Chapter 13

5 2 0
                                        

"Aku hanya ingin keluar sebentar saja kok nek" rayu Vira dengan suara yang mendayu-dayu dan tatapannya yang memohon, "Vira cuman mau beli snack aja di minimarket" lanjutnya

"Jujur" jawab sang nenek dengan tegas sembari mengalihkan perhatiannya agar tidak tergoda oleh sang cucu

"Urgent" ucap Vira dengan tegas sembari menatap tajam sang nenek

Dara sedikit terkejut dengan perubahan sikap cucunya yang begitu cepat, ia hanya bisa mengangguk sembari mematung di sana. Sedangkan Vira tersenyum puas dan segera melompat dari pagar dan berlari mengambil motornya untuk segera menemui temannya.

"Nenek sedang apa di sini? " tanya Vina menghampiri Dara sembari tersenyum ramah

Dara sedikit terkejut dengan kehadiran cucunya yang satu lagi, hingga ia sedikit terperanjat oleh nya. "Tidak ada, ayo masuk"

"Angin malam tidak bagus untuk kesehatan " lanjutnya sembari melangkah ke dalam di temani sang cucu

Sementara itu, di pinggiran hutan belantara yang begitu menyeramkan dengan pohon-pohon yang menjulang sangat tinggi dan rimbun terdapat beberapa orang yang tengah bersiap dengan pakaian hitam lengkap dengan masker hitamnya serta senjata yang sudah di isi dengan peluru.

Nayara mengernyitkan dahinya sembari melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 12 malam lewat 3. "Queen masih belum tiba? "

Grace mengernyit bingung dengan kehadiran Nayara yang tiba-tiba. "Tunggu saja"

Sesaat setelah Grace berbicara, terdengar deruan suara motor besar milik Elvira yang baru saja tiba di sana. "Maaf aku telat " ucapnya sembari menuruni motor

Melihat itu, semua orang yang telah berada di sana segera berlari menghampiri Queen dan menunduk memberi hormat kepada pemimpinnya yang baru saja tiba. "Hormat dari kami Queen"

"Hhmm" jawab Vira dengan deheman

"Ayo" lanjutnya sembari memasuki hutan menyeramkan itu

Tak butuh waktu lama, mereka telah sampai di tengah hutan dengan berlari. Terdapat bangunan tua di sana dengan beberapa orang yang tengah baku hantam, Elvira mengepalkan tangannya saat melihat anak buahnya yang lemah. Ia segera berlari menuju gerombolan orang-orang yang saling menyerang, Vira mencari keberadaan pemimpin dari klan musuh yang ternyata telah berada di dalam.

Ia menendang kencang tepat di area vital lawannya yang sedang berada di depannya, ia menyeret tubuh besar milik pimpinan lawannya yang telah tumbang di tangannya dengan sekali tendangan.

"BERHENTI! " teriak Vira dengan tegas yang menggema

Ia melemparkan tubuh kekar milik pimpinan lawannya kepada pasukan lawan, hal itu membuat atensi mereka mengarahkan pada tubuh kekar yang terbaring lemas di tanah dengan luka lebam di area leher.

"Jual organ mereka yang bisa menghasilkan uang" ucap Vira menatap kehadiran Nayara di sampingnya

"Baik Queen" hormat Nayara membungkuk kepada Elvira yang telah berlari keluar hutan

Kilauan cahaya telah muncul ke dalam ruangan yang sangat damai, Vira baru saja tertidur pulas setelah melewati hari yang cukup panjang. Matanya masih terlalu berat untuk memulai sebuah aktivitas, hingga ia mengingat perjanjian yang telah ia buat pada temannya untuk melatih semua anggotanya.

Elvira segera turun dari ranjangnya dengan sangat malas, rasanya sangat berat sekali untuk meninggalkan tempat tidurnya. Ia segera bersiap dengan penampilan serba hitamnya, Elvira menatap pantulan dirinya yang terlihat gagah di dalam cermin.

Ia sedikit melamun ketika ia melihat dirinya sendiri di dalam pantulan cermin, hingga ia terlonjak kaget dengan keberadaan adiknya di sebelahnya. "kakak mau kemana? "

[ Si kembar ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang