Chapter 8

8 3 0
                                        

Namun sebelum Vira bisa menenangkan alter ego nya, Grace masuk ke dalam toilet dan menemukan Vira dalam keadaan yang begitu buruk.

Ia segera mengusir Lyn dan teman-teman nya dari sana dan membantu Vira dalam mengatasi masalah nya.

Setelah cukup lama Vira berusaha untuk menenangkan alter ego nya, akhirnya cici mengalah untuk yang sekian kali nya.

Namun saat ia telah berhasil menenangkan cici, tak lama bel berbunyi dengan keras pertanda istirahat telash usai.

"terimakasih" ucap Vira sembari berjalan keluar dari toilet meninggalkan Grace yang masih di sana

Saat memasuki kelas, semua mata tertuju pada Vira yang baru saja masuk. Vira tak menghiraukan nya dengan itu, justru ia dengan santai melangkah menuju meja nya.

Melihat itu, Nayara segera berjalan menuju Vira dan membisikan sesuatu pada nya.

"Queen aku baru saja melihat berita. Kebakaran nanti malam di majukan saat kita istrahat tadi" ucap Nayara berbisik

"lalu bagaimana dengan penyebab nya?" tanya Vira dengan berbisik juga

"untuk penyebab nya masih belum di ketahui, apa yang akan kamu lakukan setelah ini Queen? " jelas Nayara

"hufft aku akan mulai penyelidikan malam nanti, Kamu tetap waspada dan kabari aku jika ada sesuatu lagi" jawab Vira sambil menghela napas Panjang

Nayara Kembali ke tempat duduk nya kala melihat Grace datang dan memasuki ruang kelas. Tak lama setelah Grace memasuki kelas, Guru pun masuk ke dalam kelas dan memulai pembelajaran nya.

Tak terasa waktu begitu cepat, kini saat nya pulang dari sekolah. Namun saat ini Vira belum dirinya, sedangkan Grace masih setia menunggu nya di gerbang sekolah.

"Sialan! " seru Vira kala keluar dari gedung sekolah

Grace yang mendengar itu langsung tersadar dari lamunan nya dan langsung menatap ke arah Vira.

Sungguh kali ini Vira telah kecolongan, ia membiarkan cici nya untuk lepas kendali. Ia segera mengusap darah yang terus mengalir dari mulut nya, melihat itu Grace segera menghampiri Vira dengan sedikit khawatir.

"Anda kenapa Queen? " tanya Grace dengan panik

"saya baik-baik saja" jawab Vira dengan cuek

"tunjukkan saya jalan nya" titah Vira pada Grace yang langsung di angguki oleh nya

Sesampainya di mansion, semua anggota yang melihat kedatangan dirinya langsung membungkuk dan memberi salam.

"Selamat datang Queen, Miss G" sambut beberapa anggota yang tengah bertugas menjaga depan mansion

Grace atau yang kerap di panggil Miss G oleh anggota nya itu langsung membawa Queen ke dalam dan menjelajahi penjuru mansion.

Sebenarnya Vira atau Queen pernah mengunjungi tempat itu saat ia masih kecil Bersama dengan mendiang ayah nya. Namun entah mengapa memori itu telah terhapus dari ingatan nya, ia tak bisa mengingat kejadian itu lagi saat ini.

Setelah cukup lama ia berkeliling, Vira meminta pada grace untuk mengantarkan nya ke kamar sang ayah dulu. Saat memasuki kamar tersebut, Vira di buat terkejut dengan dekorasi dan penataan nya yang begitu simple namun tetap terlihat elegan.

Ia berjalan ke sebuah foto yang tergeletak di atas laci sang ayah, ia membuka nya dengan perlahan. Ia melihat figura sang ayah dan beberapa teman nya dengan menggendong seorang bayi yang berlatar belakang sebuah mansion yang tengah Vira kunjungi saat ini.

Tanpa sadar kini ia telah menintikan air matanya, kepalanya begitu berisik sekarang. Memori yang sangat ia benci kini berputar Kembali menerjang dirinya. Ia meringis kesakitan dan kian memegang kepalanya dengan kencang sehingga terlihat menjambak rambutnya sendiri.

[ Si kembar ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang