Extra Part 2

260 8 0
                                        

"Vote. ⭐"
Comment. 💬
Follow.➕
Bagikan.🌐
Jangan lupa tambahkan ke perpustakaan pribadi mu.📚
Dan Ramaikan juga .🐨

Voteee yaa jangan lupaaa! Biar nextt

---

“Sudah Buna katakan berkali-kali, Zea!” ucap Kaizya dengan nada geram.

“Maaf, Bun… Zea bakal hati-hati kok,” jawab Zeanna menunduk.

“Jauhin dan putusin pacar kamu itu. Kamu lupa kalau dia hampir merusak kamu? Masih mau terus begitu, hah? Pacaran itu haram, Zea! Sudah berapa kali Buna bilang? Mau dihukum Baba lagi?” suara Kaizya meninggi.

Zea hanya terdiam sambil menangis.

“Kalau Baba sampai tahu, kamu pasti dimarahi. Kamu tahu, Zea, kamu itu anak siapa. Kalau kemarin Abang kamu nggak lihat kamu dibawa ke tempat itu, entah apa jadinya tubuhmu,” lanjut Kaizya, suaranya bergetar menahan emosi.

“I-iya, Bun… Zea nyesel,” sahut Zea, tangisnya pecah.

Tak lama kemudian, pintu rumah terbuka.
“Assalamu’alaikum,” ucap Gus Zai.

“Wa’alaikumussalam,” jawab Kaizya.

“Loh, Zea kenapa?” tanya Gus Zai melihat putrinya dengan mata bengkak.

“Biasa, Ba. Udah jam sebelas malam baru pulang, padahal Baba suruh jam delapan udah di rumah. Untung tadi Zayyan lihat dia digendong laki-laki buaya. Apa jangan-jangan Zea minum juga?” ucap Kaizya kecewa.

“Pala Zea pusing,” jawab Zea asal.

“Ck, Zea… Baba sudah bilang. Kamu dihukum, masuk ke kamar sekarang!” tegas Gus Zai.

Zea pun berlari ke kamarnya sambil menangis.

“Anakmu itu, Ba, bikin pusing. Hampir saja melewati batas sama pacarnya. Kalau Zayyan nggak bilang, Buna nggak bakal tahu kalau Zea punya pacar diam-diam,” ucap Kaizya.

“Harus lebih diperhatikan lagi, Bun. Sepertinya kita memang harus ekstra sama dia,” sahut Gus Zai lelah.

“Ya, begitulah. Kalau nggak, yang kena nanti anak kita sendiri,” balas Kaizya.

---

Keesokan Harinya

“Tidak ada kata keluar, Zeanna!” teriak Kaizya pagi itu.

“Ihhh, tapi Bun… Zea kan mau sekolah, masa ditahan-tahan,” jawab Zea ngotot.

“Kamu nggak ngaca? Nih lihat!” Kaizya menyerahkan kaca padanya.

“Haah… kok…” Zea terdiam melihat lehernya yang ada bekas luka.

“Sadar sekarang? Izin ke wali kelas kamu, bilang nggak masuk,” tegas Kaizya.

“Bodoh, Zea bodoh… kenapa harus kayak gitu. Seharusnya nggak usah nurutin dia,” gumam Zea kesal.

“Masuk ke kamar! Hafalin surat. Sore nanti setor ke Baba. Setelah Maghrib, harus hafal tiga surat dari juz 28,” ucap Kaizya keras.

Awal Dari CintakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang