Chapter 10

9 2 0
                                        

Namun kejadian tak terduga terjadi tepat setelah Vira berucap demikian "Kau ingin melanjutkan pertarungan di antara kita?", Zara segera bersujud sembari ketakutan seperti tengah di kejar oleh sesuatu.

"Ada apa dengan mu?" tanya Nayara dengan bingung

"Aku mohon Elvira" sujud Zara sembari memohon

"Tidak bisa, anda harus meminta izin terlebih dahulu kepada ketua" jawab Vira sembari berjongkok di hadapan Zara dan menyentil dahinya

"Sebentar lagi pasti ketua anda akan tiba di sini" ucap Vira dengan percaya diri

DRAP... DRAP... DRAP...

Suara langkah kaki mulai terdengar begitu nyaring, namun sepertinya Vira senang mendengar suara yang khas itu. Vira tersenyum menyeringai kala sosok itu mulai menampakkan dirinya, ia sungguh telah menantikan momen ini yang terasa lama baginya. Senyumnya semakin lebar ketika mata mereka saling beradu pandang.

"Akhirnya kamu datang juga" kata Vira pada sosok bertopeng di hadapan nya

"Sudah lama sekali kita tidak bertemu, sayang" ucapnya yang langsung di jawab pelukkan oleh lawan bicaranya

Ketika fajar mulai menyapa dunia, senyum manis yang sudah lama pudar kini Kembali hadir dalam sosok yang mulai melangkah memasukki kelaasnya dengan senang. Sengaja ia datang lebih awal ke sekolah untuk memulai rencana yang sudah ia bahas semalaman dengan rekan nya yang telah ia lama nanti kehadirannya.

Ia mulai memasukkan langkahnya ke dalam ruang kepala Yayasan disana untuk mensabotase system yang masih sangat sepi.

"Bahkan seorang guru pun belum tiba" ucap Vira terkekeh sembari mengutak-atik peralatan

Setelah cukup lama ia berada di ruangan itu, Vira segera berlari ke arah kelas dengan tergesa-gesa. Entah mengapa pikirannya diliputi oleh kegelisahan yang tiada henti nya, terjebak dalam sebuah labirin tak berujung.

Sesaat sampai di kelasnya, pikiran yang kalut itu mulai perlahan menghilang. Namun sayang nya Nayara dapat melihat itu dengan jelas, ia segera menghampiri temannya yang masih dalam keadaan cemas.

"Vira, are you okay?" tanya nya denga lembut

"Hmm, aku hanya sedikit pusing" gumamnya dengan pelan

"Aku mendapatkan sesuatu di sana" lanjutnya dengan pelan sembari menunjukkan flashdisk putih yang ia bawa dari markas untuk menyalin data-data yang ia temukan tadi

"Data apa yang kau dapatkan Queen?" tanya Nayara sembari mengambil flashdisk itu dari tangan Vira namun gagal

"Tidak, kita akan melihatnya Bersama dengan yang lain nanti" tegas Vira sembari tersenyum

Dengan Langkah tegap, Vira melangkah menuju kursi nya. Ia memandarkan pandangan nya ke jendela. Ya, lagi-lagi ia melamun. Entah apa yang ia pikirkan kali ini, begitu rumit pikiran nya kali ini. Cukup lama ia menatap send uke arah luar, sebelum ponsel nya berdering yang membuat lamunan nya buyar dengan seketika.

"Apa?" tanya Vira memulai percakapan

"El, kamu bisa ke rumah sakit sejahtera sekarang? " tanya Anindhyta dari seberang telpon

"Memangnya kenapa? " tanya El kembali, namun kali ini rasa gemasnya sudah melebihi apapun

"Sensei mengalami kecelakaan tadi, sekarang ia berada di ruang ICU dan sedang koma" ucap Anindhyta

'Deg' Jantung nya berdegup lebih kencang. Rasanya, seperti semuanya hancur begitu saja kala mendengarnya. Rasa cemasnya kini kian bertambah, seakan-akan firasatnya benar.

Ia segera berlari keluar kelas, namun langkahnya sempat terhenti sejenak kala temannya memanggil dirinya.

"Apa?" tanya Vira

[ Si kembar ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang