BAB 9

13 1 0
                                        

Mencintai lo yang tak pernah tahu rasanya dicintai memang susah..
Tapi gue yakin bahwa perasaan itu akan tumbuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu...
/////
Lucky

Waktu telah menunjukan pukul 15.00 sore, saat dimana hampir seharian dengan sabar Mi ran menjaga Lucky.

Menyuapinya makan, mengupaskan nya buah, bahkan cowok itu tak segan-segan memintanya mengantar ke toilet.

Ya..walaupun Mi ran melakukan itu tak sepenuh hati, ada caci maki didalam hatinya toh Mi ran masih tetap mau melakukannya.

Hingga kini, cowok itu memintanya untuk membersihkan wajahnya karena Lukcy bilang gerah dan nggak nyaman. Tetap saja Mi ran tak bisa menolak dan tetap melakukannya.

Kondisi Lucky saat ini, kepala diperban, tangan kanan diperban, kaki luka-luka dan itu semua yang sedikit membuat Mi ran prihatin.

" Akh..cieee..cieee..romantis banget sih?? " Goda Bima saat cowok itu masuk dan mendapati Mi ran mengusap-ngusap wajah Lucky dengan kain.

" Eh kak..gue..itu-" jawab Mi ran terbata.

" Santai aja lagi Aya, orang namanya pacar ya wajibnya gitu. Sayang dan perhatian " ucap Bima tahu jika Mi ran gugup.

" Bro lo manggil cewek gue siapa tadi?? " Tanya Lucky.

" Aya "

" Kok bisa?? "

" Kenapa nggak bisa, kan cahaya?? " Jawab Bima.

Sementara Lucky manggut-manggut dan menatap tajam ke arah Mi ran.

Mi ran yang ditatap tajam oleh Lucky sengaja menepuk-nepuk lebih keras kain itu ke pipi Lucky sambil berbisik "apa!!! "

Dan yah Lucky hanya menggeleng dan membuang muka, spontan aktifitas Mi ran terhenti.

" Aya lo kalau capek pulang aja, biar gue yang gantian jagain nih anak!!" Ucap Bima.

Mi ran pun tersenyum dan segera menggangguk.

" Gue balik dulu ya kak " pamit Mi ran.

Cepet sembuh biar gue bisa bikin perhitungan sama lo !! Bisik Mi ran ditelinga Lucky.

" Iya Kaila sayang, ati-ati ya pulangnya. Love you " ucap Lucky tak berdosa.

Sementara Bima geleng-geleng melihat tingkah keduanya.

" Bye kak?? " Ucapnya sebelum berlalu.

*****

" Gimana ceritanya lo bisa pacaran sama Aya?? Padahal kan baru kenal?? " Kepo Bima.

Raut wajah Lucky seketika berubah, bingung harus menjawab apa.

" Woy!!..malah bengong !! " Sentak Bima yang membuat Lucky terperanjat.

" Itu bukan urusan lo !! Yang penting Kaila mau kan sama gue, hehe " ucap Lucky cengengesan.

" Baik-baik lo sama dia, gue denger-denger walaupun dia kudet, dia baik banget orangnya. Temen dia banyak, guru juga banyak yang suka karena dia pinter, walaupun dulu jadi ratu telat waktu kelas satu tapi gue rasa sekarang udah nggak ". Jelas Bima panjang lebar.

CAHAYATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang