"Aku terlalu sering menyamakan dirimu dengan bintang yang indah di langit malam, sehingga aku harus menerima kenyataan bahwa kamu memang seperti bintang, yang hanya bisa aku pandang tanpa bisa aku dapatkan"
-Auretta Capella
***
Do you think I have forgotten?
Do you think I have forgotten?
Do you think I have forgotten
About you?
Lagu dari grup music The 1975 yang berjudul About You, menggema di setiap penjuru kamar Auretta, saat ini sang pemilik kamar tengah bersantai seraya menunggu teman-temanya yang sedang dalam perjalanan menuju rumahnya, sesuai dengan rencana yang sudah dibicarakan mereka semalam.
Ini sudah seminggu setelah kegiatan Auretta yang pergi memancing dengan Langit, hingga saat ini hubungan keduanya masih baik bahkan terlihat semakin dekat, setiap malam mereka tak jarang melakukan komunikasi melalui chat, telepon, bahakan video call, walau hanya sekedar mengobrol santai atau kadang Langit yang meminta Auretta untuk mengajarinya pelajaran di sekolah.
Seminggu setelah kegiatan memancing itu pun, Auretta di sibuki dengan kegiatan pelantikan anggota ekstrakulikuler yang baru, karena ia merupakan salah satu panitia dari kegiatan tersebut, jadilah banyak waktunya yang dihabiskan untuk itu. Sebenarnya sudah dari beberapa hari yang lalu teman-temannya mengajak untuk bertemu, namun karena kegiatan itu, barulah hari ini pertemuan mereka terlaksana.
***
"Lo yakin Nath?"
Nathan menghembuskan nafasnya pelan setelah mendengar pertanyaan Naufal, masalahnya bukan hanya satu atau dua kali, tapi berkali-kali ia menanyakan hal yang serupa.
"Yakin Fal, mau sampe berapa kali lagi lo nanya itu?" jawab Nathan.
Terdengar helaan nafas dari seberang sana, ya kini mereka sedang mengobrol melelalui telepon.
"Tapi Nath, apa lo gak mikirin perasaannya Auretta kalo ngeliat lo bawa Kaluna?" tutur Naufal.
"Bukannya bagus kalo Auretta cemburu? kan emang itu tujuan gue kalo lo lupa," balas Nathan.
"Dari awal gue udah gak setuju sama rencana lo ya Nath," ungkap Naufal yang nampaknya mulai sedikit emosi.
"Lo keterlaluan tau gak, kalo emang lo gak bisa bales perasaan dia it's okay, tapi jangan buat dia makin sakit dengan nunjukin kemesraan lo sama Kaluna di depan dia," jelasnya.
"Tapi gue risih Fal," balas Nathan yang emosinya pun mulai naik.
"Gue liat-liat lo kayaknya peduli banget sama Ella, suka lo?" tanya Nathan.
"Bisa-bisanya lo mikir kayak gitu?" Tanya Naufal seraya menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan jalan pikiran temannya itu.
Fazar yang sedari tadi hanya menyimak obrolan kedua sahabatnya itu pun merasakan hawa yang mulai tidak enak, dengan cepat ia merebut handphone Naufal dari sang empunya.
Lalu ia menekan tombol speaker. "Kayak bocah lo berdua," sindir Fazar setelahnya.
"Intinya sekarang terserah lo deh Nath, mau lo bawa Kaluna kek, mau bawa nyokap lo kek, terserah." Tutur Fazar yang sudah geram dengan hal yang dipermasalahkan kedua sahabatnya.
"Tapi kalo nanti terjadi sesuatu, gue sama Naufal gak mau ikut campur."
"Hm, gue bisa urus sendiri." Jawab Nathan, dan langsung memutuskan panggilan.
Fazar menghela nafas dan menggelengkan kepalanya, ia menyerahkan kembali handphone kepada sang empunya.
"Lo liat tuh temen lo Zar."
KAMU SEDANG MEMBACA
TENTANG LANGIT
Teen FictionAuretta Capella, si gadis cantik dan pintar serta kepribadian nya yang hangat membuat banyak orang menyukainya. Satu hal yang semua orang tau tentang Auretta, yaa Auretta sangat menyukai langit. Entah apa yang ada di pikirannya tentang langit, yang...
