"Apa yang akan Queen rencanakan sekarang?" tanya Nayara
Namun setelah Nayara menanyakan itu, aura yang terpencar Kembali menjadi dingin tetapi menenangkan. Nayara segera menoleh ke arah sang empu dan menatap nya dengan bingung.
Saat mengikuti Zara, Vira dan teman-teman nya sampai ke sebuah hotel Bintang tiga yang tampak begitu mewah.
"untuk apa ia pergi ke sana?" tanya Grace pada Vira
Tak berselang lama setelah Grace bertanya, kobaran api telah muncul bersamaan dengan munculnya sosok perempuan misterius yang tak lain ialah Zara. Vira dengan segera mengambil ponselnya dan memotret hal itu, Nayara menoleh dengan sedikit heran dengan nya.
"untuk apa?" tanya Grace dan Nayara berbarengan
"kamu bawa kostum ku kan?" tanya Vira seraya menoleh ke arah Nayara
Nayara langsung mengangguk Ketika Vira bertanya tentang kostum nya, ia segera mengambil sesuatu yang ia bawa sedari tadi.
"ini Queen" ucap Nayara sembari memberi sebuah koper
Vira segera menerima koper dan dengan sigap membuka koper itu, ia dengan segera memakai jubah nya untuk menjadi Queen Moon.
"hari ini biar saya yang mengurusnya, kalian berdua bisa Kembali" pinta Vira sebelum ia melakukan aksinya seperti biasa, ia biasa menyamarkan dirinya agar tak di ketahui identitasnya untuk menolong orang yang membutuhkan. Namun kali ini ada yang ingin lakukan secara rahasia malam ini.
"jangan melakukan hal aneh, emosi mu di jaga Queen" nasihat Nayara yang langsung di angguki oleh nya
"dengar Queen, aku akan selalu siap kapanpun, Jadi jangan segan untuk menghubungi ku atau Grace" lanjut Nayara memberi nasihat sembari menepuk Pundak teman nya sebelum ia akhirnya pergi meninggalkan nya sendiri
Grace terdiam melihat Nayara yang pergi begitu saja dari sana, mengingat ucapan dari ketua nya, ia berjalan dengan sedikit membungkuk dan menyusul Nayara untuk menanyakan sesuatu, toh pada akhirnya juga ia akan tetap harus pergi meski ia akan menolak, dirinya hanya terlalu malas untuk berdebat dengan ketuanya yang agak keras kepala menurut nya.
Mentari mulai menampakan dirinya bertanda hari baru telah tiba, Vira berangkat ke sekolah setelah malam yang begitu Panjang menurutnya. Ia hanya memandang luar jendela dengan tatapan kosong lagi setelah memasuki ruang kelas yang mulai ricuh.
Semalam setelah ia melakukan aksinya, ia Kembali ke markas untuk membaca buku diary milik mendiang ayahnya di dalam kamar. Meski baru setengah dari buku yang ia baca Vira sudah merintikan air matanya dengan deras, ia tak sanggup lagi untuk membacanya sehingga ia meletakkan bukunya kembali di atas laci.
Ia begitu tak menyangka bahwa sang ayah menghadapi hari-hari nya yang begitu menyiksa batin dan fisiknya, semua perlakuan semua orang terhadap nya begitu tak adil. Keluarganya bahkan tak mempedulikan nya, begitu miris kehidupan nya.
Vira mulai menatap ke luar jendela dengan tatapan sendu hingga akhirnya air matanya mengalir begitu saja membuat pipinya basah, Ketika ia mengingat penderitaan ayahnya selama hidupnya.
Kembarannya melihat itu hanya bisa terdiam dan tak tahu harus berbuat apa, ia hanya bisa menatap kakak nya dengan sendu. Ia benar-benat tak mengerti dengan keadaan nya saat ini,sebenarnya apa yang telah di rahasiakan darinya.
Nayara segera mengerti situasinya Ketika ia melihat raut wajah bingung dari Vina, ia melangkah menuju ke arahnya dengan membawa senyuman hangatnya.
"Vina, kita tukeran posisi sebentar boleh?" tanya Nayara untuk meminta izin dengan suara yang sangat lembut
KAMU SEDANG MEMBACA
[ Si kembar ]
Misteri / ThrillerCerita ini hanyalah fiksi belaka. Di mohon kerjasama nya untuk tidak mengcopy cerita, karena saya cape memikirkan alur masa anda dengan enak nya mengcopy cerita saya🫵🫵. Sekian, arigatou.
![[ Si kembar ]](https://img.wattpad.com/cover/328834297-64-k660470.jpg)