Epilog.

2K 94 23
                                        

Dalam hidup manusia selalu di pupuk dengan harapan, entah itu terwujud atau tidak. Bukti bahwa manusia memiliki harapan adalah hal baik untuk menunjang tujuan hidup mereka, sebagaimana hal nya untuk Naruto maupun Sasuke.

Setelah menikah dua tahun lalu, keduanya kini hidup lebih bahagia bersama

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah menikah dua tahun lalu, keduanya kini hidup lebih bahagia bersama. Naruto yang bekerja sebagai CEO dari perusahaan yang di kembangkan di Jepang yang di sponsori oleh ayahnya di Amerika. Dan Sasuke yang kini hanya di rumah merawat dirinya dan anak nya.

Namikaze Menma, katanya biar namanya sama kayak Naruto

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Namikaze Menma, katanya biar namanya sama kayak Naruto. Sama-sama pelengkap ramen kesukaannya. Dan keduanya jadi pelengkap hidup Sasuke.

Dia memutuskan untuk keluar dari perusahaan ketika dinyatakan hamil setelah beberapa minggu menikah, meski begitu Sasuke tidak protes maupun marah ketika Naruto seenaknya menyuruhnya untuk tidak bekerja.

Padahal dia jauh-jauh kuliah untuk ikut meneruskan bisnis keluarga.

"Hei, bangun. Sudah terlambat "

Sasuke menepuk pipi suaminya yang masih terlelap di ranjang tidurnya, dengan tubuh anaknya yang nemplok di dada Naruto.

Biasanya Menma, akan tidur di ranjang kecil di samping tapi jika sudah menjelang dini hari, anak itu masih sering bangun dan akan pindah ke ranjang ayah ibunya.

"Ughh. Papa??"

Sasuke memangku Menma, anak itu sejak kemarin sangat rewel. Mungkin karena kemarin dia sibuk berpegian bersama keluarga Uchiha jadi agak demam.

"Menma lapar um?"

Kepalanya menggeleng, ia mengusap hidungnya yang berair.

"Inguss papa.."

Sasuke segera mengusapnya dengan tissue, ia harus segera memberinya obat dan istirahat. Semalam juga tidurnya terganggu karena Naruto pulang malam sekali.

Sedang sibuk mengusap hidung sang anak, dua tangan kekar melingkar di perutnya.

"Darling, good morning."

Sasuke sedikit kaget lalu tersenyum, ia memalingkan wajahnya ke samping dan mengecup pipi Naruto.

"Morning."

SIN ( NaruSasu) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang