12

119 2 0
                                        








Happy Reading gays....








Jangan lupa vote....








Okay....






















Singto yang telah masuk ke dalam mobil miliknya sedikit menyandarkan dirinya di jok mobil

"Huhhh kenapa harus jadi rumit gini sih! Kalo aja gak ada namtan, pasti hubungan gua sama Krist gak bakal kayak gini! ini semua gara² namtan! " Kesal Singto memukul stir mobil

"Pokoknya gua harus cari bukti, gua gak mau kehilangan krist"

Singto menjalankan mobilnya menuju suatu tempat


Di lain tempat

Krist yang sedang berada di dalam taksi sedikit tersenyum

"Pasti phi Singto dan phi off sekarang sudah sadar kalo mereka menjadi pusat perhatian"

"Phi Singto dan phi off gak pernah berubah, kalo ketemu selalu saja berantem. Kalo gak berantem, ribut atau bahkan terkadang saling jail" Tawa Krist namun seketika dia mengingat sesuatu, mukanya kembali sedih dan menghela nafas

'Seandainya kalo aku gak tau apa yang dilakukan phi Singto, pasti sekarang aku sedang sangat bahagia melihat berapa khawatir nya phi singto' batin Krist

"Nong... Nong!"

"Ehh iyaa pak, kenapa? "

"Kita sudah sampai Nong"

"Ohh iyaa, ini duitnya pak makasih"

Krist keluar dari taksi dan berjalan menuju lift, saat di depan lift Krist melihat seorang perempuan membawa koper dan tas yang cukup berat

"Phi permisi, apa phi perlu bantuan? "

Perempuan itu melihat Krist dengan senyum yang cerah

"Ohh iyaa, tolong bantu phi na... Phi sedikit kesusahan membawa koper ini"

"Tentu phi, ayo saya bawa koper phi"

"Makasih nong, sudah mau bantu phi"

"Sama-sama phi" Ucap Krist tersenyum manis

"Ohh iyaa phi kenapa tidak minta bantuan resepsionis? "

"Ohh iyaa juga yaa, hehe... Phi tidak kepikiran kesana" Tawa perempuan itu

"Hahaha phi lucu sekali"

"Ohw... Manisnya.... Kamu juga lucu..." Ucap perempuan terpesona dengan tawanya Krist

'Haduhhh kenapa nong ini manis banget deh... Jadi pengen uyel² pipinya' batin perempuan itu

"Hahaha phi bisa saja, phi tinggal di lantai berapa? Biar saya antar"

"Lantai 5 nong" Krist memencet tombol 5

"Nama nong siapa? "

"Krist phi"

"Ohh nong Krist, salam kenal yaa. Nama Phi davikah"

"Salam kenal juga phi davikah"

"Kamu tinggal di lantai berapa nong? "

"Aku tinggal di lantai 6 phi"

"Ohw!! Beda satu lantai saja dong nong" Teriak davikah

Krist kaget lalu tersenyum "khap phi"

"Phi boleh kan main² ke rumah kamu? Phi baru pindah ke thailand jadi phi belum punya temen"

"Tentu phi, phi tinggal sendiri? "

"Phi tinggal berdua dengan nong phi"

"Oh yaa? Lalu kenapa nong phi davikah tidak jemput phi di lantai bawah"

"Nong phi sedang kuliah, phi tidak memberitahu dia kalo phi pulang sekarang. Dia taunya phi pulang besok" Tawa davikah

"Wow... Pasti nong phi davikah akan sangat kaget"

"Pasti itu, nanti phi ingin memasak makan malam untuk dia. Kamu jangan lupa datang yaa"

"Hahaha tidak usah phi, aku merasa tidak enak, masa aku mengganggu phi yang sedang kangen²an dengan nongnya"

"Jangan bilang gitu dong, kamu harus dateng. Kalo kamu gak dateng nanti phi sedih" Davikah memasang muka sedih

"Phi... Jangan sedih dong, aku jadi gak enak sama phi. Yaudah nanti pas makan malem aku dateng ke apartemen phi deh"

"Nahhh gitu dong!! Kan nambah manis kamu nong" Ucap davikah mencubit pipi Krist

"Aw... Phi sakit tau" Krist memanyunkan bibirnya

"Hihihi sorry nong, habisnya kamu lucu banget"

Mereka terus mengobrol sampai di depan pintu apartemen davikah

"Makasih nong udh bantuin phi, jangan lupa yaa nanti malem"

"Sama-sama phi, nanti malem aku kesini na... "

"Okay... Nong ku"

"Kalo gitu aku pergi phi, sampai ketemu nanti malam" Krist pergi berjalan memasuki lift

Tit tit tit
Ceklek

"Akhirnya sampai juga, kangen banget udah lama gak ditempatin"

Krist berjalan ke kamarnya untuk bersih², selesai mandi Krist berjalan ke dapur

"Mana yaa... Masa gak ada sih

Aku laper... Nah... Akhirnya ketemu juga"

Krist dari tadi mencari mie untuk mengganjal perutnya, sebenernya dia tadi ingin memesan makanan tapi karena kebetulan dia diundang untuk makan malam jadi. Dia memakan mie untuk mengganjal laparnya

"Hem... Baunya enak banget... Gak sabar pengen makan... " Krist memakan mienya dengan sangat lahap

"Untung aja aku sempet ngumpetin mie, kalo engga pasti udh di buang sama phi Singto. Kalo ketawan aku makan mie pasti phi marah hihihi"
Ucapnya tanpa sadar

Tit tit tit
Cek lek

Seseorang memasuki apartemen, dia berjalan sampai...

"Sayang!!! "










Halo gays....
Apa kabar?
Sudah lama tidak update, kalian kangen gak sama pasangan ini?
Emang yaa jodoh gak kemana, akhirnya Krist dan Singto kembali menjadi kapal setelah huru hara beda agensi ehhh akhirnya jodoh pasti bertemu
🤭🤭🤭

Makasih sudah baca

Haruskah Aku Menyerah?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang