12. meet again.

993 85 18
                                        

Sasuke sudah sampai di Jepang kota kelahirannya pada beberapa hari kemarin, ia kini sudah sibuk bersama ibunya yang mengambil libur karena ingin bersama anak bungsunya.

"Sarada!"

"Paman!"

Anak perempuan bermata hitam bulat dengan rambut hitam panjang, berlari pada Sasuke yang baru turun dari tangga. Anak itu masih mengenakan seragam sekolah kanak-kanaknya.

"Paman!!!!"

Sasuke jongkok untuk memeluknya, ini bukan pertama kali Sasuke bertemu Sarada. Anak itu beberapa kali pergi ke Korea bersama Itachi dan Sakura untuk berkunjung pada Sasuke.

"Kau sudah sampai?"

Sasuke mengangguk, Sakura memberikan tas dan peralatan Sarada pada pelayan dirumah.

"Bagaimana perjalananmu, Sasuke?"

"Ya seperti itu, kuliah dimana pun rasanya sama saja."

Sakura terkekeh, ia menyuruh Sarada berganti pakaian terlebih dahulu sebelum bermain..

"Sarada sejak kemarin terus menunggumu, ia bilang ingin main bersama. Apa kau punya waktu?"

"Aku slalu punya waktu untuk sarada."

"Baiklah kalau begitu. Selamat bersenang-senang."

Sakura naik ke lantai atas, ia pergi ke kamar nya dan Itachi. Sasuke hanya diam saja menunggu Sarada.

"Paman. Ayo pergi"

Sasuke mengangguk, ia menggendong Sarada. Keduanya pergi meninggalkan rumah dan naik taxi. Sasuke memang biasanya mengajak Sarada main ketika ada waktu apalagi jika Sarada datang bersama Itachi dan Sakura berkunjung ke Korea.

"Hari ini kita pergi ke pestival musim dingin, kau ingin naik apa?"

"Paman, apakah aku boleh beli ramen? "

Sasuke menggeleng, tidak. Sarada tidak di izinkan memakan Ramen karena anak ini selalu makan ramen setiap siang.

"No. Sarada selalu minta ramen pada paman."

Sarada memberengut, anak berusia empat tahun itu tidak berhenti disitu. Dia punya banyak cara agar paman nya mau menurutinya.

"Paman. Selama ini ayah dan mama tidak mau memberi aku ramen, karena katanya aku tidak bertemu paman."

Sarada menatap Sasuke dengan mata berbinarnya membuat Sasuke sedikit tersentak hatinya.

"Hanya paman yang selalu memberinya untuk sarada, setelah itu sarada janji tidak nakal."

Ia mengacungkan jari kelingkingnya, Sasuke hampir saja menangis. Ia mengangguk

"Baiklah, tolong bawa saya ke kedai ramen di ujung sana."

Sarada berseru riang dan berterima kasih pada pamannya, menurutnya Sasuke adalah yang terbaik dari pada ayahnya.

"Seandainya paman adalah ayahku, aku pasti lebih senang."

Perkataan anak itu sontak membuat Sasuke hanya tersenyum dan mengusap rambut Sarada, ia memangku Sarada lalu turun dari taxi. Setelah membayar keduanya berjalan masuk ke dalam kedai.

Keduanya memesan Ramen, Sarada meski masih empat tahun ia bisa menghabiskan semangkuk ramen itu sebabnya ayah dan ibunya melarangnya memakan ramen karena dia seperti setan ketika makan ramen.

"Menurutmu apa ramen begitu enak?"

Sarada menyeruput mie itu dan mengunyahnya, ia meminum kuahnya lalu menunjukkan ibu jari nya pertanda ramen itu memang enak.

SIN ( NaruSasu) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang