Chapter 16

6 0 0
                                        

“Apa itu sayang?” tanya Helena

“Hanya hadiah kecil dari seseorang” jawab Elvira dengan santai

“Aunty bisa bantu aku ga untuk kali ini saja?” tanya gadis itu dengan berbisik

“Bantu apa sayang?” tanya balik Helena dengan penasaran

Gadis itu tidak menggubris pertanyaan Helena, ia justru mengambil senapan yang ia simpan di kaki dan mengarahkan senapan itu ke arah pohon yang tak jauh di sana.

‘Dor’

Peluru senapan melesat jauh ke arah pohon lebat, menancap pada ‘seseorang’ yang ada di pohon. Setelah mangsanya tumbang, Elvira segera meminta pengawal untuk membereskan tubuh yang sudah tumbang tadi.

“Rapat sekarang” ucap gadis itu dengan tegas

Elvira segera berbalik dan melangkah masuk ke dalam mansion sembari menggandeng tangan Helena, ia mengeluarkan aura yang sangat pekat dan menakutkan bagi semua orang, kecuali Yudistra yang tengah tersenyum.

“Saya ikut” ucap Yudistra mengikuti langkah cucunya

..................................

Jantung Elvira berdegup kencang, rapat sudah dimulai sedari tadi. Suasana semakin menegang tatkala gadis itu memulai membicarakan strateginya. Sedangkan Yudistra hanya tersenyum bangga melihat cucunya memimpin, strategi yang disampaikan oleh cucunya juga sangat rinci dan terdengar cukup strategis.

“Jadi saya harus menyamar menjadi anda? “ tanya Helena untuk memastikan

Elvira hanya mengangguk memberi jawaban pada Helena, “Anda bersedia kan? “ tanya gadis itu dengan formal

“Bisa saja, namun dari strategi anda saya memerlukan kerjasama dari orang lain” jawab Helena dengan formal juga

“Apakah aku bisa turut membantu? “ tanya seseorang dengan tiba-tiba

“Bukankah aku sudah menyuruhmu beristirahat nona?” tanya balik Elvira

“Aku tidak mungkin diam saat wilayahku di ambil kan?”

Elvira mendengus kesal, “terserahmu saja” ucapnya pasrah

“Ekhem” dehem sang kakek menyudahi pertengkaran

Nona yang sedari tadi di bicarakan langsung tersadar akan sikapnya dan langsung memperkenalkan diri sebagai seorang ketua mafia. “Mohon maaf sebelumnya atas kegaduhan yang telah saya buat, izinkan saya memperkenalkan diri. Saya Regina Della Luna D'argento, atau nona Luna”

Semua orang yang berada di sana cukup terkejut akan hal itu, kecuali Elvira. Karena dirinya sudah mengetahui hal itu dari lama, sedangkan yang lain hanya bisa tercengang akan kedekatannya dengan nona Luna. Pasalnya nona Luna digadang-gadang adalah pemimpin mafia no 3 di dunia yang paling di takuti, bahkan identitas nya tidak ada yang tahu sama sekali.

Ragno Sanguinante, adalah nama mafia yang di pimpin langsung oleh nona Luna. Terkenal akan kekejamannya serta kepimpinannya yang berwibawa dan anggun. Ia juga memiliki markas cabang di seluruh dunia, namun mafia ini di bangun dengan tujuan untuk melindungi dunia dari ‘kejahatan’.

“Apakah tidak masalah menunjukkan wajahmu di sini nona?” tanya Elvira sembari masih memalingkan mukanya

“Tidak masalah, aku percaya padamu” jawab nona Luna

“Kalau begitu duduklah, aku akan menjelaskan sekali lagi mengenai strategi” titah Elvira dengan serius sembari menatap semua orang

Sinar mentari telah menerangi seluruh isi bumi dengan sinar terangnya, tapi seorang gadis masih tertidur sembari meringkuk di dalam selimut dan memeluk gulingnya. Meskipun hari mulai panas, gadis itu tetap meringkuk di dalam selimut ‘kedinginan’.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 21, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

[ Si kembar ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang