Kala mata tak melihat tapi hati merasakan, di situ baru kita sadari bahwa tak semua yang kita lihat sesuai dengan apa yang kita pikirkan dan kita rasakan
Di sini Aku ada karena Kamu
" Miranda Cahaya Mikaila "
Di rooftop lantai 4 gedung sekolah, di sanalah Mi ran, Lucky dan Bima sekarang. Ketiganya sama-sama memiliki rasa yang bahkan sulit untuk di ungkapkan. Terlalu rumit dan kompleks. Bukan hanya sekedar Aku sayang Kamu dan semua clear.
Mata Mi ran terlihat sembab, karena tangis yang pecah kala hatinya terluka.
" Lo mau dengerin penjelasan gue atau lo mau tetep pada pemikiran lo yang sekarang " Lucky to the point.
" Apa lagi yang harus gue denger selain lo nusuk gue !! " Sarkas Bima.
" Kakak dengerin dulu, jangan pake emosi. Di sini nggak ada yang salah selain Aku " ucap Mi ran.
" Diem lo !! " Sentak Bima.
" Bangs*t lo, ngapain lo bentak cewek gue !! " Lucky mulai tersulut emosi.
" Lo lupa nih cewek juga cewek gue !! " Tuntut Bima.
Bugh..satu pukulan mendarat di wajah Bima.
" Lo lupa kata-kata gue, sekali lo nyakitin atau gak bisa jagain Kaila, gue yang akan ambil tugas lo " sentak Lucky.
" Maksud lo apa !!, kapan gue nyakitin dia !! " Jawab Bima berapi.
" Lo mungkin emang gak nyakitin tapi lo gagal jagain dia, lo tau gak musuh bebuyutan lo si Dedi udah ngasih obat perangsang buat Kaila, terus lo mikir lo bisa jagain dia !! "
" Apa !!!, beneran Ay ?? " Tanya Bima mencari jawaban pada Mi ran.
Mi ran hanya menunduk.
" Gue tau busuknya lo, yang bahkan cewek lo aja nggak tau Bim, nggak usah munafik dan belagak suci lo !! " Lucky mulai berapi.
" Apa maksud lo Ky ? " Selidik Mi ran.
" Terus mau lo apa !! " Tegas Bima.
" Eh eh..tunggu dulu, ini maksudnya gimana sih?? Kok gue jadi bingung ?? " Mi ran merasa heran bahkan dia tak tau di mana topik pembicaraan ini.
" Lepasin Mi ran, biar gue yang jagain dia, sekarang gue yang tanggung jawab atas dia !!" Pinta Lucky.
" Kenapa lo tanggung jawab atas Aya?? Lo udah apain Aya ?? " Tanya Bima mencari kepastian.
Baik Lucky dan Mi ran saling tatap.
" Jangan bilang lo udah..?? "
" Bajing*n lo Ky " bugh bugh bugh, 3 kali pukulan di wajah Lucky dan cowok itu hanya diam menerima pukulan Bima. Dia tau posisi dia juga salah dalam hal ini.
" Kak udah kak stop, please kita omongin baik-baik, Lucky gak salah Kak. Aku yang salah dalam hal ini !! " Pekik Mi ran.
" Lo masih belain cowok berandal ini, dia udah ngerusak lo !! " Emosi Bima.
Saat dia hendak memukul Lucky yang sudah tergeletak, Mi ran menengahi.
" Kita putus Kak !! " Ucapnya yang membuat Bima menghentikan pukulannya.
" Jadi Ay, lo milih dia ketimbang gue !! " Tegas Bima.
" Dari awal Aku sayangnya sama Lucky Kak, Aku sadar akan hal itu sekarang, sayangnya Aku ke Kakak hanya sebatas kagum. Jadi please Kak, sampai sini aja. Kita berteman, ok !! " Pinta Mi ran baik-baik.
" Brengs*k emang lo !! " Sarkas Bima dan kemudian pergi meninggalkan Lucky dan Mi ran.
Lucky babak belur ditangan Bima, mungkin itu cara dia agar rasa kesal Bima karena dikhianati olehnya bisa terbalas. Jauh yang Mi ran tau bahwa Bima lebih bajing*n dari yang ia pikirkan. Cukup dia yang tau.
" Muka lo sampe bonyok gitu kenapa gak lo lawan aja Kak Bima sih !! " Kesal Mi ran.
" Kamu mau Aku gitu ?? " Tanya Lucky serius. Mi ran menggeleng, mungkin ini cara cowok menyelesaikan sebuah masalah, dengan adu tonjok.
" Ayo balik, mampir ke apotik dulu. Obati luka-luka lo dulu " ajak Mi ran.
Mi ran membantu Lucky berdiri dan menggandeng tangannya. Cowok itu benar-benar bonyok, bibir, pipi lebam semua.
" Kaila Aku capek, Aku nggak pengen balik ke rumah hari ini !! " Ucap Lucky.
" Loh..lo mau kemana kalau nggak balik ke rumah " tanya Mi ran.
" Balik ke Vila Aku, Aku pengen di sana dulu sampai luka ku membaik, Aku nggak mau nyokap ku depresi lagi lihat Aku kaya gini !! " Ucapnya.
" Ok, ayo gue anterin " ucap Mi ran.
Keduanya berjalan beriringan meninggalkan sekolah, menuju arah vila di daerah bogor di mana tempat Lucky biasa menyendiri. Sebelumnya Mi ran sudah membeli obat-obatan dan beberapa makanan untuknya dan Lucky. Mi ran memikirkan topik apa yang ia akan bahas supaya Lucky bisa sedikit melupakan kejadian tadi saat di rooftop, ia tau bahwa kedepannya hubungan Lucky dan Bima pasti tidak baik-baik saja. Mengingat keakraban keduanya.
" Bisa nggak kalau sekarang Kamu panggilnya Aku Kamu aja jangan gue lo lagi " ucap Lucky di tengah perjalanan.
" Hem, iya !! " Jawab Mi ran.
" Ky boleh nanya sesuatu?? " Tanya Mi ran ragu.
" Apa?? "
" Waktu itu, bagi seorang cowok. Kamu ngerasain apa dan efeknya apa saat kita..." Mi ran menghentikan ucapannya karena malu.
Lucky mengernyit mencoba memahami pertanyaan Mi ran.
" Itu..waktu kita.., akh masak kamu nggak paham sih?? " Kesal Mi ran.
" Oh..maksud Kamu saat kita tidur bareng ?? " Tanya Lucky tanpa basa basi.
" Ikh Kamu mah enteng banget ya ngomongnya, nggak malu apa?? " Mi ran tersipu.
Lucky tertawa lepas mendengar ucapan Mi ran. Gadis itu benar-benar menggemaskan.
Baru kali ini Mi ran melihat Lucky tertawa selepas itu, Mi ran lega. Bersamanya Lucky bisa tertawa.
" Buat Aku sih enak dan nikmat aja, walau jujur itu pengalaman pertama Aku, kenapa nanya, mau lagi?? " Tawar Lucky serius.
" Ikh Kamu mah, mana ada kaya gitu di omong-omongin gitu " Mi ran menunduk semakin malu.
" Ya kan Aku cuma nawarin, kalau Kamu mau ya ayo aja, hahaha " Lucky semakin tertawa, karena menggoda Mi ran adalah hobinya. Gadis itu terlihat lucu saat tersipu dan kebingungan. Mi ran hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan Lucky.
Baginya itu jelas-jelas sebuah kesalahan dan kesalahan tidak bisa di ulang. Diusianya yang masih belia membuatnya sering ingin mencoba banyak hal, tapi semua keputusan memiliki resiko.
Mereka telah sampai di vila Lucky, terpampang jelas megahnya vila itu menunjukkan bahwa Lucky adalah orang berada. Dengan gerbang hitam menjulang tinggi, terlihat bersih dan nyaman. Lucky menggandeng tangan Mi ran memasuki pelataran vila.
" Kamu bisa duduk di manapun kamu suka, Aku mau mandi dulu ya, gerah " ucap Lucky.
" Eh..ngapain mandi segala ?? " Jawab Mi ran cengo.
" Lah..emang kenapa kalau Aku mandi?? Kamu mau ikut?? " Goda Lucky.
" Udah akh jangan godain Aku terus, sana..sana..nanti Aku obati luka mu, cepetan " usir Mi ran.
Lucky pun berlalu sambil cekikikan, Mi ran memang benar-benar cewek polos. Bersyukurnya dia bisa memiliki gadis itu. Selagi Lucky mandi, Mi ran memilih berjalan-jalan di sekitaran kolam renang vila. Udaranya benar-benar sejuk dan menenangkan. Pantes Lucky suka tempat ini.
Tiba-tiba Lucky memeluknya dari arah belakang, harum khas cowok itu menyeruak.
" Aku cariin di dalem nggak taunya di sini !! " Tuturnya.
" Iya pengen muter-muter aja tadi " jawabnya.
" Ayo Aku obatin dulu !! " Ajak Mi ran tanpa berbalik dan tetap membiarkan Lucky memeluknya.
" Biarkan seperti ini sebentar aja Kaila " pinta Lucky. Mi ran menurut dan tetap diam membiarkan cowok itu bersandar di pundaknya.
" Kenapa?? " Tanya Mi ran dalam kediaman Lucky. Cowok itu kini menjelma jadi cowok yang soft, nggak sama seperti awal Mi ran mengenalnya. Lucky merogoh saku celananya, mengeluarkan sesuatu barang. Dia melepas pelukannya, memutar badan Mi ran agar menghadapnya.
" Kaila, mau nggak kamu nikah sama Aku ?? " Lucky mengeluarkan kalung berbandul bintang dan melamar Mi ran. Speecles Mi ran hanya bisa terdiam syok.
" Mungkin ini terlalu cepat karena kita masih sekolah, tapi nggak tau kenapa Aku seperti menemukan seseorang yang benar-benar bisa merubah ku ke arah yang lebih baik. Dengan mu perlahan Aku bisa mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk ku, dengan mu Aku merasa nyaman dan memiliki seseorang yang tau bagaimana Aku harus bersikap. Mungkin Kamu memang dikirim tuhan untuk merubah ku " ucap Lucky sweet panjang lebar.
Mi ran justru meneteskan air mata, karma atau anugerah apa yang tengah ia dapatkan sekarang.
" Tapi Ky, Aku masih kelas 2..apa Kamu bisa menunggu selama itu buat Aku?? " Tanya Mi ran ragu.
" Tentu, kita jalani hari-hari kita sama-sama. Aku nggak akan melarang mu melakukan apapun, termasuk dengan sekolah mu !! " Jawabnya mantap. Mi ran hanya bisa menangis saat itu. Hatinya terlalu menyayangi cowok di hadapannya itu. Mi ran pun mengangguk pertanda menerima lamaran Lucky. Memang gila, baru kelas 2 SMA dan Mi ran dengan mantap memutuskan hal sebesar itu dalam hidupnya tanpa beban apapun.
Lucky sangat bahagia, dia memakaikan kalung itu di leher Mi ran, mengecup manis pipi gadis itu.
Mi ran tersenyum menanggapi, di lihatnya kalung yang kini bergantung dilehernya, kalung itu kini simbol bahwa dirinya telah di miliki Lucky.
" Ayo Aku obatin luka-luka mu " ajak Mi ran menggandeng tangan Lucky masuk ke dalam. Lucky pun menurut.
Mereka duduk di sofa ruang tamu berhadapan. Banyak memar-memar di wajah Lucky, cowok itu benar-benar membiarkan Bima memukulinya sepuasnya.
" Lihat wajah mu, memar di mana-mana !! " Sesal Mi ran melihat wajah ganteng Lucky penuh memar.
" Masih tetep ganteng kan ?? " Goda Lucky. Mi ran menatap wajah itu lekat. Dia kembali mengingat awal-awal pertemuannya dengan Lucky. Bagaimana bisa cowok di hadapannya kini menjadi pilihan untuk hidupnya kelak. Semudah itu kah tuhan mengirim jodohnya??.
Cupp..satu kecupan kembali mendarat di pipi Mi ran.
" Jangan berubah untuk siapapun, tetaplah jadi Kaila yang Aku kenal !! " Ucap Lucky serius.
" Ikh Kamu itu suka banget cium-cium Aku !! " Mi ran cemberut.
" Wajah mu napsuin Kaila !! " Jawab Lucky mantap. Ya memang seperti itu, cowok mana yang nggak akan jatuh cinta sama cewek seperti Kaila, mungkin bagi orang Mi ran hanya cewek polos, kudet, dan nggak gaul tapi saat seseorang bisa menerima kekurangan orang lain tanpa mau tau apa kelebihannya, di situlah ia akan tau betapa berharganya orang itu untuk kita. Mi ran mencubit pinggang Lucky.
" Aww..sakit !! " Ucap Lucky berpura-pura.
" Eh seriusan, sakit ya sorry..sorry, habis kamu godain Aku terus sih !! " Sesal Mi ran.
" Bercanda kali, serius amat. Haha " goda Lucky.
" Beneran Kaila, Aku kalau lihat wajah mu bawaannya pengen nyium terus, makanya pengen cepet Aku halalil " ucap Lucky serius.
" Iya tapi harus lihat tempat ya, nggak boleh sesuka hati mu gitu. Kita masih anak sekolah Ky, Kamu sih nggak masalah, lha Aku?? " Ucap Mi ran.
" Kalau sepi dan berdua gini boleh kan ?? " Tanya Lucky tanpa nada bercanda berharap dapat lampu hijau.
Tanpa aba-aba, dua sejoli yang tengah di mabuk asmara itu kembali berpagutan dengan mesranya. Mereka kembali hanyut dalam suasana yang semakin memanas.
Baik Mi ran dan Lucky tak menyadari bahwa yang mereka lakukan saat ini adalah sebuah kesalahan yang berulang.
" Boleh kah? " Tanya Lucky meminta persetujuan. Mi ran hanya mengangguk karena telah dikuasi napsu. Kali pertama merasakan kenikmatan yang tak disengaja, kali kedua dengan kesadaran dan kesengajaan. Melupakan semua resiko yang kelak akan mereka rasakan, melupakan status bahwa mereka masih seorang pelajar. Di sanalah kekhilafan yang kata orang bisa terulang karena adanya niat untuk mengulanginya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CAHAYA
Storie d'amore" Hidup itu jangan cuma lo bayangin yang manis nya aja, bayangin juga pahit nya. Kalau lo lagi dapet yang manis, itu berarti lo lagi beruntung dan kalau lo lagi dapetin yang pahit itu berarti lagi apes, udah gitu doang hidup !! Simpel kan ?? " Motto...
