Chapter 14

7 0 0
                                        

"Queen, yang benar saja" ucap Grace protes namun ucapannya tak dihiraukan oleh sang empu, ia justru mengambil kuda-kuda

Tim Grace segera maju dan menyerang Vira dengan membabi buta, namun sayangnya Elvira dengan sangat mudah menangkis dan menghindarinya. Sedangkan tim Nayara sedang mendiskusikan strategi yang akan mereka pakai.

Tim Grace sudah mulai bercucuran keringat, sedangkan tim Nayara baru saja ingin mulai menjalankan strateginya. "Gantian dong" ucap Nayara pada Grace yang sudah mulai kewalahan

Dengan sangat terpaksa Grace dan timnya segera mundur untuk bergiliran, dengan nafas yang tersendat Grace segera merebahkan dirinya di atas rumput lapangan yang hijau. Sedangkan Nayara dan timnya menyerang Queen dengan mengikuti strategi yang telah di sepakati bersama, namun tetap saja usahanya nihil. Elvira tersenyum smirk sembari terus menghindar serangan yang di layangkan padanya dengan mudah.

Waktu terus berjalan, hingga tak terasa langit sudah menjadi gelap. Dari matahari terbit hingga terbenam lagi, belum ada satupun yang memenangkan permainan yang telah dibuat oleh pemimpinnya. Hal itu membuat Elvira suntuk dan segera berjalan keluar dari markas.

"Kita lanjut besok" ucap Vira tegas sembari melangkah keluar

Setelah lama berjalan, Elvira sampai di rumahnya dengan rasa kesal. Ia begitu kesal karena anak buahnya begitu sangat lemah menurutnya, ia meletakkan tubuhnya asal di atas kasur dengan gusar. Dengan cepat ia memejamkan matanya yang begitu lelah, hingga tanpa ia sadari bahwa adiknya bersama Helena sangat aunty.

"Kakakmu sepertinya sedang lelah" ucap Helena sembari menatap tubuh letih ponakannya

Elvina mengangguk setuju dengan ucapan aunty nya. "Iyaa" katanya

"Yasudah biarkan kakakmu beristirahat, ayo kita main di luar" ajak Helena sembari menuntun Elvina keluar dari kamar

Cahaya mentari masuk dengan malu-malu ke dalam kamar yang damai dan sunyi yang terdapat seorang gadis cantik yang masih bergelut di dalam selimutnya. Hingga suara ketokan pintu menggema dalam ruangan yang damai, gadis cantik itu menggeliat di atas kasur tak nyaman. Ia begitu terusik dengan bunyi nyaring yang menggema dalam ruangan sunyi nya.

Dengan rasa malasnya gadis itu terbangun dari tempatnya dan melangkah ke arah pintu dengan sempoyongan. "Apa?" tanya gadis itu sesaat setelah membuka pintunya

"Astagaa, kamu baru bangun kak?" ucap gadis yang sudah menunggu sedari tadi di depan kamarnya dengan raut terkejut

Elvira mengerutkan keningnya saat melihat adiknya yang terkejut. "Kenapa?" tanyanya singkat

"Sarapan sudah siap, kami semua sudah menunggumu di meja makan" cetus Vina dengan kesal

Elvira hanya diam di depannya dengan wajah datarnya, namun sedetik kemudian ia menutup pintu kamarnya dengan keras membuat sang adik terlonjak kaget. "10 menit lagi aku ke bawah" teriak Elvira dari dalam kamarnya

Elvina menggerutu kesal sembari menuruni tangga dan melangkah menuju meja makan. "Kata kakak 10 menit lagi" ucapnya sembari menduduki dirinya di tempatnya

"Pasti dia baru saja bangun" ucap Helena yang baru saja datang

Elvina mengangguk setuju dengan ucapan yang baru saja auntynya yang baru saja datang bergabung. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya orang yang ditunggu pun tiba dan langsung menyantap makanannya dengan tenang. Semua orang hanya bisa menghela napas panjang melihat kelakuannya dan segera menyantap makanannya juga dengan tenang.

Suara dentingan sendok menggema dalam ruangan yang tenang, hingga suara bel berbunyi dengan sangat nyaring membuat rutinitas makan pagi terhenti.

"Sudah biar bunda saja yang membukanya" ucap Bunda sembari bangun dari tempatnya dan melangkah keluar dari ruang makan

[ Si kembar ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang