15

90 3 0
                                        











SEBELUM MEMBACA SAYA MENGUCAPKAN MINAL AIDZIN WALFAIDZIN🙏🙏🙏
Maaf kalo ada salah kata² dan semoga kita selalu sehat selalu


















JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN TERIMAKASIH🙏🙏🙏













Sebelumnya

"sakit woy! nong gun... liat phi di pukul sama tay"

"seharusnya phi tay memukul phi lebih keras"

new dan tay tertawa sedangkan off hanya cemberut

"sudah phi... jangan nangis na..." krist menenangin singto dengan membisikan kata-kata yang membuat singto menjadi lebih baik

____________________________________________________________________________

flackback

malam setelah pulang dari apartemen davikah, krist di temani tidur oleh papahnya karena daddy dan papahnya menginap di apartemen krist

kepala krist tiduran di pangkuan papahnya dia rindu masa-masa saat dia kecil yang selalu tertidur di pangkuan papahnya

"pah..."

"hm..."

"aku pengen nanya sesuatu boleh gak?"

"boleh dong, masa gak boleh sih" papah krist mencubit hidung krist

"Salah tidak jika krist tetap mempertahankan sesuatu yang membuat krist sakit? "

"Tentu salah nak"

"Tapi krist cinta pah... "

"Cinta seharusnya membawa kamu bahagia, bukan membuat kamu sakit nak"

"Tapi bukan kah semua orang bisa menjadi lebih baik? "

"Tentu saja, semua orang bisa dapat kesempatan untuk berubah tapi... "

Krist menatap papah nya yang berhenti berbicara "tapi apa pah? "

"Tapi jika dia benar² ingin berubah"

"Maksudnya? "

"Nak... Terkadang jatuh cinta itu memiliki banyak resiko, banyak hal yang awalnya kita fikir ini akan menjadi perjalanan cinta yang baik akan bisa berubah menjadi buruk. Jatuh cinta bukan hanya kata² saja nak, tapi perbuatan dan tindakan. Ada seseorang yang tidak pintar dalam berkata² tapi selalu hebat dalam bertindak dan ada seseorang yang tidak hebat dalam bertindak tapi jago berkata², jika kamu disuruh pilih kamu akan pilih mana? "

"Tentu tindakan pah, di cintai tanpa tindakan tidak akan enak, rasanya pasti sakit karena dia hanya terus mengatakan cinta tapi tindakannya seperti tak ada"

"Lalu tidak apa jika dia tidak pernah mengatakan cinta kepadamu?" Kris diam bingung harus berbicara apa, dia membayangkan bahwa hanya dia yang selalu mengatakan cinta tapi tidak dengan orang yang dia cintai

"Sayang.... Jika tindakan saja maka suatu saat nanti kamu akan mempertanyakan kepada orang itu apa benar dia mencintaimu atau tidak, jika iya lalu kenapa tidak pernah ada kata cinta yang diucapkan. Lalu jika dia balas tindakan dia sudah membuktikan bahwa dia cinta bagaimana?" Krist mulai pusing

"Hahaha apa kamu sudah mulai pusing sayang... Cinta dan tindakan harus setara, seperti kamu berjuang untuk mempertahankan seseorang, kalian berdua harus memperjuangkan bersama² bukan hanya sendirian. Cinta adalah timbal balik, sakit pasti tapi jika kamu mempertahankan sesuatu yang tidak layak kamu pertahankan pada akhirnya itu akan menghancurkan dirimu sendiri sayang... " Mata Krist mulai berkaca-kaca pada akhirnya matanya mengeluarkan air mata dengan deras

"Tidak apa² sayang menangis lah... Maaf jika papah dan daddy jarang ada waktu untukmu, maaf jika papah belum bisa menjadi orang tua yang baik untukmu"

Papah Krist pun menangis, hancur sangat hancur saat melihat anak tersayang nya menangis, anaknya yang sangat dia jaga agar selalu bahagia kini menangis tanpa dia tau harus berbicara apa yang bisa dia lakukan hanya memeluk anaknya dengan erat "tidak apa jika kamu belum siap cerita ke papah sayang... Papah akan selalu menunggu kamu siap untuk menceritakan semuanya"

Flashback off

"Kamu ingin makan apa sayang? " Tanya Singto

"Aku sudah makan phi" Ucap Krist lembut

"Phi rindu dengan nong.... " Manja Singto memeluk erat Krist

"Hahaha sudah lepas phi, malu loh ini di kantin" Singto menggeleng dan tetap memeluk Krist

"Woy!!! Singa betina! Gak usah lebay deh, cepet makan! " Kesal off

"Siapa yang lu panggil singa betina hah?! " Marah Singto

"Hahaha lu lah, buktinya lu jawab kan" Jawab off meledek

"Ohh lu mau gua pukul-" Singto sudah mengangkat tangannya untuk memukul off tapi

"Phi... Sudah malu di liatin, duduk makan sekarang" Ucap Krist

"Sayang.... " Manja Singto

"Sudah makan" Tekan Krist

Singto pun duduk kembali dan memulai memakan makanannya dengan tangan yang yang menggenggam tangan Krist

"Serem yaa singto" Bisik tay

"Serem? " New bingung

"Iyaa, tadi cemberut aja terus nangis abis itu manja tiba² marah eh gak lama manja lagi" New hanya menggeleng kan kepalanya

"Serem gak sih yang... "

"Sereman kamu deh menurut aku"

"Hah aku kenapa? "

"Kamu tingkahnya mirip kakek² pedofil" Tay yang dikatain kakek² pun ngambek

"Hahaha bercanda sayang... Atututu" New mencolek dagu tay

"Gak usah pegang² bukannya kata kamu aku kakek²" Marahnya

"Aduhhh sayangku kamu ini ngambekan mulu yaaa"

Selesai makan mereka harus berpisah untuk memasuki kelas mereka

"Phi lepas na... Ini sudah hampir masuk, aku takut dosennya udh dateng" Ucap Krist

"Gak mau... Phi ikut kamu aja sayang... Phi gak mau jauh² dari kamu"

"Phi... Lepas na... Kan phi ada kelas nanti diomelin loh sama dosennya"

"Biarin aja, phi maunya sama kamu aja" Ucap Singto tetap menggenggam tangan Krist erat

"Woy singa betina cepet deh loh, gak usah banyak drama" Ucap off

"Iyaa deh sing udh cepet gak usah lebay nanti juga bakal ketemu lagi" Ucap tay

"Apasih lu berdua sirik kan!!! " Marah Singto

"Yeyyy nih bocah belum pernah di timpuk sama buku satu lemari ya" Kesal off

Gun, new dan Krist hanya menggeleng kan kepala mereka pusing dengan 3 pria itu, mereka bersahabat tapi jarang akur. Selalu saja sehari itu pasti saja ada pertengkaran yang tidak berarti ini

"Phi... Masuk kelas na... Nanti kalo aku udh selesai kelas aku kabarin okay" Lembut Krist

"Tapi-"

"Phi! Kalo phi gak mau dengerin aku gak usah deketin aku lagi"

"Gak mau.... Jangan gitu dong sayang"
Sedih Singto

"Justru itu masuk kelas na... " Singto pun mengangguk

Off dan tay menarik tangan Singto dan menggeret dia untuk pergi ke kelas mereka

"SAYANG JANGAN LUPA KABARIN AKU KALO SUDAH SELESAI KELASNYA... NANTI PULANG BARENG YAA DADAH SAYANGKU" teriak Singto

Tay dan off yang menggeret Singto merasa malu karena semua orang melihat mereka tak terkecuali gun, new dan Krist yang di tatap oleh semua orang

"New, gun masuk yukk malu aku" Ucap Krist

"Sama" Jawab gun dan new

Haruskah Aku Menyerah?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang