengarkan aku."

Bruk

Keduanya jatuh di lantai saat Naruto terus saja menahan Sasuke.

"Kenapa kau ingin berpisah denganku, kau tahu seberapa sulit aku bernafas ketika kau terus menerus menghindariku."

Sasuke tidak mau menyesali keputusannya meski mungkin ia akan menyesalinya, tapi Sasuke juga tidak bisa menutup mata seberapa sakit ia saat ia melihat Naruto seperti ini.

"Niichan."

Sasuke menangkup kedua pipi Naruto, ia menghapus air mata yang membasahi pipi itu.

"Aku tidak bisa, Sasuke. Tidak bisa jika kita harus seperti ini."

"Sasuke. Aku memang salah, tapi maafkan aku Sasuke."

"Aku berjanji akan mencari tahu semuanya, tapi jangan biarkan aku seperti ini-

Sasuke mencium bibir Naruto agar ia diam dan tidak mengoceh lagi, namun dia tidak tahu itu justru memperburuknya.

Ciuman keduanya semakin intens, benang saliva menetes ketika tautannya terlepas. Naruto bangun dengan sempoyongan begitupun Sasuke lalu keduanya berjalan sampai ke kamar.

"Sasuke."

"Ya?"

"Jangan seperti itu lagi."

"Sasuke"

"Ya?"

"Kenapa tidak menjawabku, sasuke?"

Keduanya masuk kedalam kamar, Sasuke tak lupa mengunci pintu kamarnya. Lalu ia membaringkan Naruto di ranjangnya, melepaskan jaket kakaknya.

"Sasuke."

Seperti biasa, Naruto terus meracau jika ia tengah mabuk seperti ini.

Itachi tengah mengobrol dengan seorang wanita di restaurant, ia tersenyum mengusap rambutnya.

"Ya begitu. Dia memang seperti itu jika di kelas."

Itachi mengangguk, dia tahu sih. Kekasihnya sering memberitahu tentang adiknya ketika di kelas lain.

"Kamu sudah?"

"Hm, sudah sih. Tapi bisakah kita pergi kencan hari ini?"

Itachi mengangguk, ini sudah pukul sembilan. Tapi tidak terlalu malam untuknya

"Kau mau kencan kemana, Sakura?"

"Kita bisa pergi ke-

Ponsel Itachi berbunyi, ia menatap nomor yang tidak dikenal. Siapa yang menelponnya malam begini. Panggilan terputus tapi seseorang mengirim email.

Ia membukanya, hanya berisi poto-poto dan vidio. Itachi mengkliknya dan matanya melotot sambil terkejut.

"Aku harus pulang dulu, Sakura."

"Kau pesan taxi dulu, aku terburu-buru."

"I Love you."

Itachi berlari keluar restaurant, meninggalkan Sakura yang mematung disana karena terkejut juga.

SIN ( NaruSasu) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang