Part 17 - Mancing Date?

30 1 0
                                        

"Kamu sering mancing ya Lang?"
-Auretta Capella

"Gak sering sih, kalo lagi ada masalah aja. Kalo lo ngeliatnya sering, berarti emang masalahnya yang sering dateng.”
-Damar Langit

Sepertinya langit ibu kota tengah bahagia saat ini, terlihat dari begitu cerahnya langit di pagi ini, ditambah dengan matahari yang seperti tersenyum lebar, dilihat dari pancaran cahaya yang sangat amat terik sehingga menembus setiap sudut jendela rumah dengan nuansa putih itu. Sang pemilik rumah yang tengah mengintip cuaca di balik gorden pun tersenyum lebar ketika melihat cuaca pagi ini yang sesuai dengan harapan nya.

Ketika terdengar denting notifikasi pesan masuk dari handphone nya, ia segera beranjak untuk melihatnya.

Damar Langit

Good morning Retta.

Morning Langit.

Gercep amat Rett balesnya.
Gak sabar ketemu gue ya?

Tingkat ke PD an kamu itu emang di atas rata-rata ya?

Wkwk.
Mending ke PD an Rett, daripada ngerasa kurang terus.

Auretta yang awalnya sedikit jengkel dengan kepercayaan diri Langit yang sudah melampaui batas itu seketika tersenyum setelah melihat pesan balasan dari Langit. Mungkin pesan itu terlihat biasa saja, namun bila dicerna lebih dalam lagi pesan tersebut punya arti yang cukup mendalam.

Lebih baik mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, itu menandakan seseorang tersebut bersyukur atas apa yang telah tuhan berikan, daripada seseorang yang selalu merasa kurang atas apa yang dirinya punya, seakan ia tidak bersyukur atas apa yang tuhan berikan, padahal sudah jelas bahwa tuhan menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya, lantas apa yang membuat kita terus merasa kurang?

Notif pesan masuk membuyarkan lamunan Auretta, lagi Langit mengirimkannya sebuah pesan.

Damar Langit

Nanti kita mancing di tempat pemancingan aja ya.

Kenapa?

Biar lebih aman aja.
Nanti gue shareloc tempatnya.
Sorry gue gak bisa jemput lo.

Oh okay.

It’s okay, aku bisa pergi sendiri kok.

Sip nanti kita ketemu disana.
Hati-hati Retta.

Iya Langit.

Setelah Langit mengirimkan lokasi tempat pemancingan yang akan dituju, Auretta segera memesan taksi online untuk dirinya, setelah mendapatkan drivernya ia langsung turun untuk berpamitan dengan keluarganya.

Di ruang keluarga terlihat ayah, bunda, dan juga abangnya tengah mengobrol santai sambil memakan kue yang bunda dan dirinya buat tadi pagi. Saat melihat Auretta yang sudah rapih dengan dress berwarna cream kesukaan nya itu, mereka semua kompak menghentikan aktivitas yang sedang dilakukan dan langsung menatap si bungsu.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
TENTANG LANGITCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang