Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit, Sasuke sudah di pulangkan. Sekarang sudah berada di rumahnya bersama sang ibu yang masih cuti.
Meski ini cuti terakhirnya.
"Apa masih mual?"
Sasuke mengangguk saat Mikoto membawa semangkuk bubur dan obat.
"Kau harus makan, ini sudah hampir malam dan kamu masih belum makan juga."
"Aku ingin ramen, apa boleh ibu?"
Mikoto mengangguk, ia mengusap rambut anak bungsunya yang mulai sedikit lebih panjang.
"Ibu buatkan ya?"
Sasuke mengangguk, ia mengambil segelas air putih yang di sediakan ibunya di meja. Tayangan televisi tidak ada yang seru setiap harinya. Ia rindu menonton anime dan main game bersama Naruto.
Tiba-tiba saja pikirannya kembali pada Naruto, sedang apa dia, dimana dia sekarang. Itulah pertanyaan Sasuke.
"Kita berhentikan sementara sekolah sasuke, sampai waktu memungkinkan dan aku akan mengirimnya ke korea."
Hanya itu ucapan dari ayahnya yang selalu berputar pada kepala kecil Sasuke, bahwa ia harus pergi ke luar negri. Bahkan ketika ia mengetahui kondisi tubuhnya yang rusak.
Sejak kecil ibunya selalu bilang jika ia memiliki kondisi tubuh yang kurang baik dan tidak sama dengan orang lain, sehingga keluarganya terus memanjakannya dan memberikan perawatan yang begitu banyak.
Terkadang sasuke sakit sepanjang bulan, dan ibunya merawatnya dengan baik.
"Ibu. Apa boleh besok aku bertemu kiba?"
Mikoto diam saja, ia tidak bisa membantah perintah suaminya. Jangankan dia Itachi yang di percaya Fugaku saja tidak bisa membantah apa yang di ucapkan Fugaku.
"Ibu. Hanya sebentar, aku janji."
"Sasuke, kau baru saja sembuh. Jadi mari ikuti apa kata ayah."
Mikoto berjalan membawa semangkuk ramen yang sudah jadi, ia menaruhnya di meja. Sasuke turun ke karpet berbulu ia segera menghirup wangi ramen.
Ia tidak terlalu suka ramen, tapi entah kenapa ia hanya ingin memakannya saja.
Mikoto maupun Fugaku belum membicarakan masalah ini pada Sasuke, ia juga bingung menjelaskannya dan ia takut Sasuke semakin stres dampaknya kesehatannya terus menurun.
Ia membiarkan Sasuke beradaptasi dulu dengan kondisinya, baru ia akan menjelaskan rinciannya pada anak bungsunya.
"Tadaima."
Itu pasti Fugaku dan Itachi pulang, Itachi datang dengan wajah masamnya, ia ingin sekali marah pada Sasuke tapi saat melihat Sasuke yang sedang lahap memakan ramen rasa marahnya menghilang begitu saja.
Itachi menghela nafasnya, mana nungkin ia bisa memaki adik bungsunya itu. Mana mungkin ia bisa membiarkan mata indah Sasuke menangis lagi karena amarahnya.
Ia bahkan tidak pernah berfikir adiknya akan mengalami hal-hal seperti ini, ia tahu kondisi adiknya sejak kecil memang berbeda tapi ia tidak tahu seperti ini yang dimaksud ibunya.
"Okaeri. Aniki, ayah."
Fugaku mengangguk, ia mengusak rambut Sasuke lalu berjalan pergi ke ruang kerjanya. Di ikuti Itachi yang juga kesana membawa tas kerjanya.
"Ibu, aku akan pulang sebelum ayah dan kakak pulang. Jadi biarkan aku bertemu kiba ya?"
Mikoto hanya menghela nafasnya, Sasuke tersenyum lalu lanjut makan ramen nya. Mikoto segera menyiapkan meja makan dan makan malam untuk anak dan suaminya yang baru pulang.
KAMU SEDANG MEMBACA
SIN ( NaruSasu)
FanfictionNaruto dan semua Karakter milik Masashi Kishimoto murni karangan, di karang tidak sama dengan Animenya. Bagaimana jika kamu. Jatuh cinta? Bukan soal jatuh cinta nya yang salah. Namun, bagaimana jika kamu begitu mencintai adikmu bukan dalam lingkara...
