VOTE YAA GAYS GRATIS KOK GAK BAYAR BIAR AKU TAU KALO KALIAN SUKA SAMA CERITA AKU
Terimakasih🙏🙏🙏
Sebelumnya
"SAYANG JANGAN LUPA KABARIN AKU KALO SUDAH SELESAI KELASNYA... NANTI PULANG BARENG YAA DADAH SAYANGKU" teriak Singto
Tay dan off yang menggeret Singto merasa malu karena semua orang melihat mereka tak terkecuali gun, new dan Krist yang di tatap oleh semua orang
"New, gun masuk yukk malu aku" Ucap Krist
"Sama" Jawab gun dan new
______________________________________
Dosen di kelas Singto, tay dan off keluar
"Akhirnya..... " Ucap off langsung menjatuhkan kepalanya di meja
"Gila yaa tuh dosen, betah banget ngomong selama 2jam malahan dia ngomongin rumus semua lagi, bikin kepala gua mau pecah rasanya" lanjutnya
"Sabar... Siapa suruh ku ambil jurusan ini" Santai tay
"Eh... Gua juga ambil jurusan ini gara² elu ya!! " Kesal off
"Yaa itu sih salah elu sendiri, siapa suruh ngikutin gua" Ucap tay sibuk merapihkan bukunya
Dia hanya menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan off, Singto membuka HP nya untuk menghubungi krist, tapi
"Gays... Gua duluan yaa..." Ucap Singto buru² membereskan bukunya
"Mau kemana loh? " Tanya off
"Ada urusan bentar" Singto berdiri
"Ehh bukannya elu mau balik bareng Krist? " Tanya tay
"Bentar doang, gua ke taman kampus nanti abis dari sono gua nyusul" Singto berlari keluar kelas
Di sebuah taman kampus yang cukup ramai terdapat seorang pria dan wanita yang sedang berbicara sangat serius, mereka terlihat sedikit berbicara dengan nada bertengkar lalu kembali berbicara normal
"Sing! Jangan diemin aku terus, kamu harus jelasin hubungan kita gimana! " Marah wanita itu siapa lagi kalo bukan namtan
"Please Nam, beri aku waktu untuk berfikir" Ucap Singto menenangkan nya
"Hahaha lucu sekali kamu!!! Apa kamu pikir aku wanita seperti apa yang harus menunggu sesuatu yang bahkan tidak jelas SINGTO!!! "
"Aku butuh waktu untuk memikirkan semuanya" Singto memegang tangan namtan tapi namtan langsung menghempaskan nya
"AKU MINTA KAMU JAWAB SEKARANG SINGTO" tekan namtan
"Aku tidak ingin menjadi orang yang yang pada akhirnya hanya menjadi pelarian, aku sadar bahwa selama ini kamu hanya merasa kan sesuatu hal yang baru dariku, rasa yang berbeda yang mungkin tidak pernah kamu rasakan. Tapi aku berusaha membohongi diriku bahwa kamu mencintai aku walaupun aku tau setiap kata yang kamu ucapkan terkadang hanya sebuah omongan biasa, tidak ada sedikit pun cinta dari matamu Singto!!! Bisa kah kamu jujur sekali saja denganku?! Aku lelah hiks.... "
Namtan mengeluarkan semua keluh kesahnya dan menangis, mengetahui orang yang dia cintai tidak pernah mencintai nya rasanya sangat sakit. Berusaha membohongi diri sendiri bahwa ini akan baik² saja dan pada nyatanya semuanya akan terungkap bahwa Singto orang yang ia cintai tidak pernah merasakan perasaan yang di rasakan orang juga, pada akhirnya dia lelah dan ingin melepaskan semuanya walaupun sakit
"Hey... Nam, tenang okay..." Singto memeluk namtan
"Jangan menangis na... " Lanjutnya
"Phi... " Lirih seseorang yang berada di belakang Singto
Bagaikan tidak asing dengan suaranya Singto perlahan mulai melepaskan pelukannya pada namtan dan membalikan badannya
"Krist... " Kaget Singto jantungnya seakan berdetak lebih kencang dari biasanya, waktu seakan berhenti seketika
"Nong Krist? " Ucap namtan
Krist berusaha menahan air matanya, rasanya dada nya begitu sakit. Seakan semuanya berputar di sekelilingnya, mulutnya ingin mengatakan sesuatu tapi sangat sulit
"Ma-af jika a-ku mengganggu... Aku hanya ingin menyelesaikan semuanya, agar tidak ada ke salah pahaman lagi" Ucap Krist dengan gugup dan takut
Rasanya berat sangat berat tapi dia tidak ingin menjadi seseorang yang membuat orang yang dicintainya bertahan hanya karena kasian
"Apa maksud kamu sayang... " Gugup Singto
"Sayang?! Sing-to jangan bi-lang" Kaget namtan
"Iyaa phi, aku pacarnya phi Singto" Ucap Krist
"Tapi... Aku tidak akan menahan phi Singto lagi untuk bersamaku, aku akan melepaskan nya" Ucap Krist dengan air mata yang mulai keluar
Sulit untuk menahan air matanya, awalnya dia ingin menyelesaikan tanpa ada air mata tapi itu sangat sulit saat kata² yang tidak pernah dia fikirkan untuk di ucapkan
"A-pa mak-sud kamu sayang... " Kaget Singto
"Nong... " Kaget namtan
"Aku paham phi... Pasti phi bosen sama aku hiks pasti phi sudah muak denganku hiks... Aku minta maaf karena tidak menyadari nya... Pasti phi capek kan dengan hubungan kita-"
"Enggak sayang!!! Apa maksud kamu, aku salah... Tapi aku mohon jangan berkata seperti itu" Ucap Singto menangis memegang tangan Krist
"Phi.... Ayo... Kita... Akhiri Semua Rasa sakit ini" Ucap Krist menunduk
"Tidak sayang!!!" Singto berlutut di depan Krist
"Phi mohon jangan katakan itu... Phi salah... Pukul phi... Hukum phi... Tapi jangan katakan kata² itu Krist phi mohon sayang... " Singto menangis kencang
"Nong... Ini bukan salah Singto, ini salah phi yang hadir dalam hubungan kalian" Ucap namtan
Namtan merasa tidak tega melihat Singto yang berlutut dan menangis kencang bahkan dia juga merasa bersalah saat melihat Krist menangis juga
"Tidak phi... Ini memang sudah takdir dari hubungan ku dan phi Singto" Lirih Krist
"Tidak sayang... Phi mohon... " Ucap Singto
"Phi... Bangun na... Aku tidak apa² phi bisa melanjutkan hubungan phi dengan phi namtan, aku ikhlas" Singto menggeleng kepalanya kuat
"Sayang... " Singto tetap berlutut memeluk perut Krist erat
"Lepas na... Krist rela kok membiarkan phi bahagia" Ucap Krist berusaha melepaskan pelukan Singto
"Tidak jangan!!! Jangan phi mohon!!! Pukul phi saja... Hukum!! Tapi jangan akhiri hubungan kita sayang... "
KAMU SEDANG MEMBACA
Haruskah Aku Menyerah?
FanfictionRasa cinta yang begitu besar kepada Singto membuat Krist berusaha menutupi lukanya demi orang yang dia cintai, tapi bagaimana pun luka pasti akan tetap terasa perih dan menyakitkan Apakah Krist akan terus mempertahankan cintanya? Atau Singto yang p...
