Sowryy bgtt yaa kalau aku seringg telatt UP, karena di rl aku bener-bener sibuk dari jam 6 pagi sampai 8 malam😩
Tapi aku selalu sempetin buat nglanjutin cerita inii🥹🫶🏻
Makasih banyak buat pembaca setia, tolong vote yaa🥹❤️
Happy Reading🫶🏻
--------------------------------------------------------------
Hari kedua masuk sekolah.
Hari ini belum juga diadakan pembelajaran, karena biasanya masih ada pembagian pengurus kelas. Berhubung sistem SMA Athala setiap tahunnya kelas diacak jadi mau tidak mau pengurus kelaspun tiap tahunnya berbeda.
Wali Kelas XII IPA 2 memasuki ruang kelas, suasana kelas yang awalnya ricuh seketika berubah menjadi hening secara tiba-tiba.
Mereka serentak meneguk saliva setelah mengetahui siapa yang akan menjadi Wali Kelas XII IPA 2, tatapan tajam beliau membuat seisi kelas membisu.
"Selamat pagi anak-anak," ucap Pak Yusuf—selaku Wali Kelas XII IPA 2.
"PAGI PAKKK."
Pak Yusuf termasuk jejeran guru paling killer di SMA Athala, beliau tidak segan-segan menghukum murid yang tidak taat terhadap aturan sekolah, tanpa pandang bulu.
"Perkenalkan bagi yang belum kenal, nama saya Yusuf. Saya yang akan menjadi Wali Kelas XII IPA 2 sekaligus Guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris kurang lebih 9 bulan kedepan, mohon kerjasamanya ya."
"BAIK PAKK!"
9 bulan? Benar. Ketika sudah menginjak dikelas XII, maka sudah tidak genap satu tahun melainkan hanya 9 bulan. Nantinya semua kelas XII akan disibukkan dengan ujian, ujian, dan ujian.
"Pembagian pengurus kelasnya saya buat sedikit kreatif ya," ucap Pak Yusuf dengan cengiran khasnya namun justru membuat seisi kelas merinding seketika.
"Ini kita mau diapain sih," bisik Jessy pada Fanny, dia duduk dibelakang Fanny sedangkan Fanny duduk bersama Dea (ingat kan ya Dea teman Vannya, mereka pernah satu kelas di kelas XI).
Mengapa Jessy dan Fanny tidak satu meja saja? Kebetulan Dea ingin duduk bersama Fanny, untungnya Jessy tidak baper jadi diiyakan.
Fanny hanya diam walaupun mendengar bisikan dari Jessy, ia hanya takut jika dihukum Pak Yusuf ketika beliau sedang menerangkan, muridnya malah asik sendiri.
"Bapak udah siapin kertas nih," ucap Pak Yusuf sembari menunjukkan ada beberapa kertas yang dipotong kecil-kecil lalu dilipat.
"Kalau kalian buka nanti didalam ada tulisannya ketua, wakil, sekretaris, bendahara, dan seksi-seksi lainnya. Bapak taruh dikaleng nanti digilir ya dan kalian ambil satu-satu saja, kecuali kalau memang jabatannya mau ngrangkap gapapa." Lanjut beliau dengan tetap mempertahankan cengiran khasnya.
Mereka mengangguk menandakan bahwa mereka paham instruksi dari Wali Kelas, tidak membutuhkan waktu lama kaleng tersebut sudah berada ditangan Pak Yusuf kembali setelah digilir.
"Dalam hitungan ke 3, kalian buka sama-sama ya, tapiiiiii jangan dibocorkan dulu. Bapak panggil sesuai jabatan, siapa dapat jabatan yang bapak sebutkan silahkan kedepan ya."
"1...2...3"
Pak Yusuf tersenyum melihat ekspresi masing-masing anak didiknya, "oke, Bapak panggil satu-satu ya. Siapkan telinga dan mental kalian, setelah kedepan sebutkan nama."
"Ketua Kelas silahkan kedepan,"
Terdengar derap langkah kaki, semua pasang mata mengarah pada lelaki yang dipanggil sebagai Ketua Kelas tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fanny
Teen FictionKisah tentang dua orang lawan jenis yang menjalin suatu hubungan persahabatan. Menghabiskan waktu berdua, saling bertukar gombalan, dan perhatian satu sama lain membuat hidup mereka seakan saling bergantung. 10 tahun mereka selalu bersama tetapi sam...
