Tetaplah tersenyum seberat apapun luka yang tengah kamu rasakan, jangan biarkan orang lain tau bahwa kamu tengah terluka.
Lucky
Adam jelek is calling...
Hp Mi ran berdering di atas nakas tempat tidur, saat ini Mi ran tertidur pulas dalam pelukan Lucky. Keduanya tertidur setelah permainan panas yang mereka lakukan. Jam menunjukan pukul 18.00 malam.
Lucky meraih ponsel itu, dahinya mengernyit ketika melihat nama cowok tertera di layar ponsel Mi ran. Adam?? Siapa dia ?? Batin Lucky. Melihat Mi ran yang masih sangat nyenyak, Lucky pun memutuskan untuk mengangkat nomer tersebut yang memang membuatnya sedikit penasaran.
" Iya Hallo, ini siapa ya?? Sorry Kaila nya lagi tidur !! " Jawabnya tanpa basa-basi.
" Eh ini siapa !!, kemana adek gue ?? " Tanya cowok di seberang telepon.
" Lo siapa? " Tanya Lucky.
" Lo yang siapa? Kenapa hp adek gue ada sama lo !!, gue abangnya, mana adek gue !! " Jawabnya tegas.
Mampus gue, ternyata kakak Kaila. Bodoh nya, kenapa nggak gue tanya dulu tadi, sesal Lucky.
" Eh, sorry Kak. Kailanya lagi tidur, gue bangunin bentar !! " Jawab Lucky kikuk.
Lucky mengelus-ngelus pelan Mi ran yang masih sangat nyenyak dipelukannya.
" Bangun, ini abang mu telepon, sorry Aku angkat. Nggak tega mau bangunin Kamu " jelas Lucky.
Mi ran masih setengah mengantuk menerima telepon yang di sodorkan Lucky.
" Hem..iya !! " Jawabnya lesu.
" Dek..lo dimana, ini udah jam berapa kok belum pulang, lo tau abang pulang kan hari ini, kenapa nggak nyambut abang malah kelayapan !!, siapa cowok yang lagi sama lo !! " Mata Mi ran seketika membulat sempurna mendengar suara abangnya yang sedang telepon. Reflek dia memukul-mukul dada Lucky gemas.
" Why ?? " Tanya Lucky pelan.
" Kenapa kamu nggak bilang abang ku telepon !! " Tanyanya pelan.
" Udah bilang tadi kan ?? " Jawab Lucky polos.
" Hallo dek..lo denger abang kan??, di mana lo. Abang jemput !! " Ucap Adam.
" Eh iya Bang, sorry Bang. Tadi lagi banyak tugas, gue di rumah temen ini, kecapekan bikin tugas malah ketiduran " bohong Mi ran.
" Kok tadi yang angkat cowok? Lo gak lagi bohongi abang kan? Awas ya kalau lo maen-maen gak jelas sama cowok, jangan kelayapan dek !! " Ingat Adam.
" Iya Bang, ok. Bentar lagi balik, Abang mau gue beliin apa?? Sekalian nanti !! " Bujuk Mi ran agar abangnya nggak kepo lagi perihal dirinya.
" Beliin gue batagor ya, yang di tempat biasa. Kangen makan batagor gue !! " Ucap Adam.
" Ok, jam 19.00 ya gue sampai rumah !! " Jelas Mi ran.
" Lama amat, emang rumah temen lo jauh ?? " Tanya Adam lagi.
" Iya kan jalan pulang, masih mampir beli batagor Bang !! " Jawab Mi ran masuk akal.
" Ya udah, ati-ati aja lo pulangnya !! " Pesan Adam.
" Ok abang gue yang paling gue sayang, bye " Mi ran segera mematikan telepon.
Mi ran mengacak- ngacak rambut ya frustasi.
" Kenapa Kamu angkat sih Ky !! " Kesalnya pada Lucky yang masih bertelanjang dada.
" Ya mana Aku tau dia abang mu, orang Aku cuma lihat namanya Adam jelek, Aku kira siapa ??, penasaran ya Aku angkat aja !! " Ucap Lucky tanpa menyesal.
" Ikh Kamu mah, kenapa nggak bangunin Aku dulu !! " Mi ran cemberut.
" Gimana mau bangunin, orang Kamu tidurnya pules banget gitu !! " Jelas Lucky.
" Salah siapa coba, yang di kasih sekali minta nambah, kan Aku capek Ky !!" Mi ran semakin cemberut.
Lucky tertawa melihat tingkah Mi ran.
" Iya iya Aku salah, sorry Kaila ku sayang, lain kali nggak asal angkat telepon kamu lagi deh, janji !! " Ucap Lucky.
" Ya udah Aku mandi bentar terus balik ya, Kamu beneran mau nginep sini ?? " Tanya Mi ran.
" Kayaknya nggak deh, mau nganterin Kamu pulang aja, Aku juga pulang. Ini udah malem, Aku nggak mungkin biarin Kamu pulang sendirian !! " Jelas Lucky.
" Serius nyokap Kamu nggak pa-pa lihat muka mu bonyok gitu ?? " Mi ran khawatir.
" Biarlah, paling ya heboh bentar. Ayo akh mandi, keburu Abang Kamu telepon lagi nanti !! " Ajak Lucky.
" Eh kenapa mandinya barengan, nggak ya Ky. Aku beneran capek, nanti yang ada Kamu minta lagi pas mandi !! " Selidik Mi ran.
" Nggak sayang, udah cukup untuk hari ini, masih ada hari esok !! " Jawab Lucky menggoda.
" Ikh Kamu ya, sekarang beneran mulai nakal !! " Mi ran cemberut.
" Udah ayo " ajak Lucky sembari mendorong punggung Mi ran menuju kamar mandi.
Lucky menepati omongannya, mereka hanya mandi dan segera bergegas pulang. Di perjalanan Mi ran memeluk erat Lucky. Sekarang hanya dia tempat ternyaman nya untuk bersandar. Entah apa yang akan tejadi esok hari, baginya hari ini cukup melelahkan. Sesampainya di rumah ia hanya ingin tidur.
Sementara itu ketiga sahabat Mi ran terus menerus mengiriminya pesan berharap mendapatkan jawaban atas beribu pertanyaan yang menanti, tapi Mi ran abaikan. Dia tak ingin menjelaskan via chat dan ingin secara langsung. Mereka mampir ke tempat penjual batagor langganan bang Adam sesuai arahan Mi ran. Masih berharap-harap cemas jikalau bang Adam menaruh curiga saat teleponnya di angkat seorang cowok.
Tak butuh waktu lama, dan mereka menuju ke rumah Mi ran. Lucky mengantarkan Mi ran sampai di depan rumahnya.
" Makasih ya Kaila untuk hari ini, Aku sayang banget sama Kamu !! " Ucap Lucky sembari mengecup kening Mi ran singkat.
" Aku juga sayang banget sama Kamu Ky " jawab Mi ran. Belum sempat mereka mengucapkan good bye, bang Adam memergoki keduanya.
" Abaaaannnggg " pekik Mi ran dan berhambur memeluk abang kesayangannya itu, karena sudah lama sekali mereka tak bertemu jika Mi ran tak berkunjung ke pondok juga bang Adam tak libur pulang ke rumah. Melihat abang Adam, Lucky kikuk, was-was apa tadi bang Adam melihatnya mengecup kening Mi ran.
" Hallo bang, Aku Lucky temen sekelasnya Mi ran !! " Sapa Lucky ramah sembari mengulurkan tangan ingin menjabat tangan bang Adam.
" Temen apa pacar !! " Sarkas bang Adam to the point.
" Pacar dan sekaligus calon suami bang " jawab Lucky mantap.
Baik bang Adam dan Mi ran melongo. Dengan begitu entengnya Lucky mengucapkan statusnya sekarang.
Bang Adam mengulurkan tangan menjabat tangan Lucky, membisikkan kata di telinga Lucky.
" Cewek yang paling gue sayangi selain nyokap gue adalah adek gue, kalau sampai lo berani nyakitin adek gue atau ngerusak masa depannya, mati lo di tangan gue sendiri !! " Ucap Adam memberi peringatan.
" Siap bang, nggak akan !! " Jawab Lucky tanpa ragu.
" Apaan sih bang, kok maen bisik-bisik !, abang jangan bilang mama ya soal ini, nanti kalau sampai ke Papa pasti Aku di larang buat pacaran, tau sendiri kan ?? " Pinta Mi ran.
" Berani bayar abang berapa Kamu !! " Tawar Adam.
" Berapa pun yang Abang minta Aku yang bayar " ucap Lucky duluan menjawab pertanyaan Adam untuk Mi ran.
" Emang lo tajir ?? " Tanya Adam.
" Belum sih bang, bokap yang tajir. Aku masih numpang hidup doang bang, tapi kalau darurat ya bisa lah pake dana bokap, haha " kekek Lucky.
" Gue suka gaya lo !! " Ucap Adam.
Hati Mi ran melega mendapat lampu hijau dari abangnya.
" Ya udah bang, Aku pamit dulu. Nggak enak udah malem !! " Pamit Lucky.
" Ok, thank udah anterin adek gue balik !! " Ucap Adam.
" Suatu kewajiban Aku sekarang bang !! " Jawab Lucky dan berjalan menjauh sembari melambaikan tangan.
Adam hanya mengernyit memahami ucapan Lucky.
" Eh dek, itu kenapa muka cowok lo bonyok semua, dia suka berkelahi?? " Selidik Adam.
" Bukan Bang, itu tadi ada insiden buruk di sekolah, salah paham aja tapi udah aman kok, ayo masuk kita makan batagor " ajak Mi ran sembari menggelendot di lengan Adam. Mi ran sedari kecil selalu manja terhadap abangnya, begitu pun Adam yang menyayangi Mi ran tanpa syarat.
KAMU SEDANG MEMBACA
CAHAYA
Romansa" Hidup itu jangan cuma lo bayangin yang manis nya aja, bayangin juga pahit nya. Kalau lo lagi dapet yang manis, itu berarti lo lagi beruntung dan kalau lo lagi dapetin yang pahit itu berarti lagi apes, udah gitu doang hidup !! Simpel kan ?? " Motto...
