- 62

19 0 0
                                        

Happy Reading🤍

I hope u like it🥰✨ Janlup Votement yak!

I'm so sowryyy🥹❤️
baru sempat update karena
ada beberapa masalah, but this is for u gaiss🫶🏻

--------------------------------------------------------------

Tidak terasa ujian kenaikan kelas telah berakhir dan seluruh murid SMA Athala juga telah mengikuti serangkaian acara class meeting sembari menunggu hasil dari satu tahun mereka belajar.

Dan hari ini adalah hari terakhir class meeting diadakan sebelum esok pengambilan raport.

"Lo tuh jadi cogil ya Fin lama-lama." Ucap Dzaki sembari menyeruput es teh yang berwadahkan plastik ditangan kanannya.

Tiga serangkai SMA Athala tersebut tengah berada dikantin luar sekolah, lebih memilih untuk menghindari kegiatan sekolah yang diadakan untuk memeriahkan classmeeting.

Bukan tanpa alasan mereka memilih untuk menghindar, karena menurut mereka acara yang diadakan oleh pengurus OSIS sangat membosankan dan tidak memberikan pengalaman.

Alis Alfin terangkat satu, "maksud lo apaan?"

"Apa susahnya coba to the point bilang ke orang yang lo anggep adek itu, kalau lo suka sama dia. Mau sampe kapan lo diem-diem gini? Mau jadi screet admirer selamanya?" Ucap Dzaki panjang lebar sampai membuat Alfin dan Dewa tidak percaya dengan apa yang mereka dengar, sungguhankah itu benar Dzaki.

"Malah gue ngerasa kalau perasaan gue ini salah."

Dewa menoleh ke arah Alfin, sempat mengernyit. "Salah gimana maksud lo?"

Alfin mengangguk sembari meminum es teh yang baru saja datang tidak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada Mbak Ning.

"Yaa gue kan sama Fanny udah dari kecil bareng-bareng, harusnya perasaan ini ngga boleh ada. Cukup gue sebatas kakak aja buat dia." Ucap Alfin dengan tersenyum tipis.

"Tapi, menurut gue punya perasaan itu ngga salah, Fin. Lo punya hak buat jatuh cinta, buktinya gue aja juga jatuh cinta sama Fanny," ucap Dewa diikuti cengiran yang membuat mata Alfin melotot dan Dzaki hanya bisa menggelengkan kepala serta tersenyum maklum.

"Gue punya cara sendiri buat ngerawat perasaan ini," ucap Alfin dengan nada santai.

"Gue khawatirnya Fanny jadian sama Rey."

"Ah udahlah ngga usah bahas Rey, muak gue." Sahut Dewa.

"Gimana tawaran buat tanding futsal sama sekolah sebelah? Lo terima Fin?" Tanya Dzaki mengalihkan topik sedangkan Dewa nampak menunggu jawaban dari lelaki itu.

Alfin menyilangkan kakinya dimeja dan bersedekap. "Sejujurnya gue males mau terima tawarannya karena pasti ujung-ujungnya rusuh."

"Tapi, kalau ngga gue terima, pasti dikira cupu." Lanjut lelaki itu.

"Kalau seandainya ketauan sama pihak sekolah kita bisa dihukum." Keluh Dzaki.

Mereka memang sering melakukan pertandingan futsal namun diluar tanggung jawab sekolah, sehingga jika terjadi kerusuhan dan sampai ke telinga pihak sekolah masing-masing pasti akan diberikan hukuman.

"Namanya juga pertandingan ilegal." Ucap Dewa asal.

"Tapikan masalahnya sekolah kita yang udah pasti di cap jelek." Sahut Dzaki dengan menghembuskan nafas pelan.

SMA Athala bukanlah SMA paling populer di kota mereka, terhitung nomor urut 4 dan yang terakhir.  Jadi, jika terlihat sedikit saja melakukan kesalahan pasti akan dipandang sekolah yang paling buruk.

FannyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang