23

98 1 0
                                        



Phi semua tolong di vote terlebih dahulu yaa sebelum membaca....
Agar saya semangat nulisnya
Terimakasih 🙏

Sebelumnya

'Kok phi singto bisa di sini sih... Atau jangan² ini rencana mereka?!' batin krist

'Awas aja mereka kalo dateng, abis sama aku. Bisa² nya mereka rencanain ini' lanjutnya dengan bibir cemberut kesal

Singto yang melihat krist cemberut seperti merasa gemas, reflek dia mendekati bibir krist

______________________________________


Cup

Krist yang kaget di cium singto melotot ke arah singto dan memasang muka marah, saat dia ingin mengoceh

"Maaf² abisnya phi gak tahan liat muka cemberut kamu" Ucap singto berusaha menenangi krist

"Apaan sih?! Pergi gak!! Cium² segala, pengen di tonjok hah!!!" Krist kembali cemberut

"Masa phi di pukul sih... Maaf na... Phi reflek aja tiba² nyosor"

"Makanya jangan kayak Bebek gampang nyosor!!! Udh sana pergi jauh²!!! " Dorong krist

"Jangan dong... Phi gak bisa jauh² dari kamu" Singto memeluknya

Krist yang kaget pun langsung menyikut perut singto

"Aduh! Sayang.... " Cemberut singto

"Apasih sayang²!!! Gak usah sok kenal deh! Segala panggil sayang² gak kenal!! " Krist pergi meninggalkan singto

Singto hanya tersenyum menatap ke pergian krist

"Phi akan berusaha untuk mendapatkan kamu lagi sayang" Ucapnya tersenyum

Krist duduk di sofa menyalakan TV

"Ngapain sih tuh orang disini bikin jantung gak tenang aja, lagian kenapa sih! Nih jantung masih aja deg-degan sama tuh orang ngeselin banget" Ucap krist

Tak lama singto pun datang duduk di sampingnya

"Ngomongin phi yaaa.... "

"Apasih!! Siapa yang ngomongin phi?! Kepedean tau gak" Marah krist

Singto semakin menggeser duduknya ke arah krist

"Gak usah deket² bisa!" Melotot Krist

"Aduhh gimana dong... Phi gak bisa kalo jauh² dari kamu" Ucapnya menggelayut manja di tangan krist

"Ihhh apaan sih!!! Lepas gak! " Marah krist menggeser duduknya manjauhi Singto

"Aduhhh kenapa kamu dorong phi sih sayang" Cemberut singto

"Alah, gak usah lebay deh! Sana jauh² biasanya juga phi gak gini!" Acuh Krist

Singto pun terdiam, dia kembali memikirkan rasa bersalahnya, tiba² hal itu berputar pembicaraan mereka di taman waktu itu

"Phi minta maaf na..." Ucap nya lirih

"Udahlah lupain aja, lagian udh lalu juga" Malas krist

Singto menundukkan kepalanya "maaf phi jahat" Ucapnya pelan tapi masih bisa didengar oleh krist

Krist yang melihatnya merasa sedih, tapi dia berusaha menguatkan hatinya agar tidak terkecoh oleh singto

"Phi tau, phi salah makanya phi minta maaf" Lanjutnya

"Aku sudah bilang waktu itu bukan, aku sudah memaafkan phi" Ucapnya menatap kosong ke arah TV yang menyala

"Phi gak perlu melakukan apapun untuk membuat aku memaafkan phi, aku sudah memaafkan phi dari awal" Lanjutnya

"Tapi phi juga butuh-"

"Kalo phi ingin lebih dari maaf, aku gak bisa berikan itu phi. Mungkin memang dari awal kita hanya bisa berteman, gak lebih"

Singto menggeleng dan mengambil kedua tangan Krist "Krist, walaupun waktu di ulang lagi, aku gak akan pernah nyesel pacaran sama kamu. Yang aku sesali adalah kebodohan yang aku perbuat karena menyakiti kamu"

Singto berlutut di depan Krist "tatap mata phi, nong" Krist tetap tidak ingin menatap nya, rasanya masih sakit saat melihat bahwa Singto menatap penuh cinta pada orang lain selain dia.

Ada rasa dimana krist merasa dia ingin memberikan Singto kesempatan, tapi dia takut kalau kesempatan itu malah makin menyakitinya. Krist takut ternyata selama ini Singto hanya penasaran kepada dia saja, penasaran bagaimana berpacaran dengan cowok. Sehingga sekarang terbongkar bahwa sebenernya Singto itu normal, dia masih normal dan itu lah yang membuat hatinya makin sakit, sakit karena ternyata Singto tidak benar² mencintai dia.

"Phi mohon tatap phi, phi gak bisa lihat kamu kayak gini, mengacuhkan phi" Ucap singto

"P-hi... Aku mohon... Lepasin a-ku..." Mata Krist mulai berkaca-kaca, dia berusaha menahan hatinya dari tadi agar tidak merasa lemah di depan Singto

"Tidak sayang... Jangan memohon seperti itu kepada phi... Phi gak bisa lihat nong menangis" Singto menghapus air mata Krist

"Phi sayang sama Krist, bahkan phi cinta sama Krist"

Krist menggeleng keras "tidak! Jangan bilang cinta padaku! Phi bohong?! "

"Sayang... Dengarkan phi-"

"Pergi!!! Apa belum cukup phi menyakiti aku!!! Aku lelah phi!!!"

"Phi yang salah, phi telah melakukan kebodohan yang membuat Krist seperti ini, phi mohon beri kan kesempatan untuk phi... "

"Untuk apa?! Untuk menyakiti aku lagi?! Iya?! "

Singto menggeleng memegang tangan Krist dan menciumnya, Krist merasakan tanganya basah dan ternyata Singto menangis

"Aku... Gak ada niatan untuk nyakitin-"

"KALO PHI GAK ADA NIATAN NYAKITIN AKU, LALU PERSELINGKUHAN PHI ITU APA?! APA MENURUT PHI ITU GAK NYAKITIN AKU!! " kini amarah Krist sudah sangat besar, dia benar² sudah di luar kendalinya sendiri. Rasa sakit hati dalam dirinya masih ada, sehingga membuat dia kembali meluapkan nya

Jangan lupa vote dan coment yaaa
Para phiiiii ku yang baik hatiiiiii🥰

Haruskah Aku Menyerah?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang