Chapter 16

62 4 0
                                        

Rena sibuk membaca komik sambil menikamti memnium susu kotak miliknya, saat ini waktu istirahat dan di kelas hanya ada dia saja.

"Seru, gue harus beli edisi selanjutnya" gumam Rena setelah tamat membaca komik dalam 3 hari

"Huft, males banget ke kantin, waktu istirahat maish lumayan lama nih, tidur aja deh" gumam Rena lagi

Rena mengambil poisis duduk yang enak, untuk ia tertidur meski memang pasfiny agak pegal sih

Rena memajam kan matanya menarik nafas panjang, ia tiba2 mengingat cara² agar bisa cepat tidur dari dokter seokjin dulu saat Rena masih kelas satu, saat itu ia merasa tak enak badan.

'Kok gue jadi kangen dokter Seokjin yah' batin Rena, lalu mulai merasa matanya terasa berat dan rena memjamkan matanya

Rena kaget saat merasakan tubuhnya dalam posisi terlentang

Rena segera membuka matanua dengan kaget, mendudukkan tubuhnya mencoba mengatur nafasnya perlahan untuk tennag

Mata Rena melihat sekeliling, dan Rena berada di ruang perpustakaan tua yang sudah lama tak ia datangi

"Astaga, tenang uhm tenang, gue harus tenang" ucap Rena mencoba menengkan diri agar tidak panik

"Kenapa gue ada disini? Bukaknya gue tadi ada di kelas" ucap Rena dengan matamya melihat sekeliling ruangan peprustakaan yang tua dengan pencahayaan redup

CEKLEK

Pintu perpustakaan terbuka, Rena mematap pintu itu dengan takut, Rena segera berdiri dan berlari kecil untuk bersembunyi di balik rak² buku², Rena mengintip dari balik buku untuk melihat siapa yang datang

Namun matanya hampir saja terlepas karena kaget saat Rena melihat dirinya sendiri masuk kedalam perpustakaan

"Ini enggak mungkin" gumam Rena pelan, Rena syok karena ia melihat kejadian saat hallowen itu.

Rena melihat diirinya memakai baju vampir berjalam dengan canggung melirik sekliling ruang perpustaakn dengan takut, namun terlihat senyumnya yang terus di perlihatkan

"Itu gue bukan, iyah itu gue" gumam Rena pelan saat melihat dirinya sendiri sedang yang seperti sedang menunggu seseorang

'Gue inget, saat itu gue lagi menunggu Injun, berarti Injun enggak lama lagi dateng' batin Rena

"Gue harus buat dia pergi dari sini sebelum injun dateg" ucap Rena pelan

Rena berjalan perlahan mencoba untuk mendekati posisi dirinya berdiri, baru 2 langkah ia berjalan, pintu peprustakaan kembali terbuka

CEKLEK

"Sial" gumam Rena dengan panik saat melihat Injun datang dengan tanganya yang berlumuran darah

Rena kesal saat melihat dirinya sendiri yang telrihat kaget dan khawatir melihat kondisi Injun

"Enggak Ren, dia itu pembohong" ucap Rena pelan, ia kesal pada dirinya yang masih merasa takut dan tak bisa nerbuat apa²

"Ini kejadian masalalu gue enggak bisa berbuat apa²" gumam Rena dengan kesal ia masih bersembunyi di balik rak besar penuh buku²

Rena menahan kesal saat mendengar Injun mengelaurkan suara

"Maaf menunggu lama" ucap Injun

"Tak apa kak, tapi kenapa tangan kakak terluka"


"Tak apa, gue sempet jatuh tadi"

"Wah udah lengkap, ayo ke uks kita obatai luka kakak"

INDIGO 2 | RenjunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang