Happy Reading
"Kita mau kemana?" Tanya krist
"Udh liat aja nanti" Ucap bank
Karena perjalanan mereka cukup memakan waktu lama, bank yang memang aslinya tak terlalu suka keheningan mencoba mengajak krist ngobrol
"Ohh iyaa lu kenapa kayak sedih gitu, lagi ada masalah?"
"Gua gak apa²"
"Ck gak usah bohong sama gua, ketara banget dari mata lu"
"Gak usah sok tau lu, emang lu cenayang"
"Yaelah udh cerita aja ke gua, biar sedih lu sedikit berkurang"
"Gak guna cerita ke lu" Ketus krist
"Gua tau, gak guna cerita ke gua. Tapi setidaknya lu bisa ngungkapin rasa yang ada di hati lu sekarang, emang gak capek di pendem terus? Lu itu manusia yang bisa capek, kenapa gak berusaha cerita ke orang lain? "
"Mereka gak akan ngerti"
"Yaa, orang gak akan ngerti kalo belum ngerasain langsung. Tapi setidaknya orang bisa berempati"
"Gua gak butuh rasa kasian dari orang lain! " Marah krist
"Maksud gua itu bukan git-"
"Mending lu turunin gua sekrang! "
"Ehhh kok minta turun"
"TURUNIN GUA"
Karena bank tetap tidak mau berhenti krist mencoba membuka pintu mobil
"eh! Lu mau ngapain! Gila lu! "
"Gua minta turunin gua sekarang atau gua loncat! "
Karena bank takut krist akan nekat dia pun menghentikan mobilnya di pinggir, krist keluar dan menutup pintu mobil kasar. Bank ikut menyusul krist
"Krist tunggu" Bank memegang tangan krist
"Ada apa lagi sih?! "
"Gua gak bermaksud-"
"Bank mereka gak akan ngerti termasuk lu! " Ucap krist yang mata nya sudah berkaca-kaca
"Okay tenang yaaa" Bank memeluk krist
"Gua dan yg lain gak akan bisa ngerti kalo lu belum cerita"
"Mereka gak paham bank, mereka gak akan pernah tau gimana rasanya jadi gua"
"Gua capek suka sama dia, Gua gak bisa benci sama dia, gua gak bisa berhenti suka sama dia dan gua gak bisa lepasin dia" Air mata krist mulai keluar
"Kenapa gak bisa krist? "
"Gua sayang sama dia bank bukan cuman sayang, bahkan gua cinta banget sama dia. Rasanya emang sakit waktu tau dia ternyata khianatin gua, tapi gua gak bisa marah karena gua takut kehilangan dia"
"Tapi dia udh khianatin lu kan, kenapa masih bertahan"
"CINTA KARENA GUA CINTA SAMA DIA" air mata krist kini mengalir deras bahkan pipinya sudah terlihat basah oleh air matanya yang terus keluar
"Cinta mana yang membiarkan orang lain masuk ke hubungan nya? Kalo dia cinta sama lu, dia gak mungkin khianatin lu" Krist diam membisu
"Sadar krist, lu terlalu berharga untuk cowo brengsek kayak dia"
"Lu gak paham bank" Ucap krist lirih
"Gua tau susah krist, tapi kalo gini namanya lu nyakitin diri lu sendiri" Krist menggeleng
"Lu gak bisa bohong Krist bahwa terkadang lu juga capek dengan hubungan lu yang kayak gini"
"3 tahun bank itu gak mudah"
"Ini bukan tentang berapa lamanya hubungan tapi ini tentang seseorang yang menjaga hatinya untuk orang yang dia cintai. Kalo dia cinta sama lu gak akan ada orang ke tiga di hubungan lu karena dia gak akan pernah bisa nyakitin orang yang dia cinta" Krist terus menangis mengeluarkan semua yang ia rasa lewat air matanya yang begitu banyak keluar
Setelah beberapa saat bank melihat Krist mulai lebih tenang, bank yang melihat mata Krist yang bengkak menghapus sisa air mata di pipi Krist
"Jangan nangis lagi okay, gua gak mau air mata lu ke buang sia² buat orang yang bahkan gak mikirin perasaan lu sama sekali"
.
.
Sedangkan di tempat singto dia terus mencoba menghubungi krist, sudah 3 hari krist tidak masuk kuliah dan HP nya pun tidak aktif.
"Kamu dimana krist, aku khawatir sama kamu"
Singto merasa prustasi
Tok tok tok
Singto berjalan untuk membuka pintu
"Sing, lu kenapa jadi gini? " Kaget off
"Iyaa lu kok jadi jelek" Ucap tay
Singto menatap mereka malas lalu berjalan ke arah sofa
"Ngapa temen lu itu? "
"Temen lu juga off"
"Temen gua ganteng² semua cuy"
"Lu ngatain sing-"
"Lu berdua mau masuk atau engga?! "
"Iyaa² kita masuk" Tay dan off berjalan ke arah singto
"Jadi gimana? Lu berdua kesini bawa kabar tentang krist kan" Tay dan off saling menatap
"Kenapa diam aja? Dimana krist? Kenapa dia gak ada kabar? "
"Maaf sing gua udh berusaha nanya new tapi dia bilang gak tau, tapi dari cara dia ngomong bahwa dia bahkan juga nyari krist gua rasa dia juga gak tau dimana krist sekarang" Ucap tay sedih
"Gun juga sama, dia bahkan dateng ke rumah krist buat nanya orang tua nya tapi ternyata orang tuanya juga gak tau krist dimana" Jawab off
"Terus gua harus gimana? Gua udh prustasi, dia 3hari gak ada kabar sama sekali gua khawatir dia kenapa² gua gak mau hal buruk menimpa dia"
Thanks for Reading
KAMU SEDANG MEMBACA
Haruskah Aku Menyerah?
Fiksi PenggemarRasa cinta yang begitu besar kepada Singto membuat Krist berusaha menutupi lukanya demi orang yang dia cintai, tapi bagaimana pun luka pasti akan tetap terasa perih dan menyakitkan Apakah Krist akan terus mempertahankan cintanya? Atau Singto yang p...
