8. Dalam kebohongan.

1.2K 77 6
                                        

Beberapa hari ini Naruto sangat terganggu dengan kehadiran pamannya itu, dulu ia senang jika pamannya itu dirumah tapi sekarang ia kesal karena ia terus mengganggunya karena terus saja menempeli Sasuke. Jadi dia tidak punya waktu untuk mendekati Sasuke.

Musim panas sudah tiba, musim ini biasanya anak sekolah libur karena sudah menyelesaikan semesternya. Dan Sasuke sudah memasuki tahun terakhir sekolah dan Naruto hanya tinggal satu tahun lagi selesai kuliah jika ia bersungguh-sungguh.

"Menyebalkan."

Naruto mendengus melihat Sasuke tengah mengobrol dan memakan cemilan di sofa sambil menonton teve, sementara Naruto duduk di kursi makan sambil memakan makan siangnya.

"Kau tampak kesal, kenapa?"

Naruto menatap Kakashi yang baru saja duduk di hadapannya, orang ini setiap ada kesempatan selalu memandangnya membuat Naruto merasa heran ada apa dengannya mengapa demikian seperti sedang mencari tahu sesuatu.

"Tidak ada."

Tidak ada perubahan disana, Kakashi masih duduk disana dan menatap Naruto membuat si pirang merasa tambah kesal. Sudah kesal oleh si Obito ini kekasihnya pula ikut menyebalkan pantas saja mereka berkencan, sama-sama menyebalkan.

"Aku merasa menemukan harta karun ketika aku berdiri disini, bukankah bagus aku akan membuat diriku masuk kedalam harta."

"Aku tidak mengerti ucapanmu."

Naruto mendengus ketika pria berambut silver seperti uban ini berbicara, ada apa dengannya itu. Hah.

"Suatu saat kau akan mengerti, tapi benar. Aku tidak melihat keluarga ini memiliki rambut pirang, kau tidak mewarnainya kan?"

Lagi.

Lagi pertanyaan mengesalkan itu.

"Aku muak mendengar pertanyaan itu, ini rambut asliku. Ini mirip dengan ibuku kau lihat saja poto muda ibuku "

Kakashi hanya terkekeh.

Apa yang dia tertawakan, itu pikiran naruto.

"Suatu hari kau akan datang mencari sesuatu, jika itu terjadi. Datang temui Hatake Kakashi."

"Kakashi."

"Oh, sayang."

Obito datang menghampirinya, ia merangkul Kakashi yang sedang mengobrol dengan naruto atau hanya Kakashi yang berceloteh 

"Kita akan pergi ke suatu tempat sekarang, jadi ayo."

Kakashi mengangguk, Obito pamitan pada Naruto. Dan meminta anak itu untuk menjaga rumah.

"Pria itu aneh."

Naruto kembali melanjutkan makan nya, ia melihat Sasuke tengah keluar dari kamar membawa toples cemilan. Anak itu suka sekali nyemil tiap hari.

Naruto membereskan bekas makannya, ia menaruhnya di wastafel. Lalu duduk di samping Sasuke.

"Apa kau sakit. Wajahmu pucat?"

Sasuke menggeleng, mungkin hanya karena panas. Ia juga tidak mengerti padahal sejak tadi ia berada di dalam ruangan ber ac.

"Tidak ada siapapun, bisakah sekarang aku mendapatkannya?"

Sasuke mengernyit, ia tidak mengerti mendapatkan apa maksud Naruto. Dia sedang tidak mood apa yang ingin kakaknya lakukan itu.

"Uh. Apa yang-

Naruto tiba-tiba saja mencium bibir Sasuke membuat toples yang berada di pangkuan Sasuke terjatuh.

Naruto memangku Sasuke seperti koala membawanya masuk ke kamar Sasuke dan menguncinya, ia membaringkan adik kecilnya itu di ranjang lalu melucuti semua pakaiannya.

SIN ( NaruSasu) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang