Happy Reading
Jangan lupa
Vote
&
Coment
Sebelumnya
"Phi... Bangun na... Aku tidak apa² phi bisa melanjutkan hubungan phi dengan phi namtan, aku ikhlas" Singto menggeleng kepalanya kuat
"Sayang... " Singto tetap berlutut memeluk perut Krist erat
"Lepas na... Krist rela kok membiarkan phi bahagia" Ucap Krist berusaha melepaskan pelukan Singto
"Tidak jangan!!! Jangan phi mohon!!! Pukul phi saja... Hukum!! Tapi jangan akhiri hubungan kita sayang... "
______________________________________
"Krist izinkan aku menjelaskan sesuatu" ucap namtan
krist dan singto menatap ke arah namtan, bahkan singto masih berlutut dan memeluk perut krist
Mendengar ucapan namtan Singto menggeleng
"aku mohon kamu jangan membuat hubunganku dan krist makin kacau namtan" lirih singto
Namtan menatap Singto dengan tatapan sedih
"biarkan aku jelaskan semuanya kepada krist sing" singto menggeleng kuat dan memeluk perut krist semakin kuat bahkan kepalanya sudah dia benamkan di perut krist
"Aku tidak mau kehilangan Krist... " Lirih Singto
Krist menatap mata namtan, ada cinta yang begitu besar untuk Singto. Matanya memancarkan rasa sakit saat dia melihat Singto memeluknya
'Apa yang telah aku perbuat? kenapa rasanya ini tidak adil untuk perempuan itu. Matanya penuh rasa sakit, apakah begitu besar cintanya pada Singto hingga dia rela membelanya di depanku' batin krist yang menatap namtan
"Apakah kamu sangat mencintai phi singto?" Tanya Krist tiba² kepada namtan
Namtan yang mendengar pertanyaan seperti sedikit kaget "a-ku ada hal yang harus di jelaskan disini Krist"
"Aku bertanya apa kamu mencintai phi sing? "
"Krist-"
"Kenapa kamu tidak bisa menjawab? Kamu sangat mencintai dia bukan?lalu kenapa kamu membiarkan dia memelukku?! Ambil dan bawa dia pergi!! " Marah Krist
"Aku ingin menjelaskan sesuatu krist-"
"a-ku tidak ingin mendengar apapun" ucap krist menunduk tangannya mulai bergetar rasa gugup dan takut mulai merayap di kepalanya
"krist biar aku jelasin semuanya agar tidak ada masalah-"
"tidak... aku tidak mau mendengarnya" ucap krist dengan cepat kepalanya sudah mulai berisik
"krist masalah ini harus diluruskan-"
"TIDAK!!! AKU TIDAK MAU MENDENGAR APAPUN DARI KALIAN" teriak krist menggeleng menutup telinganya
"TIDAK... TIDAK...AKU INGIN PERGI" ucapnya lagi memberontak melepaskan pelukannya singto sampai singto terjatuh duduk, singto kaget dan panik melihat Krist seperti itu
"singto!" namtan membantu singto untuk berdiri, singto melepas tangan namtan dari tangannya. menghampiri krist yang terduduk di bawah dengan menenggelamkan kepalanya di antara kakinya dan tangan bergetar yang menutupi telinga
"sayang...tenang sayang hm...phi disini" ucap singto lembut memeluk krist,tapi krist memberontak dan menjauh dari singto. hingga singto memaksa menarik krist dan memeluknya
"lepas!! aku gak mau!!lepas!!" teriak krist
"sayang... phi mohon maaf na... maaf na... krist...hiks...phi mohon maaf...hiks... krist..." singto kembali menangis dengan masih memeluk krist erat
"lepas... lepas... aku gak mau disini... lepas phi... hiks... lepas..." lirih krist
"engga... phi gak mau lepasin krist hiks... phi mau sama krist... krist gak boleh ninggalin phi..." krist terus menggeleng
"krist ini semua salah aku, aku minta maaf" ucap namtan mendekat kepada krist dan singto
"krist tolong dengerin aku na... ini semua salah aku, singto gak salah. aku yang salah disini, aku yang telah menjadi perusak untuk hubungan kalian, aku minta maaf" singto yang mendengar ucapan namtan menatapnya
"aku tau, tidak seharusnya aku ada diantara kalian. seharusnya aku sadar diri maaf krist" singto semakin menatap namtan dalam
krist mengangkat kepalanya dan melihat mereka, dia merasakan bahwa sebenarnya mereka saling mencintai tapi karena dia yang tidak sadar bahwa singto sudah tidak mencintainya malah menahan singto untuk tetap berada di sisinya
Tempat yang awalnya adalah tempat ternyaman kini menjadi tempat yang hampa untuk dirinya dan singto
Tatapan mata singto yang begitu dalam pada namtan, membuat dia sadar singto yang mencintainya telah pergi. mata namtan yang terlihat sedih walaupun dia tau bahwa namtan menahan air matanya untuk terlihat baik-baik saja di depannya membuat dia merasakan rasa yang ada di hati perempuan itu
'Mereka saling mencintai, singtoku sudah tidak ada hiks...' batin Krist yang menatap wajah Singto sendu, seketika kenangan² indah tentang dia dan Singto mulai berputar di kepala
Semua tawa, canda, bahkan kecemburuan kecil saat awal pacaran mereka terlintas di pikirannya. Senyum yang selalu di berikan Singto hanya untuknya kini sudah memudar, waktu terasa begitu cepat. hubungan nya dengan Singto yang cukup lama membuat dia takut untuk putus tapi menahan sesuatu yang bukan untuk kita juga sangat sakit
Krist mengangkat tangannya mengelus pipi Singto lembut
"le-pas phi, kita su-dah be-rakhir hiks... aku sadar tatapan mu kepada phi namtan begitu dalam, kalian pasti saling mencintai bukan? Hiks... phi hanya menyayangkan hubungan kita ini yang sudah bertahun-tahun karena itu phi tidak ingin putus dariku yaa kan phi? hiks hiks hiks sakit phi... aku ingin egois tapi aku sadar hiks... aku gak bisa egois dan menyakiti phi"
Air mata itu, air mata yang selalu Singto jaga agar Krist tidak menangis kini air mata itu keluar karena dia
"sayang..." Singto menggeleng lemah
"aku memang seharusnya pergi dari hidup phi dan membiarkan phi bahagia bukan? maaf na..." Krist menunduk
"tidak krist... phi..." Singto memegang kedua pipi krist
"phi... Tolong lepaskan aku hiks... Aku tidak bisa bertahan lagi hiks... Aku tau phi sudah yakin bahwa sekarang hati phi sudah bukan untukku lagi kan?"
Singto membeku, ucapan Krist yang terus memintanya melepaskannya semakin membuatnya takut dan terluka
"Tidak Krist... Di Hati phi masih ada kamu, hanya kamu Krist... Tolong jangan tinggalin phi"
"Phi berhenti berbohong!!!!"
"Phi bersumpah, phi tidak berbohong Krist... "
"LALU KENAPA PHI SELINGKUH!!! PHI TAU?! PHI TELAH MENGHANCURKAN HATIKU DAN PEREMPUAN INI!!! HANYA KARENA KEEGOISAN PHI, PHI MENYAKITI DUA ORANG" Krist begitu marah, tangannya bergetar, air mata terus turun dari mata indahnya kini matanya sudah mulai membengkak karena dia terus menangis
"Phi minta maaf-"
"Ini semua karena tantangan itu Krist" Ucap namtan tiba²
Jangan lupa vote dan coment
Makasih udah baca semoga suka
KAMU SEDANG MEMBACA
Haruskah Aku Menyerah?
FanfictionRasa cinta yang begitu besar kepada Singto membuat Krist berusaha menutupi lukanya demi orang yang dia cintai, tapi bagaimana pun luka pasti akan tetap terasa perih dan menyakitkan Apakah Krist akan terus mempertahankan cintanya? Atau Singto yang p...
