12. Dia Kembali

295 143 35
                                        

HAII Readerss💗💗

Selamat Malam.

Jangan lupa ramaikan komentar di setiap paragraf ya guys🥰

Sebelum baca, follow dan vote terlebih dahulu ya, agar aku juga lebih semangat buat lanjut cerita ini, okke!

Selamat membaca sayang sayangnya aku 🌷

***

o0o

"Awal yang baik bukan berarti akhir yang baik juga, hati-hati semua bisa berubah kapan dan dimana pun kamu berada."

- Samuel Dirgantara.

o0o

12. Dia Kembali.

"Surat itu, apa mungkin ini jebakan?!" ucap Samuel menatap amplop putih itu. "Hati-hati, gue nggak mau sampai lo dalam bahaya"

Langit mengerutkan kening, mencoba mencerna peringatan Samuel. cowok itu menatap mata Samuel, mencari kejujuran di sana.

"Gue ngerti, Sam," ucap Langit akhirnya, suaranya rendah, hampir berbisik. "Tapi gue nggak bisa diam aja. Kalau ini benar-benar rencana mereka, gue harus tahu apa yang sebenarnya mereka inginkan dari gue."

Samuel menghela napas panjang. "Lang, mereka tahu cara main lo. Mereka tahu kelemahan lo. Lo pikir lo yang mainin mereka, tapi yang ada lo yang bakal dimainin."

Langit hanya tersenyum tipis, meskipun raut wajahnya penuh ketegangan. "Kalau gitu, gue bakal pastiin mereka nggak punya kesempatan buat menang."

Samuel mendekat, kemudian menepuk bahu Langit. "Lo keras kepala banget, ya. Oke, kalau gitu gue nggak akan biarin lo jalan sendirian. Gue bakal jagain lo."

Langit hanya menghela nafas panjang "Gue nggak minta lo ikut terlibat, Sam. Ini masalah gue."

"Masalah lo adalah masalah gue juga," sarkas Samuel tegas.

Langit menatap Samuel beberapa detik, lalu akhirnya mengangguk. Mereka tahu bahaya di depan, tapi keduanya tidak akan mundur. Di kejauhan, suara langkah kaki terdengar, mendekat dengan perlahan.

"Kayaknya mereka mulai bergerak," gumam Langit, menyiapkan dirinya. Samuel hanya mengangguk, rahangnya mengeras.

"Kalau kita jatuh, kita jatuh bareng," ucap Samuel.

"Tapi kalau kita menang, mereka nggak akan lupa siapa kita," balas Langit dengan nada dingin.

Langkah kaki itu semakin mendekat, dan kegelapan malam menambah ketegangan di sekitar mereka. Sesaat kemudian, bayangan seseorang muncul dari balik pohon, membawa aura ancaman yang nyata.

Langit membeku saat suara itu terdengar dari arah bayangan. Suara yang sudah lama ia kubur dalam ingatannya, tapi kini kembali menghantui, seolah menyeretnya kembali ke masa lalu.

"Langit, lama kita nggak ketemu?!."

Dari balik kegelapan, muncul seorang pria tinggi dengan tatapan dingin. Wajahnya membawa luka yang dalam, bekas pertempuran atau mungkin pengkhianatan.

Langit menatap tajam pria itu, rahangnya mengeras. "Apa yang lo mau!?" ucap Langit dengan nada penuh waspada.

Samuel melirik Langit, kebingungan. Ia tak pernah mendengar nama ini sebelumnya, tapi jelas pria ini bukan sekadar orang biasa. "Lang, ini siapa?" tanyanya perlahan.

Garis LukaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang