Setelah puas berkeliling, Fanny akhirnya bertemu kembali dengan ketiga temannya, mereka berkumpul disalah satu gazebo yang ada di sana.
"Nemuin lo susah banget Fan sumpah, soalnya badan lo kecil banget." Ucap Elvina membuat Fanny memutar bola matanya malas sedangkan pernyataan Elvina mengundang gelak tawa dari Sandra dan Jessy.
Tanpa aba-aba tiba-tiba hujan mengguyur, padahal sebelumnya matahari sedang cerah-cerahnya, membuat desahan kecewa dari siswa-siswi SMA Athala yang sedang menikmati tour mereka justru harus menelan fakta pahit bahwa kegiatan mereka sampai di sini saja.
"Kalian kenapa ngga nyebur ke kolam?" Tanya Fanny kepada ketiga temannya, karena ia tidak ikut berenang hanya duduk di gazebo itu sedari tadi.
"Gue tuh lupa bawa baju yang buat renang," jawab Jessy dengan kekehannya.
"Gue males banget, tadikan panas banget, ntar gosong." Ucap Sandra dengan muka polosnya.
Kini pandangan mereka beralih pada Elvina, menunggu jawaban dari gadis itu."Gue dateng bulan ya anjir, salting banget gue diliatin gitu."
"Ini kita baliknya ke bus gimana ya?"
"Lahh iya yak gimana, ngga ada persiapan disuruh bawa payung."
"Kayaknya emang gatau deh kalau bakal ujan."
Mereka kompak mengamati sekitar, barangkali menemukan solusi bagaimana caranya berjalan ke luar wisata menuju bus tanpa terkena air hujan.
Tiba-tiba ada anak kecil datang menghampiri mereka, "kakak mau ojek payung?" mata anak kecil itu terlihat berbinar seolah melihat kebahagiaan yang tiada tara.
Fanny mensejajarkan tubuhnya dengan anak kecil itu, "kalau kakak sewa payungnya aja, boleh ngga? Jadi kamu disini aja nanti kakak kembaliin payungnya."
"Temen-temenku banyak kok kak, aku panggilin mereka aja ya? Biar kakak ngga bolak-balik jemput temen-temen kakak, nanti sakit. Lagi pula aku kan cari uang kak jadi ini udah tugasku."
Hati Fanny mencelos setelah mendengar jawaban dari anak kecil itu, masih kecil tapi sudah dipaksa keadaan untuk mencari uang.
"Okay deh kalau gitu." Fanny membalasnya dengan senyuman kemudian dengan girangnya anak kecil itu memanggil teman-temannya.
"Woi sini woi ini ada kakak-kakak yang mau pake payung kita!"
Tanpa basa basi, Fanny dan ketiga temannya pun menggunakan jasa anak itu.
"Sini biar kakak aja yang pegang," ucap Fanny.
"Lohh aku aja kak."
"Emangnya kamu sampai mau mayungin kakak?" Balas Fanny dengan tertawa kecil.
Anak kecil itu juga ikut tertawa.
"Kamu namanya siapa?"
"Namaku Bondan kak,"
"Bondan umur berapa?"
"8 tahun kak,"
Fanny tertegun sebentar, usia anak kecil itu benar-benar masih kecil.
"Emangnya Bondan ngga sekolah kok ada di sini?"
Bondan tersenyum manis, "kan ini udah sore kak, jadi kalau pagi sampai siang aku belajar di sekolah terus pulang sekolah aku ke sini ngojek payung." Balas Bondan dengan cengirannya.
Jawaban dari Bondan membuat Fanny ingin meneteskan air matanya karena merasa kasihan dengan anak sekecil itu yang dengan senangnya menjawab bahwa dia ke sini untuk menawarkan jasanya, padahal belum tentu setiap hari ada yang mau menggunakan jasanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fanny
Novela JuvenilKisah tentang dua orang lawan jenis yang menjalin suatu hubungan persahabatan. Menghabiskan waktu berdua, saling bertukar gombalan, dan perhatian satu sama lain membuat hidup mereka seakan saling bergantung. 10 tahun mereka selalu bersama tetapi sam...
