27. Bukti.

122 1 0
                                        

Happy reading

Sesuai janji yang di ucap kan oleh dokter jeni, dan hari ini adalah jadwal pemeriksaan Elena, oleh Dr. Natan, adalah suami dokter jeni, dan sesuai yang bilang dokter jeni, bahwa suami nya adalah dokter pengecekan tubuh.

Kedua orang tua Elena dan alfahri juga ada di sini, inti Alvaskar, dan sahabat Elena pun masih di sini, mereka menunggu dr Natan, keluar dari ruangan Elena.

" gue harus cari tau kejadian itu " gumam alfahri dalam hati, dan menatap inti Alvaskar, anggota Alvaskar yang tau tatapan sang ketua pun langsung pergi mengikuti langakah alfahri

Dan sekarang mereka berada di taman rumah sakit, fahri duduk di kursi yang tersedia di situ,

" Ris, gue minta lo cek CCTV di hotel kejadian itu, " Elfaris yang paham dengan ucapan alfahri ia menganggukan kepala nya.

" nanti lo serlok nama hotel nya apa "

" oky gue serlok sekarang " fahri langsung mengeluarkan handphone nya dari saku jaketnya dan mengetik kan.

" oke udah masuk, gue pergi sekarang " dan fi angguki alfahri, semua inti Alvaskar mengikuti arah yang elfaris tujuh

◑oOo◐

Setelah menunggu satu jam, akhirnya dr, Natan kelur dari ruangan Elena dan ada juga dokter jeni istri nya.

" dokter hasil nya gimana " tanya hendry perwakilan dari keluarga pasien.

" saya juga belum tau pasti, saya harus cek ini dengan alat saya, kalian bisa nunggu sampai 2 jam" jelas dr Natan, dan di angguki oleh kedua keluarga elena dan alfahri.

" kalau begitu saya pergi ke ruangan saya dulu, nanti kalau hasil nya sudah keluar, saya kesini lagi" dan di angguki oleh alfahri, dr Natan pun pergi dari ruangan Elena, setelah dr Natan pergi, alfahri masuk ke ruangan elena.

Ceklek.

Pintu terbuka menampakkan seorang gadis yang tengah tidur, dengan alat infus nya yang masih menempel di tangan gadis itu, laki laki yang berjan ke arah brankar gadis itu, pun duduk di sebelah brankar yang sudah ada kursi yng tersediah sambil menggenggam tangan elena. Dan sesekali mencium tangan Elena yang tertempel alat infus.

" bangun El, ini gue Al " gumam laki laki itu sambil mengecup tangan pemilik yang terbaring di atas brankar.

" tidur nya jangan lama lama ya El " .

" lo gak kangen sama gue El "

" gue janji, gue bakal cari bukti itu El , karna gue tau, lo gak bersalah, justru lo korban El " ucap alfahri tangan kanannya untuk menggenggam tangan Elena, dan tangan kirinya sambil mengelus surai rambut Elena.

Saat dua sepasang itu sedang mengobrol, dengan salah satu dari mereka ada yang berbaring, pintu ruangan itu terbuka, datang lah kedua orang tua dari mereka, jensen, dan rara, lalu hendry dan manda mama tiri Elena.

" sabar soon, kamu pasti kuat " ucap papi jensen pada anak nya yang masih terpukul,.

" kamu yang sabar ya Al, mami ngerti prasaan kamu, mungkin ini ujian rumah tangga kalian " rara, smbil mengelus elus punggung alfahri agar alfahri kuat mengahadapi ujian rumah tangga nya dengan Elena.

ALFAHRITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang