HAPPY READINGG~
THANK U!!! Buat yang udah vote, udah follow, & masukkin ceritaku ke
reading list🥹🫶🏻
I'am so happy🥹🥹🥹❤️❤️❤️❤️
Tapi tetap jangan lupa vote, comment,
and share ke temen-temen kalian yaa🥰❤️
--------------------------------------------------------------
"GILAKKK GREEN FLAG BANGET!"
Fanny menutup kedua telinganya ketika mendengar suara Elvina yang begitu menggelegar di ruang kelas mereka, beruntung hanya ada mereka berempat di dalam kelas, karena mereka sedang ada penilaian mata pelajaran olahraga, dan kebetulan mereka singgah dikelas lebih dulu sedangkan teman-temannya yang lain tengah bersiap-siap bergegas menuju kolam renang.
Fanny menceritakan pengalaman pertamanya keluar rumah dengan sosok laki-laki, ia juga menceritakan obrolan yang Fanny dan Fino bahas hingga mengundang pekikan dari Elvina itu.
"Romantisnya Fino bukan menye-menye yang ngeluarin jurus kata-kata mautnya, ya? Lebih ke aksi menurut gue," ucap Jessy.
"Kalau denger dari ceritanya Fanny sih gitu, apalagi definisi dari romantis juga ngga melulu kata-kata manis." Imbuh Elvina yang disetujui mereka semua.
"Gue aja diusir waktu nemenin dia." Ucap Sandra yang membuat kedua temannya memicingkan mata curiga.
Fanny gugup ditatap seperti itu, "gu-gue ngga ngapa-ngapain ya cuma gandengan tangan ajaaa." Ucap Fanny sembari menutup mukanya dengan kedua tangan.
Ketiga temannya tertawa, mereka bukan mau berfikiran negatif tentang Fanny. Lagi pula mereka paham betul sosok Fanny bagaimana.
"Udah ayok kita berangkat, nanti kita telat dimarahin." Ajak Elvina yang disetujui oleh mereka.
Mereka akan melaksanakan penilaian renang ke kolam renang yang cukup jauh dari sekolahan sehingga membuat mereka mau tidak mau harus mengendarai sepeda motor untuk sampai ditujuan.
"Waitt," Jessy menginstrupsi untuk berhenti.
"Apa lagi sih? Telat kita nanti,"
"Yaa masa kita mau boncengan berempat sih!? Logikanya dipake dong,"
Fanny, Sandra, dan Elvina tampak menepuk jidat mereka secara bersamaan. Pasalnya, diantara mereka hanya Elvina yang memiliki sepeda motor.
Fanny ikut Naya, Sandra pun ikut dengan temannya, dan Jessy diantar.
"Cepet cari tebengan!"
"FAN SAMA GUE AJA YOK!"
Fanny dan ketiga temannya kompak menoleh ke arah sumber suara, mereka juga kompak terkejut karena tawaran dari seseorang itu untuk Fanny.
"Kayaknya jangan dia deh Fan, reputasi lo makin ancur ntar." Bisik Jessy namun masih bisa didengar oleh mereka bertiga.
"FINO NGGA BAKAL CEMBURU KOK TENANG AJA, BURUAN BELAKANG GUE NIH MASIH KOSONG." Ucap lelaki itu dengan menepuk jok belakang motornya membuat Fanny semakin merasa suasananya saat ini menegang.
Fanny hanya menggeleng pelan sebagai jawaban, dengan harapan semoga lelaki itu paham. Dan akhirnya lelaki itu pergi sesuai dengan bahasa isyarat yang Fanny berikan.
Mereka berempat menyadari bahwa ada sepasang mata yang mengamati mereka sejak ada tawaran dari lelaki itu, sepasang mata tersebut milik—Adel.
Dan lelaki yang menawari Fanny tadi tidak lain dan tidak bukan adalah Adit, lelaki dambaan Adel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fanny
Novela JuvenilKisah tentang dua orang lawan jenis yang menjalin suatu hubungan persahabatan. Menghabiskan waktu berdua, saling bertukar gombalan, dan perhatian satu sama lain membuat hidup mereka seakan saling bergantung. 10 tahun mereka selalu bersama tetapi sam...
