Happy 1k pembaca "Fanny" 😭✨
Thank u bgttt buat yang udah mau baca
ceritaku ini🥹
Jangan lupa buat vote yaa sekalian share ceritaku sebagai rekomendasi ke temen kalian😇
Aku pasti seneng bgttttt dan
bikin jadi semangat nulis ceritanya lagi.
Happy Reading🙌🏻
--------------------------------------------------------------
"Pacar gue kenapa nih?!"
Fanny tampak menghembuskan nafas lega setelah mendengar suara yang kehadiran sosoknya sedang dinanti-nanti oleh Fanny, tanpa menunggu jawaban dari orang-orang yang mengelilingi gadis itu, Fino langsung duduk jongkok mensejajarkan posisi.
"Kenapa? Kepala lo sakit?" Ucap lelaki itu terlihat khawatir, "gue anter ke UKS ya?" lanjutnya.
"Ngga, gue gapapa."
"Sini gue bantu berdiri."
Naufal yang melihat interaksi sepasang kekasih itupun hanya bisa diam membisu, menatapnya secara bergantian.
Sedetik kemudian ia tersadar, "Fan sorry gue ngga sengaja." Ucap Naufal dengan perasaan bersalah, pun dengan raut rasa bersalahnya.
Fanny tersenyum tipis, "Iya kak gapapa."
"Lo balik ke kelas aja deh Fan, nanti gue bawain lo mau pesen apa." Ucap Sandra yang disetujui anggukan oleh kedua temannya.
"Gue ikut kalian aja, mana berani gue balik sendiri. Gue udah gapapa kok beneran,"
"Biar dianter Fino lah, ya kan, Fin? Udah anter Fanny ke kelasnya sana!" Desak Jessy pada kekasih temannya itu.
"Mau lanjut ke kantin atau balik ke kelas?"
Elvina memutar bola matanya malas, "pake ditanyain lagi."
"Gue ikut mereka ke kantin aja."
"Yaudah hati-hati kalau gitu."
Dengan gerakan cepat Fanny menarik tangan ketiga temannya untuk segera pergi dari sana, karena mereka tadi menjadi pusat perhatian atas insiden yang terjadi dan membuat Fanny malu.
Naufal menatap nanar punggung Fanny yang kian menjauh, "kayaknya gue emang ngga punya kesempatan lagi," batin lelaki itu.
Fino memperhatikan Naufal yang sedang melihat kepergian kekasihnya pun hanya bisa tersenyum penuh kemenangan, ia tau siapa lelaki yang sedang berada disampingnya itu.
Sesama anggota OSIS dan sesama pemilik hatinya Fanny—tapi itu dulu bagi Naufal sekarang Fanny adalah milik Fino.
"Duluan ya kak," ucap Fino berpamitan pada Naufal, mengingat mereka adalah sesama anggota OSIS.
Sedangkan Naufal hanya diam tidak merespons ucapan Fino barusan dan memilih kembali ke lapangan lalu disambut oleh teman-temannya.
"Udahlah, Pal. Cewe masih banyak ngga cuma dia doang, apalagi lo ganteng, masih banyak cewe yang ngantri mau sama lo."
"Bukan soal tampang, berita Naufal sama Fanny itu udah nyebar kenapa mereka bisa putus. Cewe-cewe pasti mikir dua kali lah kalau mau jadian sama Naufal," sahut Nando dengan sarkas membuat mereka yang tengah mengelilingi Naufal pun merasa heran karena intonasi bicara Nando yang terlihat tidak suka.
"Lo kenapa sih, Ndo? Lo ngga suka sama gue?" Ucap Naufal menatap heran.
Nando hanya mengangkat kedua bahunya kemudian berjalan pergi menjauh membuat teman-temannya dihantui rasa penasaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fanny
Teen FictionKisah tentang dua orang lawan jenis yang menjalin suatu hubungan persahabatan. Menghabiskan waktu berdua, saling bertukar gombalan, dan perhatian satu sama lain membuat hidup mereka seakan saling bergantung. 10 tahun mereka selalu bersama tetapi sam...
