Sebelumnya
"Makasih na... Maaf jika Krist ngerepotin kalian" Ucapnya pelan
"Jangan ngomong gitu Krist, kita ini sahabat jadi apapun yang terjadi sama lu kita akan selalu ada di samping lu okay, jangan pernah berfikir kalo lu ngerepotin kita" Ucap gun
"Kita akan selalu jadi tameng buat lu Krist inget itu" Ucap new menghapus air mata krist
______________________________________
1 bulan berlalu
Krist kembali menjalani hari²nya kembali, tidak mudah memang dia berusaha untuk mengikhlaskan apa yang terjadi. Bohong jika Krist bilang sudah melupakan Singto, terkadang Krist masih menangis setiap malam sendirian dikamar.
Dia memang berpura-pura baik² saja di depan sahabat²nya seakan² dia sudah bisa melupakan Singto tapi nyatanya dihatinya yang paling dalam sangat merindukan Singto
Semenjak kejadian itu, Krist tidak pernah melihat Singto lagi di kampus atau pun tempat biasa mereka nongkrong. Seakan-akan Singto pergi jauh darinya dan tidak pernah kembali
Terkadang Krist ingin menanyakan tentang Singto, bagaimana keadaannya? dia sekarang dimana? Apa dia hidup dengan baik? Apa sekarang dia sudah bahagia dengan namtan? Banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan tapi nyatanya dia terlalu takut untuk menanyakan kepada teman² nya
Sahabatnya yang lain pun tidak ada yang membicarakan tentang Singto seakan² Singto tidak pernah ada di dalam persahabatan mereka, semuanya mengobrol seperti biasa seperti tidak ada yang khawatir pada singto
"Krist... Gimana tugas kamu udh selesai? " Tanya gun
"..."
Mereka sedang berada di kantin, mereka baru saja menyelesaikan kelasnya
"Krist?! " Ucap new
"Eh.. Ya? " Kaget Krist
"Itu Krist nanya kok kamu diem aja" Ucap new
"Kamu kenapa Krist? Sakit? Mau ke UKS? " Khawatir gun
"Ehh gpp kok hehehe lagi pusing aja sama tugas yg numpuk"
"Kalo ada yang gak ngerti atau mau liat tugas kasih tau kita aja, pasti kita bantu yaa gak new" Ucap gun
"Iyaa kasih tau kita aja yaa"
"Makasih yaa kalian baik banget deh" Ucap Krist
Mereka kembali asik mengobrol, sampai tidak sadar ada tay dan off sudah bergabung dimeja mereka
"Gun... " Ucap off
"Ehhh phi... Ngagetin aja, dari kapan phi off dan phi tay disini? Kok kita gak tau" Kaget gun, Krist dan new pun ikut terkejut
"Kalian terlalu fokus mengobrol sampe kita memanggil pun kalian tidak dengar" Ucap tay
"Hehehe sorry phi tay... " Ucap new merangkul tangan tay
"Please deh... Gak usah bucin depan gua" Kesal Krist
"Hehehe sorry Krist" Ucap new melepaskan tangannya
"Kalian masih ada kelas? " Tanya off
"Masih ada satu kelas lagi habis ini kenapa phi?" Tanya gun
"Kita pengen ajak kalian ke puncak, gimana mau gak? " Ucap off
"Puncak? Sekarang? " Kaget gun, new, Krist
Off dan tay mengangguk "besok kalian gak ada kelaskan? "
"Engga sih" Ucap new
KAMU SEDANG MEMBACA
Haruskah Aku Menyerah?
FanfictionRasa cinta yang begitu besar kepada Singto membuat Krist berusaha menutupi lukanya demi orang yang dia cintai, tapi bagaimana pun luka pasti akan tetap terasa perih dan menyakitkan Apakah Krist akan terus mempertahankan cintanya? Atau Singto yang p...
