Meja makan selalu di penuhi beberapa obrolan kecil, tentang sekolahan, tentang pekerjaan, atau setidaknya tentang apa yang terjadi hari ini. Meski terlihat diluaran sana jika keluarga Uchiha seperti berdarah dingin, orang-orang dengan wajah datar khas nya. Mata tajam yang begitu jelas, meski begitu ketika mereka berkumpul. Mereka seperti keluarga cemara pada umumnya, saling melempar candaan, pertanyaan, obrolan-obrolan singkat lainnya.
"Oh ya, dimana Sasuke?" Tanya Fugaku selaku kepala keluarga di rumah ini.
Mikoto sang Ibu baru saja meletakkan sup panas di samping anak tengahnya yang sedang menikmati sarapan paginya, sementara kakak tertua mereka sudah sibuk menyelesaikan makan karena ia harus bergegas pergi kerja hari ini katanya ada rapat antar direksi.
"Tidak tahu ayah, mungkin dia masih siap-siap. " Jawab Itachi sebagai kakak tertua.
Ia menaruh sendok dan garpu lalu meneguk minumannya, membuat Fugaku hanya menggeleng anak sulungnya itu selalu saja pergi buru-buru karena bangun selalu saja mepet dengan jam berangkat jadi kalau Sasuke telat pasti akan ketinggalan Aniki kesayangannya itu.
Mikoto mengusap rambut pirang anak tengahnya sambil membenarkan poni anaknya. Anak itu sibuk makan sampai tak menyadari adik bungsunya tidak ada di kursi sampingnya.
"Naruto, nanti antarkan Sasuke ya? Ibu harus kerumah sakit dan Ayah akan ke kantor utama."
Naruto mengangguk saja, ia lihat ayah dan Kakaknya sudah bersiap menenteng tas kerjanya setelah selesai sarapan pagi bersama. Mereka sangat sibuk, Naruto juga harus ke kampus sebentar lagi.
Oh ya, Mikoto ibu mereka bekerja di rumah sakit. Dia adalah kepala rumah sakit. Jadi dia harus sering datang kesana dan pulang kadang sore atau menjelang makan malam. Kadang kalau Naruto tidak sibuk kuliah dia ada di rumah bersama Sasuke atau kalau sibuk rumah akan kosong.
Sasuke biasanya kadang ikut kerja kelompok atau mengerjakan tugas dirumah temannya, mereka semua adalah orang-orang sibuk yang suka bekerja apalagi Ayah mereka Fugaku sebagai pemilik Uchiha corp yang cabangnya sudah ada beberapa di Jepang.
Sementara ibunya di rumah sakit milik keluarganya, dia tidak pernah bertemu keluarga ibunya karena katanya sih sudah meninggal sejak insiden dulu. Entah insiden apa anak mereka tak ada yang di beritahu.
"Aku pergi dulu." Itachi mengusap pundak Naruto lalu mengecup kening ibunya dan pamitan dari sana.
Fugaku juga ikut melakukannya lalu pergi, keduanya membawa kendaraan masing-masing karena Itachi pergi ke kantor cabang sementara Fugaku akan mengantar Mikoto terlebih dahulu lalu pergi ke kantor utama.
Naruto biasanya memakai motornya atau naik kendaraan umum untuk ke kampus, ya paling kalau malas ia akan meminta Shikamaru atau Neji menjemputnya. Sementara Sasuke biasanya ikut dengan Itachi kalau dia tidak kesiangan seperti sekarang.
Naruto kebagian membereskan bekas makanan di meja makan, ia membereskan dan menyimpannya di wastafel. Meski begitu sibuk Mikoto akan memasak pagi-pagi untuk sarapan keduanya sementara menjelang makan malam ia juga akan pulang lebih dulu dan memasak untuk makan keluarganya.
Dia menyewa asisten rumah tangga hanya untuk membereskan semua perabotan rumah, membersihkan rumah dan kamar anak-anak saja. Sisanya bisa di urus bersama.
Naruto menyampirkan tasnya di pundak, ia berjalan menaiki tangga lalu mengetuk pintu kamar Sasuke. Tidak ada jawaban dari anak itu. Naruto membuka pintu kamar adik bungsunya itu ternyata tidak di kunci, ia membuka lalu menutupnya. Berjalan menuju ranjang Sasuke.
Anak itu benar saja masih tertidur, laptop di meja belajarnya masih menyala mungkin ia tengah mengerjakan tugas sekolahnya.
"Sasuke. Kau tidak mau sekolah?"
KAMU SEDANG MEMBACA
SIN ( NaruSasu)
FanfictionNaruto dan semua Karakter milik Masashi Kishimoto murni karangan, di karang tidak sama dengan Animenya. Bagaimana jika kamu. Jatuh cinta? Bukan soal jatuh cinta nya yang salah. Namun, bagaimana jika kamu begitu mencintai adikmu bukan dalam lingkara...
