11. I miss him.

941 76 6
                                        

Empat tahun berlalu.

Waktu ke waktu adalah sebuah harapan bagi insan-insan manusia yang hidup dalam dunia ini, mereka merutuki nasib mereka, merutuki hidup mereka namun mereka masih menjalani hidup.

Seperti hal nya pemuda berusia dua puluh satu tahun, yang baru saja akan menyelesaikan masa kuliahnya ini. Sibuk mengurusi diri dan juga membungkus minatnya agar bisa selesai dari dunia perkuliahan yang benar-benar tidak menyenangkan.

Bruk!

Ia sedang berjalan menyebrang jembatan dengan terburu-buru, ia harus membereskan beberapa hal sebelum wisuda nya di tetapkan..

"Maaf, aku tidak sengaja dan sedang terburu-buru."

Laki-laki yang di tabrak hanya mengangguk acuh, ia melangkahkan kakinya. Tak sengaja menginjak dompet yang terjatuh di bawah.

"Oh, pria itu menjatuhkan dompetnya."

Ia jongkok untuk memungutnya, membukanya untuk melihat kartu identitas barangkali ada alamat yang tertera atau mungkin nomor yang bisa di hubungi.

"Oh, dia sudah menikah?" Gumamnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Oh, dia sudah menikah?" Gumamnya.

"Terlihat sangat muda apakah dia menikah muda? Lucu sekali."

Ia memasukkan dompetnya ke saku mantelnya, ini musim dingin. Hujan mungkin akan turun sebentar lagi ia berlari untuk sampai ke stasiun.

Sasuke baru saja sampai di apartemen nya, ia segera membuka laptopnya untuk memeriksa email. Karena dosennya bilang dia mengirim file ke email.

"Hah, untung saja aku belum mengemasnya."

Sasuke tersenyum lega setelah ia memeriksanya, ia akan segera pulang ke Jepang setelah wisuda selesai.

"Aku sangat merindukan mereka."

Sasuke merebahkan dirinya di ranjang, ia mengambil ponselnya dan menghubungi ibunya.

"Hallo ibu!"

"Ya sasuke, apa kau sudah makan sayang?"

Sasuke mengangguk, ia tersenyum melambaikan tangannya melihat ibunya sedang bertugas.

"Sudah. Apakah ibu sudah makan disana?"

Mikoto mengangguk sambil tersenyum, ia sedang istirahat sekarang.

"Ibu, tanggal wisuda ku sudah keluar. Aku akan segera pulang!"

Mikoto mengangguk, sepertinya anak bungsunya sudah tidak begitu murung lagi.

"Sayangku. Pulanglah dengan selamat ya?"

Sasuke mengangguk

"Baik ibu, sampaikan salam pada yang lain."

"Sasuke akan mandi dan tidur."

Setelah sambungan selesai, Sasuke kembali duduk di kursi belajarnya. Ia menatap jendela angin berhembus menerpa rambutnya.

SIN ( NaruSasu) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang