MAKASIH BANGET BUAT YANG UDAH MASUKIN CERITA "FANNY"
KE READING LIST
🥹❤️❤️❤️❤️
Maaf bangett kalau masih ada kurangnya dicerita akuu huhu🥹❤️
Happy Reading❤️❤️❤️
Jangan lupa vote, comment, and share✨
--------------------------------------------------------------
Alfin merebahkan diri di kasur empuk miliknya, menerawang kejadian demi kejadian yang terekam jelas diingatannya.
Tentang gadis yang beberapa tahun belakangan ini menyita seluruh perhatiannya, menarik rasa penasaran serta kali pertamanya ia merasakan sensasi—debaran di dada.
Entahlah, rasanya bersama gadis itu semua hari yang ia lalui terasa begitu menyenangkan.
Namun apakah mungkin kapal mereka akan berlayar? Mengingat betapa sulitnya mendobrak pintu hati gadis itu dan pastinya akan ada banyak ketakutan jika ia sampai melabuhkan hatinya pada gadis itu.
"ARGHH ALFIN ALFIN LO HARUS LUPAIN PERASAAN ITU!" Ucap Alfin sembari mengacak rambutnya kasar, beruntung kamarnya kedap suara sehingga tidak menarik perhatian dari seisi rumah.
"Tapi gue bisa gila," lanjutnya lirih.
"Padahal cuma bocil, kenapa gue bisa secinta ini? Magnet dia kuat banget anj*ng." Lagi-lagi Alfin merasa frustasi dengan keadaan yang sedang ia alami saat ini.
Tok tok tok
Dengan sigap ia bangun lalu membuka knop pintu untuk mengetahui siapa yang mengetuk pintu kamarnya di jam-jam tidur.
"Lohh Mama belum tidur?" Alfin terkejut saat mengetahui Sita yang mengetuk pintu kamarnya.
Bukannya menjawab pertanyaan dari anak bungsunya, Sita justru memberitahu jika ada seseorang yang datang.
"Yahya ada di depan rumah."
Alfin dibuat semakin bingung dengan kehadiran Yahya yang tiba-tiba, biasanya lelaki itu pasti akan mengabari lebih dulu sebelum datang.
Setelah memberitahu kehadiran Yahya, Sita pun kembali ke kamarnya dan setelahnya Alfin langsung bergegas ke luar rumah untuk menemui Yahya.
"Ngapain lo jam segini minta sumbangan?" Ucap Alfin saat mendapati Yahya sedang duduk di kursi depan rumahnya, ia pun ikut duduk disamping temannya itu.
Yahya menghembuskan nafasnya pelan. "Gue suntuk dirumah."
"Kenapa lo? Ada masalah?" Tanya Alfin penuh selidik. Alfin dibuat bingung karena Yahya bertamu pukul 23.00 tentu saja sudah sangat larut malam.
Yahya menggelengkan kepala.
5 menit suasana hening, sama sekali tidak ada yang bersuara diantara mereka berdua. Yahya yang sibuk menenangkan pikirannya sedangkan Alfin hanya diam dengan maksud membiarkan Yahya berbicara lebih dulu ketika temannya itu sudah siap.
"Gue—disuruh nikah sama Nyokap."
"Gue baru aja kuliah mau jalan 2 semester, bisa-bisanya Nyokap Bokap gue nyuruh gue kawin. Cuma gara-gara gue udah macarin dia dari SMP," jelas Yahya.
Keluarga Yaya memang terbilang kaya, bahkan jauh lebih kaya dari keluarga Alfin. Tetapi menjadi kaya tidak selalu menyenangkan pikir Yahya karena ia harus menuruti permintaan dari kedua orangtuanya yang memaksanya untuk segera menikahi gadis yang sudah sejak lama berhubungan dengannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fanny
Novela JuvenilKisah tentang dua orang lawan jenis yang menjalin suatu hubungan persahabatan. Menghabiskan waktu berdua, saling bertukar gombalan, dan perhatian satu sama lain membuat hidup mereka seakan saling bergantung. 10 tahun mereka selalu bersama tetapi sam...
