Bab 16

5 1 0
                                        

Kini tak perlu lagi mencintai mu dalam diam, bersama mu aku bisa melakukan banyak hal tanpa menunggu orang lain untuk memaksa ku melakukan apapun

10 januari 2024 menjadi sejarah di mana dua hati telah terpaut. Ya Mi ran dan Lucky sama-sama membuka hati untuk belajar saling mencintai, walau hal itu yang nanti akan menjadi rumit dikemudian hari karena akan ada hati yang tersakiti yaitu Bima, mereka lebih mementingkan perasaan sendiri ketimbang merasakan sakit memikirkan dan menjaga perasaan orang lain.

Di sinilah Mi ran, di dalam bus menuju sekolahnya. Wajah itu perlahan kembali ceria seperti sedia kala. Terkadang Mi ran tersenyum sendiri mengingat chat yang dikirim Lucky untuknya. Ya..cowok itu nggak pernah namanya basa basi dalam setiap obrolan, selalu to the point dan apa adanya. Itulah Lucky, cowok yang sedari kesan pertama membuatnya jengkel akan ulah-ulahnya. Kini justru ia terjerat terlalu dalam akan perasaan cinta terhadap Lucky. Bak virus yang tengah menyebar.

Sedang asyik dalam lamunannya, Seorang cowok sudah duduk manis di sebelahnya, mengacak rambutnya dan tersenyum manis.
" Mikirin Aku sampai senyum-senyum sendiri gitu ?? " Ledek Lucky.
" Loh..kapan naiknya kok udah di sini ?? " Tanya Mi ran heran. Apa karena tak fokus hingga Mi ran tak sadar jika bus yang ia naiki sudah berhenti di beberapa halte.
" Kamu pikir Aku bisa tiba-tiba ngilang dan duduk di sini?? "Tanya Lucky meledek.
Bukannya menjawab, Mi ran malah mengendus tubuh Lucky. Terasa asing, parfum yang cowok itu pake seperti tak biasa.
" Parfum lo baru? Kok gak kaya biasanya?? ", tanyanya polos.
" Yaelah..yang udah hapal betul parfum gue, jeli amat neng !!! " Ledek Lucky semakin gemas menggoda Mi ran.
" Ikh seriusan nanya, nggak kaya biasanya !! " Mi ran serius.
" Iya sayang, ini baru. Parfum yang lama habis, Aku males buat cari, soalnya itu parfum langka, jadi ya Aku beli aja parfum seadanya " jawab Lucky jujur.
" Ikh gue nggak suka baunya, terlalu nyengat. Nggak kaya biasanya soft, enak dan ngangenin tau !! " Mi ran kembali ke mode polosnya.
Lucky tertawa, mendengar jawaban jujur dari Mi ran. Bahkan seisi bus sampe melirik mereka berdua akibat obrolan itu, sudah kaya suami istri saja. Sampe parfum beda bau saja hapal. Mi ran merogoh tasnya, dan menyemprotkan parfumnya ke badan Lucky. Lucky melongo atas tingkah Mi ran, gadis itu benar-benar lucu.
" Ini kan parfum cewek, nanti dikiranya Aku habis tidur sama cewek lagi sampe parfumnya nempel " tutur Lucky.
" Ya kan emang lo udah tidur sama gue Ky, nggak masalah kan ??" Mi ran keceplosan.
" Kamu itu !!! " Lucky melotot mendengar kejujuran Mi ran yang terlewat jujur, antara bodoh atau benar-benar polos.
Mi ran memanyunkan bibir sambil berkata lirih " sorry ". Lalu terdiam karena malu, mungkin sebagian penumpang melirik tajam ke arah mereka saat ini. Karena hal itu bukan sewajarnya di umbar ke publik, karena itu suatu kesalahan yang tidak semestinya dilakukan sebelum waktunya.

Sesampainya di sekolah, Mi ran turun duluan disusul Lucky. Mereka sepakat untuk mencari waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini ke Bima, mencari cara agar Bima nggak terlalu terluka. Lucky mengelus kepala Mi ran sekilas, sebelum kemudian berjalan lebih dulu menuju kelas.
Tanpa disadari, Nanda yang dari kejauhan ingin menyapa melongo melihat tingkah Lucky terhadap sahabatnya. Tak mau berlama-lama, Nanda pun berteriak histeris.

" Mi raaannnn..., what happened??, mata gue masih normal kan Mi, nggak juling atau kenapa kan?? Coba lo cek " heboh Nanda sembari memendelikkan matanya.
" Apaan sih nih model, pagi-pagi udah heboh sendiri. Apanya yang juling, mata lo sehat-sehat aja !! " Jawab Mi ran polos.
" Seriusan, berarti tadi yang gue lihat real kan, gue nggak salah kan?? " Selidiknya.
"Apa, emang lo lihat apa. Demit?? Sampe heboh gitu !! " Heran Mi ran.
" Sumpah demi apa Mi, gue tadi lihat tuh cowok ngelus kepala lo " sambil menunjuk Lucky yang berjalan di depan.
Degg...hati Mi ran tersentak, ia tak mau ada orang lain yang tau sebelum Kak Bima. Dasar Lucky, dengus Mi ran merutuki kecerobohan Lucky.
" Apaan, mana ada gitu. Ada-ada aja lo, pasti ini efek lo laper makanya halu " kilah Mi ran. Nanda setengah percaya setengah nggak, sambil berjalan menuju kelas dia masih berfikir seperti tidak mungkin tapi tadi dia benar-benar melihatnya.

CAHAYATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang